''s posts with tag: tips..
What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
Anak yang sehat itu anak yang gemuk ?! Sebuah persepsi dan fenomena di masyarakat (Ditulis bebas & dirangkum dari berbagai sumber oleh Luluk Lely Soraya I)
=========
Banyak orangtua yang khawatir berlebihan dengan anak yang kurus, karena takut ia kurang gizi, tidak sehat, dan lain sebagainya. Tahukah kita justru sebaliknya orangtua yang memiliki anak yang kegemukan harus ekstra khawatir. Mengapa? Karena anggapan bahwa gemuk itu sehat adalah SALAH. Tahukah kita bahwa kelebihan BB dapat mengundang berbagai penyakit. Dari segi kesehatan BB berlebihan menandakan sesuatu yang tidak sehat. Pendapat ini jelas berbeda dengan yang selama ini berkembang di masyarakat, gemuk itu menggemaskan, lucu, dan berarti sehat. Yang sering terjadi justru orang tua sibuk membanding-bandingk an berat badan anaknya dengan anak lain. Begitu berat badan anaknya tidak segemuk dengan anak lain, langsung mencap anaknya kurang sehat atau kurang gizi. Tak heran bila kerap terdengar keluhan dari para ibu, "kok, anakku tidak segemuk anaknya Ibu A, ya?".
Nah gemuk, kurus atau idealnya BB anak dapat dilihat dari grafik pertumbuhan yang ada di KMS (Kartu Menuju Sehat) yang dimiliki tiap anak sejak lahir. Anak-anak yg memiliki BB diatas 20% sering dikategorikan sebagai anak yg gemuk. Lebih dari itu istilahnya disebut juga dengan obesitas.
Resiko kegemukan pada anak Tidak banyak dari orangtua mengetahui bahwa kegemukan pada anak beresiko menimbulkan berbagai penyakit dan hal negatif. Hasil penelitian ahli medis menunjukkan bahwa kegemukan pada anak dapat menyebabkan berbagai penyakit, diantaranya : • Diabetes • Penyakit jantung & kolesterol tinggi • Hipertensi (Darah tinggi) di usia dini • Lemak yang menumpuk dalam tubuh dapat menyebabkan sirosis • Resiko osteoporosis usia dini (pengeroposan tulang) • Pada anak bayi, kelebihan BB bisa menghambat perkembangan motorik anak. Misalnya saja, seorang bayi usia 3-4 bulan harusnya sudah bisa tengkurap, tapi karena kegemukan ia baru bisa tengkurap di usia 6-7 bulan. Ada juga anak yg terlambat berjalan karena kaki tidak bisa menopang berat badannya.Dan masih banyak penyakit yg dapat timbul akibat kelebihan BB.
Yang tidak kalah pentingnya juga secara moril, tak jarang kita temui anak yg merasa minder, gak pede, menarik diri dari pergaulan karena gemuknya dia.
Yang perlu diingat juga adalah anak yg gemuk tidak selalu berarti kelebihan gizi. Yang harus dikhawatirkan adalah anak kelebihan BB sekaligus ia kekurangan zat gizi tertentu, seperti protein dan vitamin. Pasalnya anak terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak dan karbohidrat, tapi miskin protein, mineral, dan vitamin. Karena semua alasan tersebut diatas, seluruh dunia saat ini menyatakan bahwa kegemukan pada anak sebagai epidemi atau penyakit.
Penyebab umum kegemukan pada anak Banyak faktor yangg menyebabkan anak kelebihan BB. Tapi selain itu banyak juga faktor yang penyebab kegemukan pada anak, yaitu : • Trend pola makan yang SALAH : Pola makan tinggi lemak sedikit serat, seperti makanan siap saji, instan, dsb. Tren ini memicu kenaikan BB anak berlebihan. • Pola asuh yg TIDAK TEPAT. Anggapan yang salah ttg anak kecil itu harus gemuk, karena gemuk itu sehat, menjadi sumber utama yang mendorong anak jadigemuk. • Orang tua mengatur menu makanan yang tidak seimbang. Makanan relatif tinggi kalori, tetapi miskin serat dalam jumlah berlebih. • Faktor keturunan/genetik. Apabila kedua orang tuanya gemuk, maka kemungkinan anaknya menjadi gemuk sekitar 80 %. Jika salah satu yang gemuk, risiko anak menjadi gemuk sebanyak 40 % dan hanya 7 % bila kedua orang tuanya tidak gemuk. Tapi faktor gemuk karena keturunan i dapat dihindari jika dibarengi dengan pola makan yg sehat & dan pola asuh yang tepat. • Kebiasaan buruk keluarga. Jika anak tumbuh di keluarga yg tidak memperkenalkan pada anak variasi makanan yang beragam, maka anak hanya akan mengenal makanan yang itu-itu saja. Akibatnya anak jadi pemilih dan hanya memakan makanan yg belum tentu seimbang dan baik utk kesehatannya. Kebiasaan ini juga termasuk kebiasaan makan sambil menonton TV yang ternyata terbukti secara tidak langsung menyebabkan obesitas. • Pada beberapa kasus, gangguan fungsi hormon & organ tubuh lainnya dapat • menyebabkan anak kegemukan. Tapi ini sifatnya patologis dan dapat dideteksi secara medis.
Tips menghindari kegemukan pada anak Lantas bagaimana baiknya orangtua memandang perihal Berat Badan (BB) ini ?! Tentu saja yg terbaik adalah BB yang ideal. Artinya anak tidak kegemukan juga tidak terlalu kurus. Bagaimana cara untuk mengontrolnya ? Nah tiap anak pasti punya KMS yg ada grafiknya. DSA biasanya mem-plot dan membuat grafik dari anak tsb. Nanti akan terlihat bagaimana pola pertumbuhan BB anak tiap bulannya.
Tips-tips agar kegemukan dapat dihindari pada anak : • Terapkan sejak dini pola makan yg sehat : kaya gizi, kaya serat, dan gizi seimbang. Hindari junk food. • Ubah pola pikir kita yg selama ini salah. Jangan"paksakan" anak agar gemuk. Ingat, BB anak dipengaruhi genetis. Jika anak memang lahir dari ortu yang memiliki kecenderungan langsing, maka tentu saja tidak bijak memaksakan anak untuk gemuk. • Jadi contoh yang baik bagi anak. Biasakan anak & keluarga untuk memakan makanan yang variatif & sehat. Biasakan makan bersama satu meja tanpa gangguan TV dan lain sebagainuya. Jadikan memori yang indah utk anak. • Ingat BB itu adalah apa yg dikonsumsi/makan dikurangi dengan berapa banyak kalori yang keluar. Jadi biasakan untuk mengimbangi dg aktivitas yg baik untuk anak & keluarga juga, seperti olahraga teratur, bermain bersama anak, dan lain sebagainya.
Sumber referensi :
- Overweight and Obesity Defining Overweight and Obesity (http://www.cdc. gov/nccdphp/ dnpa/obesity/ defining. htm)
- Sensible approaches to children's weight problems (http://www.mayoclin ic.com/invoke. cfm?id=FL00057)
- AAP, Obesity risk may stem from Pre-birth and early childhood factors (http://www.aap. org/advocacy/ releases/ octobesity. htm)
- CDC, Overweight and Obesity : An Overview Is there a quick answer to the question, "what contributes to overweight and obesity?" (http://www.cdc. gov/nccdphp/ dnpa/obesity/ contributing_ factors.htm)
- Overweight and Obesity Factors Contributing to Obesity (http://www.cdc. gov/nccdphp/ dnpa/obesity/ contributing_ factors.htm)
- The Surgeon General's Call To Action To Prevent and Decrease Overweight and Obesity overweight in Children and Adolescents (http://www.surgeong eneral.gov/ topics/obesity/ calltoaction/ fact_adole scents.htm)
- Overweight and Obesity Frequently Asked Questions (FAQs) (http://www.cdc. gov/nccdphp/ dnpa/obesity/ faq.htm)
- HOW TO DETERMINE YOUR GROWTH PERCENTILE CORRECTLY (http://www.growtall .com/growth- charts2.htm)
(Luluk)
Never, put your banana in the refrigerator!!!They go brown...but you can wrap them in Newspaper,if need be.
This is interesting. After reading this, you'll never look at a banana in the same way again.
Bananas contain three natural sugars - sucrose, fructose and glucose combined with fiber. A banana gives an instant, sustained and substantial boost of energy. Research has proven that just two bananas provide enough energy for a strenuous 90-minute workout. No wonder the banana is the number one fruit with the world's leading athletes.
But energy isn't the only way a banana can help us keep fit. It can also help overcome or prevent a substantial number of illnesses and conditions, making it a must to add to our daily diet.
Depression: According to a recent survey undertaken by MIND amongst people suffering from depression, many felt much better after eating a banana. This is because bananas contain tryptophan, a type of protein that the body converts into serotonin, known to make you relax, improve your mood and generally make you feel happier.
PMS: Forget the pills - eat a banana. The vitamin B6 it contains regulates blood glucose levels, which can affect your mood.
Anemia: High in iron, bananas can stimulate the production of hemog lobin In the blood and so helps in cases of anemia.
Blood Pressure: This unique tropical fruit is extremely high in potassium yet low in salt, making it perfect to beat blood pressure. So much so, the US Food and Drug Administration has just allowed the banana industry to Make official claims for the fruit's ability to reduce the risk of blood Pressure and stroke.
Brain Power: 200 students at a Twickenham (Middlesex) school were helped through their exams this year by eating bananas at breakfast, break, and lunch in a bid to boost their brain power. Research has shown that the potassium-packed fruit can assist learning by making pupils more alert.
Constipation: High in fiber, including bananas in the diet can help restore normal bowel action, helping to overcome the problem without resorting to laxatives.
Hangovers: One of the quickest ways of curing a hangover is to make a Banana milkshake, sweetened with honey. The banana calms the stomach and, with the help of the honey, builds up depleted blood sugar levels, while the milk soothes and re-hydrates your system.
Heartburn: Bananas have a natural antacid effect in the body, so if you suffer from heartburn, try eating a banana for soothing relief.
Morning Sickness: Snacking on bananas between meals helps to keep blood sugar levels up and avoid morning sickness.
Mosquito bites: Before reaching for the insect bite cream, try rubbing the affected area with the inside of a banana skin. Many people find it amazingly successful at reducing swelling and irritation.
Nerves: Bananas are high in B vitamins that help calm the nervous system.
Overweight and at work? Studies at the Institute of Psychology in Austria found pressure at work leads to gorging on comfort food like chocolate and crisps. Looking at 5,000 hospital patients, researchers found the most obese were more likely to be in high-pressure jobs. The report concluded that, to avoid panic-induced food cravings, we need to control our blood sugar levels by snacking on high carbohydrate foods every two hours to keep levels steady.
Ulcers: The banana is used as the dietary food against intestinal disorders because of its soft texture and smoothness. It is the only raw fruit that can be eaten without distress in over-chronicler cases. It also neutralizes over-acidity and reduces irritation by coating the lining of the stomach.
Temperature control: Many other cultures see bananas as a "cooling" fruit that can lower both the physical and emotional temperature of expectant mothers. In Thailand, for example, pregnant women eat bananas to ensure their baby is born with a cool temperature.
Seasonal Affective Disorder (SAD): Bananas can help SAD sufferers because they contain the natural mood enhancer tryptophan.
Smoking: Bananas can also help people trying to give up smoking. The B6, B12 they contain, as well as the potassium and magnesium found in them, Help the body recover from the effects of nicotine withdrawal.
Stress: Potassium is a vital mineral, which helps normalize the heartbeat, sends oxygen to the brain and regulates your body's water balance. When we are stressed, our metabolic rate rises, thereby reducing our potassium levels. These can be rebalanced with the help of a high-potassium banana snack.
Strokes: According to research in "The New England Journal of Medicine, "eating bananas as part of a regular diet can cut the risk of death by strokes by as much as 40%!
Warts: Those keen on natural alternatives swear that if you want to kill Off a wart, take a piece of banana skin and place it on the wart, with the yellow side out. Carefully hold the skin in place with a plaster or surgical tape!
So, a banana really is a natural remedy for many ills. When you compare it to an apple, it has four times the protein, twice the carbohydrate, three times the phosphorus, five times the vitamin A and iron, and twice the other vitamins and minerals. It is also rich in potassium and is one of the best value foods around. So maybe its time to change that well-known phrase so that we say, "A banana a day keeps the doctor away!"
PS: Bananas must be the reason monkeys are so happy all the time! I will Add one here; want a quick shine on our shoes?? Take the INSIDE of the banana skin, and rub directly on the shoe...polish with dry cloth.Amazing fruit.
Oleh Dewi Utama Faizah. bekerja di Direktorat pendidikan TK dan SD Ditjen Dikdasmen, Depdiknas, Program Director untuk Institut Pengembangan Pendidikan Karakter divisi dari Indonesia Heritage Foundation.
Anak-anak yang digegas Menjadi cepat mekar Cepat matang Cepat layu... Pendidikan bagi anak usia dini sekarang tengah marak-maraknya. Dimana mana orang tua merasakan pentingnya mendidik anak melalui lembaga persekolahan yang ada. Mereka pun berlomba untuk memberikan anak-anak mereka pelayanan pendidikan yang baik. Taman kanak-kanak pun berdiri dengan berbagai rupa, di kota hingga ke desa. Kursus-kursus kilat untuk anak-anak pun juga bertaburan di berbagai tempat. Tawaran berbagai macam bentuk pendidikan ini amat beragam. Mulai dari yang puluhan ribu hingga jutaan rupiah per bulannya. Dari kursus yang dapat membuat otak anak cerdas dan pintar berhitung, cakap berbagai bahasa, hingga fisik kuat dan sehat melalui kegiatan menari, main musik dan berenang. Dunia pendidikan saat ini betul-betul penuh dengan denyut kegairahan. Penuh tawaran yang menggiurkan yang terkadang menguras isi kantung orangtua ...
Captive market! Kondisi diatas terlihat biasa saja bagi orang awam. Namun apabila kita amati lebih cermat, dan kita baca berbagai informasi di intenet dan lileratur yang ada tentang bagaimana pendidikan yang patut bagi anak usia dini, maka kita akan terkejut! Saat ini hampir sebagian besar penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak usia dini melakukan kesalahan. Di samping ketidak patutan yang dilakukan oleh orang tua akibat ketidak tahuannya!
Anak-Anak Yang Digegas... Ada beberapa indikator untuk melihat berbagai ketidakpatutan terhadap anak. Diantaranya yang paling menonjol adalah orientasi pada kemampuan intelektual secara dini. Akibatnva bermunculanlah anak-anak ajaib dengan kepintaran intelektual luar biasa. Mereka dicoba untuk menjalani akselerasi dalam pendidikannya dengan memperoleh pengayaan kecakapan-kecakapan akademik dl dalam dan di luar sekolah.
Kasus yang pernah dimuat tentang kisah seorang anak pintar karbitan ini terjadi pada tahun 1930, seperti yang dimuat majalah New Yorker. Terjadi pada seorang anak yang bernama William James Sidis, putra scorang psikiater. Kecerdasan otaknya membuat anak itu segera masuk Harvard College walaupun usianya masih 11 tahun. Kecerdasannya dibidang matematika begitu mengesankan banyak orang. Prestasinya sebagai anak jenius menghiasi berbagai media masa. Namun apa yang terjadi kemudian? James Thurber seorang wartawan terkemuka. pada suatu hari menemukan seorang pemulung mobil tua, yang tak lain adalah William James Sidis. Si anak ajaib yang begitu dibanggakan dan membuat orang banyak berdecak kagum pada beberapa waktu silam.
Kisah lain tentang kehebatan kognitif yang diberdayakan juga terjadi pada scorang anak perempuan bernama Edith. Terjadi pada tahun 1952, dimana seorang Ibu yang bemama Aaron Stern telah berhasil melakukan eksperimen menyiapkan lingkungan yang sangat menstimulasi perkembangan kognitif anaknya, sejak si anak masih berupa janin. Baru saja bayi itu lahir ibunya telah memperdengarkan suara musik klasik di telinga sang bayi. Kemudian diajak berbicara dengan mcnggunakan bahasa orang dewasa. Setiap saat sang bayi dikenalkan kartu-kartu bergambar dan kosa kata baru. Hasilnya sungguh mencengangkan! Di usia 1 tahun Edith telah dapat berbicara dengan kalimat sempurna. Di usia 5 tahun Edith telah menyelesaikan membaca ensiklopedi Britannica. Usia 9 tahun ia membaca enam buah buku dan Koran New York Times setiap h arin ya. Usia 12 tahun dia masuk universitas. Ketika usianya menginjak 15 lahun la menjadi guru matematika di Michigan State University . Aaron Stem berhasil menjadikan Edith anak jenius karena terkait dengan kapasitas otak yang sangat tak berhingga. Namun khabar Edith selanjutnya juga tidak terdengar lagi ketika ia dewasa. Banyak kesuksesan yang diraih anak saat ia menjadi anak, tidak menjadi sesuatu yang bemakna dalam kehidupan anak ketika ia menjadi manusia dewasa.
Berbeda dengan banyak kasus legendaris orang-orang terkenal yang berhasil mengguncang dunia dengan penemuannya. Di saat mereka kecil mereka hanyalah anak-anak biasa yang terkadang juga dilabel sebagai murid yang dungu. Seperti halnya Einstien yang mengalami kesulitan belajar hingga kelas 3 SD. Dia dicap sebagai anak bebal yang suka melamun.
Selama berpuluh-puluh tahun orang begitu yakin bahwa keberhasilan anak di masa depan sangat ditentukan oleh faktor kogtutif. Otak memang memiliki kemampuan luar biasa yang tiada berhingga. Oleh karena itu banyak orangtua dan para pendidik tergoda untuk melakukan "Early Childhood Training". Era pemberdayaan otak mencapai masa keemasanmya. Setiap orangtua dan pendidik berlomba-lomba menjadikan anak-anak mereka menjadi anak-anak yang super (Superkids). Kurikulum pun dikemas dengan muatan 90 % bermuatan kognitif yang mengfungsikan belahan otak kiri. Sementara fungsi belahan otak kanan hanya mendapat porsi 10% saja. Ketidakseimbangan dalam memfungsikan ke dua belahan otak dalam proses pendidikan di sekolah sangat mencolok. Hal ini terjadi sekarang dimana-rnana, di Indonesia.
"Early Ripe, early Rot...!" Gejala ketidakpatutan dalam mendidik ini mulai terlihat pada tahun 1990 di Ame rika . Saat orangtua dan para professional merasakan pentingnya pendidikan bagi anak-anak semenjak usia dini. Orangtua merasa apabila mereka tidak segera mengajarkan anak-anak mereka berhitung, membaca dan menulis sejak dini maka mereka akan kehilangan "peluang emas" bagi anak-anak mereka selanjutnya. Mereka memasukkan anak-anak mereka sesegera mungkin ke Taman Kanak­ Kanak (Pra Sekolah). Taman Kanak-kanak pun dengan senang hati menerima anak-anak yang masih berusia di bawah usia 4 tahun. Kepada anak-anak ini gurunya membelajarkan membaca dan berhitung secara formal sebagai pemula.
Terjadinya kemajuan radikal dalam pendidikan usia dini di Ame rika sudah dirasakan saat Rusia meluncurkan Sputnik pada tahun 1957. Mulailah "Era Headstart" merancah dunia pendidikan. Para akademisi begitu optimis untuk membelajarkan wins dan matematika kepada anak sebanyak dan sebisa mereka (tiada berhingga). Sementara mereka tidak tahu banyak tentang anak, apa yang mereka butuhkan dan inginkan sebagai anak.
Puncak keoptimisan era Headstart diakhiri dengan pernyataan Jerome Bruner, seorang psikolog dari Harvard University yang menulis sebuah buku terkenal "The Process of Education" pada tahun 1990, la menyatakan bahwa kompetensi anak untuk belajar sangat tidak berhingga. Inilah buku suci pendidikan yang mereformasi kurikulum pendidikan di Ame rika . "We begin with the hypothesis that any subject can be taught effectively in some intellectually honest way to any child at any stage of development" . Inilah kalimat yang merupakan hipotesis Bruner yang di salahartikan oleh banyak pendidik, yang akhirnya menjadi bencana! Pendi dikan dilaksanakan dengan cara memaksa otak kiri anak sehingga membuat mereka cepat matang dan cepat busuk... early ripe, early rot!
Anak-anak menjadi tertekan. Mulai dari tingkat pra sekolah hingga usia SD. Di rumah para orangtua kemudian juga melakukan hal yang sama, yaitu mengajarkan sedini mungkin anak-anak mereka membaca ketika Glenn Doman menuliskan kiat-kiat praktis membelajarkan bayi membaca.
Bencana berikutnya datang saat Arnold Gesell memaparkan konsep "kesiapan-readiness " dalam ilmu psikologi perkembangan temuannya yang mendapat banyak decakan kagum. Ia berpendapat tentang "biological limitiions on learning'. Untuk itu ia menekankan perlunya dilakukan intervensi dini dan rangsangan inlelektual dini kepada anak agar mereka segera siap belajar apapun.
Tekanan yang bertubi-tubi dalam memperoleh kecakapan akademik di sekolah membuat anak ­anak menjadi cepat mekar. Anak -anak menjadi "miniature orang dewasa ". Lihatlah sekarang, anak-anak itu juga bertingkah polah sebagaimana layaknya orang dewasa. Mereka berpakaian seperti orang dewasa, berlaku pun juga seperti orang dewasa. Di sisi lain media pun merangsang anak untuk cepat mekar terkait dengan musik, buku, film, televisi, dan internet. Lihatlah maraknya program teve yang belum pantas ditonton anak anak yang ditayangkan di pagi atau pun sore hari. Media begitu merangsang keingintahuan anak tentang dunia seputar orang dewasa. sebagai seksual promosi yang menyesatkan. Pendek kata media telah memekarkan bahasa, berpikir dan perilaku anak tumbuh kembang secara cepat.
Tapi apakah kita tahu bagaimana tentang emosi dan perasaan anak? Apakah faktor emosi dan perasaan juga dapat digegas untuk dimekarkan seperti halnya kecerdasan? Perasaan dan emosi ternyata memiliki waktu dan ritmenya sendiri yang tidak dapat digegas atau dikarbit. Bisa saja anak terlihat berpenampilan sebagai layaknya orang dewasa, tetapi perasaan mereka tidak seperti orang dewasa. Anak-anak memang terlihat tumbuh cepat di berbagai hal tetapi tidak di semua hal. Tumbuh mekarnya emosi sangat berbeda dengan tumbuh mekarnya kecerdasan (intelektual) anak. Oleh karena perkembangan emosi lebih rumit dan sukar, terkait dengan berbagai keadaan, Cobalah perhatikan, khususnva saat perilaku anak menampilkan gaya "kedewasaan ", sementara perasaannya menangis berteriak sebagai "anak".
Seperti sebuah lagu popular yang pernah dinyanyikan suara emas seorang anak laki-laki "Heintje" di era tahun 70-an... I'm Nobody'S Child I'M NOBODY'S CHILD I'M nobody's child I'm nobodys child Just like aflower I'm growing wild No mommies kisses and no daddy's smile Nobody's louch me I'm nobody's child.
Dampak berikutnya terjadi ... ketika anak memasuki usia remaja Akibat negatif lainnya dari anak-anak karbitan terlihat ketika ia memasuki usia remaja. Mereka tidak segan segan mempertontonkan berbagai macam perilaku yang tidak patut. Patricia O'Brien menamakannya sebagai "The Shrinking of Childhood". Lu belum tahu ya... bahwa gue telah melakukan segalanya", begitu pengakuan seorang remaja pria berusia 12 tahun kepada teman-temannya. "Gue tahu apa itu minuman keras, drug, dan seks " serunya bangga.
Berbagai kasus yang terjadi pada anak-anak karbitan memperlihatkan bagaimana pengaruh tekanan dini pada anak akan menyebabkan berbagai gangguan kepribadian dan emosi pada anak. Oleh karena ketika semua menjadi cepat mekar.... kebutuhan emosi dan sosial anak jadi tak dipedulikan! Sementara anak sendiri membutuhkan waktu untuk tumbuh, untuk belajar dan untuk berkembang, ...sebuah proses dalam kehidupannya !
Saat ini terlihat kecenderungan keluarga muda lapisan menengah ke atas yang berkarier di luar rumah tidak memiliki waktu banyak dengan anak-anak mereka. Atau pun jika si ibu berkarier di dalam rumah, ia lebih mengandalkan tenaga "baby sitter" sebagai pengasuh anak-anaknva. Colette Dowling menamakan ibu-ibu muda kelompok ini sebagai "Cinderella Syndrome" yang senang window shopping, ikut arisan, ke salon memanjakan diri, atau menonton telenovela atau buku romantis. Sebagai bentuk ilusi rnenghindari kehidupan nyata vang mereka jalani.
Kelompok ini akan sangat bangga jika anak-anak mereka bersekolah di lembaga pendidikan yang mahal, ikut berbagai kegiatan kurikuler, ikut berbagai Les, dan mengikuti berbagai arena, seperti lomba penyanyi cilik, lomba model ini dan itu. Para orangtua ini juga sangat bangga jika anak-anak mereka superior di segala bidang, bukan hanya di sekolah. Sementara orangtua yang sibuk juga mewakilkan diri mereka kepada baby sitter terhadap pengasuhan dan pendidikan anak­-anak mereka. Tidak jarang para baby sitter ini mengikuti pendidikan parenting di Iembaga pendidikan eksekutif sebagai wakil dari orang tua.
ERA SUPERKIDS Kecenderungan orangtua menjadikan anaknva "be special " daripada "be average or normal" sernakin marak terlihat. Orangtua sangat ingin anak-anak mereka menjadi "to exel to be the best". Sebetulnya tidak ada yang salah. Nanun ketika anak-anak mereka digegas untuk mulai mengikuti berbagai kepentingan orangtua untuk menyuruh anak mereka mengikuti beragam kegiatan, seperti kegiatan mental aritmatik, sempoa, renang, basket, balet, tari ball, piano, biola, melukis, dan banyak lagi lainnya...maka lahirlah anak-anak super---"SUPERKIDS' ". Cost merawat anak supcrkids ini sangat mahal.
Era Superkids berorientasi kepada "Competent Child". Orangtua saling berkompetisi dalam mendidik anak karena mereka percaya "earlier is better". Semakin dini dan cepat dalam menginvestasikan beragam pengetahuan ke dalam diri anak mereka, maka itu akan semakin baik. Neil Posmant seorang sosiolog Ame rika pada tahun 80-an meramalkan bahwa jika anak-anak tercabut dari masa kanak-kanaknya, maka lihatlah... ketika anak anak itu menjadi dewasa, maka ia akan menjadi orang dewasa yang ke kanak-kanakan!
BERBAGAI GAYA ORANGTUA Kondisi ketidakpatutan dalam memperIakukan anak ini telah melahirkan berbagai gaya orangtua (Parenting Style) yang melakukan kesalahan "miseducation" terhadap pengasuhan pendidikan anak-anaknya. Elkind (1989) mengelompokkan berbagai gaya orangtua dalam pengasuhan, antara lain:
Gourmet Parents-- (ORTU B0RJU) Mereka adalah kelompok pasangan muda yang sukses. Memiliki rumah bagus, mobil mewah, liburan ke tempat-tempat yang eksotis di dunia, dengan gaya hidup kebarat baratan. Apabila menjadi orangtua maka mereka akan cenderung merawat anak-anaknya seperti halnya merawat karier dan harta mereka. Penuh dengan ambisi! Berbagai macam buku akan dibaca karena ingin tahu isu-isu mutakhir tentang cara mengasuh anak. Mereka sangat percaya bahwa tugas pengasuhan yang baik seperti halnya membangun karier, maka "superkids" merupakan bukti dari kehebatan mereka sebagai orangtua.
Orangtua kelompok ini memakaikan anak-anaknva baju-baju mahal bermerek terkenal, memasukkannya ke dalam program-program eksklusif yang prestisius. Keluar masuk restoran mahal. Usia 3 tahun anak-anak mereka sudah diajak tamasya keliling dunia mendampingi orangtuanya. Jika suatu saat kita melihat sebuah sekolah yang halaman parkirnya dipenuhi oleh berbagai merek mobil terkenal, maka itulah sekolah banyak kelompok orangtua "gourmet " atau- kelompok borju menyekolahkan anak-anaknya.
College Degree Parents --- (ORTU INTELEK ) Kelompok ini merupakan bentuk lain dari keluarga intelek yang menengah ke atas. Mereka sangat peduli dengan pendidikan anak-anaknya. Sering melibatkan diri dalam barbagai kegiatan di sekolah anaknya. Misalnya membantu membuat majalah dinding, dan kegiatan ekstra kurikular lainnya. Mereka percaya pendidikan yang baik merupakan pondasi dari kesuksesan hidup. Terkadang mereka juga tergiur menjadikan anak-anak mereka "Superkids ", Apabila si anak memperlihatkan kemampuan akademik yang tinggi. Terkadang mereka juga memasukkan anak-anaknya ke sekolah mahal yang prestisius sebagai bukti bahwa mereka mampu dan percaya bahwa pendidikan yang baik tentu juga harus dibayar dengan pantas. Kelebihan kelompok ini adalah sangat peduli dan kritis terhadap kurikulum yang dilaksanakan di sekolah anak anaknya. Dan dalam banyak hal mereka banyak membantu dan peduli dengan kondisi sekolah.
Gold Medal Parents --(ORTU SELEBRITIS ) Kelompok ini adalah kelompok orangtua yang menginginkan anak-anaknya menjadi kompetitor dalam berbagai gelanggang. Mereka sering mengikutkan anaknya ke berbagai kompctisi dan gelanggang. Ada gelanggang ilmu pengetahuan seperti Olimpiade matematika dan sains yang akhir-akhir ini lagi marak di Indonesia . Ada juga gelanggang seni seperti ikut menyanyi, kontes menari, terkadang kontes kecantikan. Berbagai cara akan mereka tempuh agar anak-anaknya dapat meraih kemenangan dan merijadi "seorang Bintang Sejati ". Sejak dini mereka persiapkan anak-anak mereka menjadi "Sang Juara", mulai dari juara renang, menyanyi dan melukis hingga none abang cilik kelika anak-anak mereka masih berusia TK.
Sebagai ilustrasi dalam sebuah arena lomba ratu cilik di Padang puluhan anak-anak TK baik laki-laki maupun perempuan tengah menunggu di mulainya lomba pakaian adat. Ruangan yang sesak, penuh asap rokok, dan acara yang molor menunggu datangnya tokoh anak dari Jakarta . Anak-anak mulai resah, berkeringat, mata memerah karena keringat melelehi mascara anak kecil mereka. Para orangtua masih bersemangat, membujuk anak-anaknya bersabar.
Mengharapkan acara segera di mulai dan anaknya akan kelular sebagai pemenang. Sementara pihak penyelenggara mengusir panas dengan berkipas kertas.Banyak kasus yang mengenaskan menimpa diri anak akibat perilaku ambisi kelompok gold medal parents ini. Sebagai contoh pada tahun 70-an seorang gadis kecil pesenam usia TK rnengalami kelainan tulang akibat ambisi ayahnya yang guru olahraga. Atau kasus "bintang cilik" Yoan Tanamal yang mengalami tekanan hidup dari dunia glamour masa kanak-kanaknya. Kemudian menjadikannya pengguna dan pengedar narkoba hingga menjadi penghuni penjara. Atau bintang cilik dunia Heintje yang setelah dewasa hanya menjadi pasien dokter jiwa. Gold medal parent menimbulkan banyak bencana pada anak-anak mereka!
Pada tanggal 29 Mei lalu kita saksikan di TV bagaimana bintang cilik "Joshua" yang bintangnya mulai meredup dan mengkhawatirkan orangtuanya. Orangtua Joshua berambisi untuk kembali menjadikan anaknya seorang bintang dengan kembali menggelar konser tunggal. Sebagian dari kita tentu masih ingat bagaimana lucu dan pintarnya. Joshua ketika berumur kurang 3 tahun. Dia muncul di TV sebagai anak ajaib karena dapat menghapal puluhan nama-nama kepala negara. kemudian di usia balitanya dia menjadi penyanyi cilik terkenal. Kita kagum bagaimana seorang bapak yang tamatan SMU dan bekerja di salon dapat membentuk dan menjadikan anaknya seorang "superkid" --seorang penyanyi sekaligus seorang bintang film....
Do-it Yourself Parents Merupakan kelompok orangtua yang mengasuh anak-anaknya secara alami dan menyatu dengan semesta. Mereka sering menjadi pelayanan professional di bidang sosial dan kesehatan, sebagai pekerja sosial di sekolah, di tempat ibadah, di Posyandu dan di perpustakaan. Kelompok ini menyekolahkan anak-anaknya di sekolah negeri yang tidak begitu mahal dan sesuai dengan keuangan mereka. Walaupun begitu kelompok ini juga bemimpi untuk menjadikan anak-anaknya "Superkids" --earlier is better". Dalam kehidupan sehari-hari anak-anak mereka diajak mencintai lingkungannya. Mereka juga mengajarkan merawat dan memelihara hewan atau tumbuhan yang mereka sukai. Kelompok ini merupakan kelompok penyayang binatang, dan mencintai lingkungan hidup yang bersih.
Outward Bound Parents--- (ORTU PARANOID) Untuk orangtua kelompok ini mereka memprioritaskan pendidikan yang dapat memberi kenyamanan dan ke selamat an kepada anak-anaknya. Tujuan mereka sederhana, agar anak-anak dapat bertahan di dunia yang penuh dengan permusuhan. Dunia di luar keluarga mereka dianggap penuh dengan marabahaya. Jika mereka menyekolahkan anak-anaknya maka mereka lebih memilih sekolah yang nyaman dan tidak melewati tempat tempat tawuran yang berbahaya. Seperti halnya Do It Yourself Parents, kelompok ini secara tak disengaja juga terkadang terpengaruh dan menerima konsep "Superkids" Mereka mengharapkan anak-anaknya menjadi anak-anak yang hebat agar dapat melindungi diri mereka dari berbagai macam marabahaya. Terkadang mereka melatih kecakapan melindungi diri dari bahaya, seperti memasukkan anak-anaknya "Karate, Yudo, pencak Silat" sejak dini. Ketidakpatutan pemikiran kelompok ini dalam mendidik anak-anaknya adalah bahwa mereka terlalu berlebihan melihat marabahaya di luar rumah tangga mereka, mudah panik dan ketakutan melihat situasi yang selalu mereka pikir akan membawa dampak buruk kepada anak. Akibatnya anak-anak mereka menjadi "steril" dengan lingkungannya.
Prodigy Parents --(ORTU INSTANT) Merupakan kelompok orangtua yang sukses dalam karier namun tidak memiliki pendidikan yang cukup. Mereka cukup berada, narnun tidak berpendidikan yang baik. Mereka memandang kesuksesan mereka di dunia bisnis merupakan bakat semata. Oleh karena itu mereka juga memandang sekolah dengan sebelah mata, hanya sebagai kekuatan yang akan menumpulkan kemampuan anak-anaknya.
Tidak kalah mengejutkannya, mereka juga memandang anak-anaknya akan hebat dan sukses seperti mereka tanpa memikirkan pendidikan seperti apa yang cocok dibe rika n kepada anak-anaknya. Oleh karena itu mereka sangat mudah terpengaruh kiat-kiat atau cara unik dalam mendidik anak tanpa bersekolah. Buku-buku instant dalam mendidik anak sangat mereka sukai. Misalnya buku tentang "Kiat-Kiat Mengajarkan bayi Membaca" karangan Glenn Doman , atau "Kiat-Kiat Mengajarkan Bayi Matematika" karangan Siegfried, "Be rika n Anakmu pemikiran Cemerlang" karangan Therese Engelmann, dan "Kiat-Kiat Mengajarkan Anak Dapat Membaca Dalam Waktu 9 Hari" karangan Sidney Ledson .
Encounter Group Parents--( ORTU NGERUMPI ) Merupakan kelompok orangtua yang memiliki dan menyenangi pergaulan. Mereka terkadang cukup berpendidikan, namun tidak cukup berada atau terkadang tidak memiliki pekerjaan tetap (luntang lantung). Terkadang mereka juga merupakan kelompok orangtua yang kurang bahagia dalam perkawinannya. Mereka menyukai dan sangat mementingkan nilai-nilai relationship dalam membina hubungan dengan orang lain. Sebagai akibatnya kelompok ini sering melakukan ketidakpatutan dalam mendidik anak-­anak dengan berbagai perilaku "gang ngrumpi" yang terkadang mengabaikan anak. Kelompok ini banyak membuang-buang waktu dalam kelompoknya sehingga mengabaikan fungsi mereka sebagai orangtua. Atau pun jika mereka memiliki aktivitas di kelompokya lebih berorientasi kepada kepentingan kelompok mereka. Kelompok ini sangat mudah terpengaruh dan latah untuk memilihkan pendidikan bagi anak-anaknya. Menjadikan anak-anak mereka sebagai "Superkids" juga sangat diharapkan. Namun banyak dari anak anak mereka biasanya kurang menampilkan minat dan prestasi yang diharapkan.
Milk and Cookies Parents-(ORTU IDEAL) Kelompok ini merupakan kelompok orangtua yang memiliki masa kanak-kanak yang bahagia, yang memiliki kehidupan masa kecil yang sehat dan manis. Mereka cenderung menjadi orangtua yang hangat dan menyayangi anak-anaknya dengan tulus. Mereka juga sangat peduli dan mengiringi tumbuh kembang anak-anak mereka dengan penuh dukungan.
Kelompok ini tidak berpeluang menjadi oraugtua yang melakukan "miseducation" dalam merawat dan mengasuh anak-anaknva. Mereka membe rika n lingkungan yang nyaman kepada anak-anaknya dengan penuh perhatian, dan tumpahan cinta kasih yang tulus sebagai orang tua.
Mereka memenuhi rumah tangga mereka dengan buku-buku, lukisan dan musik yang disukai oleh anak-anaknya. Mereka berdiskusi di ruang makan, bersahabat dan menciptakan lingkungan yang menstimulasi anak-anak mereka untuk tumbuh mekar segala potensi dirinya. Anak-anak mereka pun meninggalkan masa kanak-kanak dengan penuh kenangan indah yang menyebabkan. Kehangatan hidup berkeluarga menumbuhkan kekuatan rasa yang sehat pada anak untuk percaya diri dan antusias dalam kehidupan belajar. Kelompok ini merupakan kelompok orangtua yang menjalankan tugasnya dengan patut kepada anak-anak mereka. Mereka bcgitu yakin bahwa anak membutuhkan suatu proses dan waktu untuk dapat menemukan sendiri keistimewaan yang dimilikinya.
Dengan kata lain mereka percaya bahwa anak sendirilah yang akan menemukan sendiri kekuatan didirinya. Bagi mereka setiap anak adalah benar-benar scorang anak yang hebat dengan kekuatan potensi yang juga berbeda dan unik!
Kamu harus tahu bahwa tiada satu pun yang lebih tinggi, atau lebih kuat, atau lebih baik, atau pun lebih berharga dalam kehidupan nanti daripada kenangan indah ­terutama kenangan manis di masa kanak-kanak. Kamu mendengar banyak hal tentang pendidikan, namun beberapa hal yang indah, kenangan berharga yang tersimpan sejak kecil adalah mungkin itu pendidikan yang terbaik. Apabila seseorang menyimpan banyak kenangan indah di masa kecilnya, maka kelak seluruh kehidupannya akan ter selamat kan. Bahkan apabila hanya ada satu saja kenangan indah yang tersiampan dalam hati kita, maka itulah kenangan yang akan membe rika n satu hari untuk ke selamat an kita" (destoyevsky' s brothers karamoz)
PERSPEKTIF SEKOLAH YANG MENGKARBIT ANAK Kecenderungan sekolah untuk melakukan pengkarbitan kepada anak didiknya juga terlihat jelas. Hal ini terjadi ketika sekolah berorientasi kepada produk daripada proses pembelajaran. Sekolah terlihat sebagai sebuah "Industri" dengan tawaran-tawaran menarik yang mengabaikan kebutuhan anak. Ada program akselerasi, ada program kelas unggulan. Pekerjaan rumah yang menumpuk. Tugas-tugas dalam bentuk hanya lembaran kerja. Kemudian guru-guru yang sibuk sebagai "Operator kurikulum" dan tidak punya waktu mempersiapkan materi ajar karena rangkap tugas sebagai administrator sekolah. Sebagai guru kelas yang mengawasi dan mengajar terkadang lebih dari 40 anak, guru hanya dapat menjadi "pengabar isi buku pelajaran" ketimbang menjalankan fungsi edukatif dalam menfasilitasi pembelajaran. Di saat-saat tertentu sekolah akan menggunakan "mesin-mesin dalam menskor" capaian prestasi yang diperoleh anak setelah dibe rika n ujian berupa potongan-potongan mata pelajaran. Anak didik menjadi dimiskinkan dalam menjalani pendidikan di sekolah. Pikiran mereka diforsir untuk menghapalkan atau melakukan tugas-tugas yang tidak mereka butuhkan sebagai anak. Manfaat apa yang mereka peroleh jika guru menyita anak membuat bagan organisasi sebuah birokrasi? Manfaat apa yang dirasakan anak jika mereka diminta membuat PR yang menuliskan susunan kabinet yang ada di pemerintahan? Manfaat apa yang dimiliki anak jika ia disuruh menghapal kalimat-kalimat yang ada di dalam buku pelajaran? Tumpulnya rasa dalam mencerna apa yang dipikirkan oleh otak dengan apa yang direfleksikan dalam sanubari dan perilaku-perilaku keseharian mereka sebagai anak menjadi semakin senjang. Anak-anak tahu banyak tentang pengetahuan yang dilatihkan melalui berbagai mata pelajaran yang ada dalam kurikulum persekolahan, namun mereka bingung mengimplementasikan dalam kehidupan nyata. Sepanjang hari mereka bersekolah di sekolah untuk sekolah... dengan tugas-tugas dan PR yang menumpuk.... Namun sekolah tidak mengerti bahwa anak sebenarnya butuh bersekolah untuk menyongsong kehidupannya! Lihatlah, mereka semua belajar dengan cara yang sama. Membangun 90 % kognitif dengan 10 % afektif. Paulo Freire mengatakan bahwa sekolah telah melakukan "pedagogy of the oppressed" terhadap anak-anak didiknya. Dimana guru mengajar, anak diajar, guru mengerti semuanya dan anak tidak tahu apa-apa, guru berpikir dan anak dipikirkan, guru berbicara dan anak mendengarkan, guru mendisiplin dan anak didisiplin, guru memilih dan mendesakkan pilihannya dan anak hanya mengikuti, guru bertindak dan anak hanya membayangkan bertindak lewat cerita guru, guru memilih isi program dan anak menjalaninya begitu saja, guru adalah subjek dan anak adalah objek dari proses pembelajaran (Freire, 1993). Model pembelajaran banking system ini dikritik habis-habisan sebagai masalah kemanusiaan terbesar. Belum lagi persaingan antar sekolah. dan persaingan ranking wilayah....
Mengkompetensi Anak--- merupakan " KETIDAKPATUTAN PENDIDIKAN ?" Anak adalah anugrah Tuhan... sebagai hadiah kepada semesta alam, tetapi citra anak dibentuk oleh sentuhan tangan-tangan manusia dewasa yang bertanggungjawab. "(Nature versus Nurture) bagaimana ?" Karena ada dua pengertian kompetensi. kompetensi yang datang dari kebutuhan di luar diri anak (direkayasa oleh orang dewasa) atau kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dari dalam diri anak sendiri. SSebagai contoh adalah konsep kompetensi yang dikemukakan oleh John Watson (psikolog) pada tahun 1920 yang mengatakan bahwa bayi dapat ditempa menjadi apapun sesuai kehendak kita ­sebagai komponen sentral dari konsep kompetensi. Jika bayi-bayi mampu jadi pembelajar, maka mereka juga dapat dibentuk melalui pembelajaran dini.
Kata-kata Watson yang sangat terkenal adalah sebagai berikut : "Give me a dozen healthy infants, well formed and my own special world to bring them up in, and I'll guarantee you to take any one at random and train him to become any type of specialist I might select -- doctor, lawyer, artist, merchant chief and yes, even beggar and thief regardless of this talents, penchants, tendencies, vocations, and race of his ancestors "
Pemikiran Watson membuat banyak orang tua melahirkan "intervensi dini" setelah mereka melakukan serangkaian tes Inteligensi kepada anak-anaknya. Ada sebuah kasus kontroversi yang terjadi di Institut New Jersey pada tahun 1979. Dimana guru-guru melakukan serangkaian program tes untuk mengukur "Kecakapan Dasar Minimum (Minimum Basic Skill)" dalam mata pelajaran membaca dan matematika. Hasil dari pelaksanaan program ini dilaporkan kolomnis pendidikan Fred Hechinger kepada New York Times sebagai berikut : "The improvement in those areas were not the result of any magic program or any singular teaching strategy, they were... simply proof that accountability is crucial and that, in the past five years, it has paid off in New Yersey"
Juga belajar dari biografi tiga orang tokoh legendaris dunia seperti Eleanor Roosevelt, Albert Einstein dan Thomas Edison, yang diilustrasikan sebagai anak-anak yang bodoh dan mengalami keterlambatan dalam akademik ketika mereka bersekolah di SD kelas rendah. semestinya kita dapat menyimpulkan bahwa pendidikan dini sangat berbahaya jika dibuatkan kompetensi-& shy;kompetensi perolehan pengetahuan hanya secara kognitif. Oleh karena hingga hari ini sekolah belum mampu menjawab dan dapat menampilkan kompetensi emosi sosial anak dalam proses pembelajaran. Pendi dikan anak seutuhnya yang terkait dengan berbagai aspek seperti emosi, sosial, kognitif pisik, dan moral belum dapat dikemas dalam pembelajaran di sekolah secara terintegrasi. Sementara pendidikan sejati adalah pendidikan yang mampu melibatkan berbagai aspek yang dimiliki anak sebagai kompetensi yang beragam dan unik untuk dibelajarkan. Bukan anak dibelajarkan untuk di tes dan di skor saja!. Pendidikan sejati bukanlah paket-paket atau kemasan pembelajaran yang berkeping-keping, tetapi bagaimana secara spontan anak dapat terus menerus merawat minat dan keingintahuan untuk belajar. Anak mengenali tumbuh kembang yang terjadi secara berkelangsungan dalam kehidupannya. Perilaku keingintahuan -"curiosity" inilah yang banyak tercabut dalam sistem persekolahan kita. Akademik Bukanlah Keutuhan Dari Sebuah Pendi dikan!. "Empty Sacks will never stand upright" --- George Eliot
Pendi dikan anak seutuhnya tentu saja bukan hanya mengasah kognitif melalui kecakapan akademik semata! Sebuah pendidikan yang utuh akan membangun secara bersamaan, pikiran, hati, pisik, dan jiwa yang dimiliki anak didiknya. Membelajarkan secara serempak pikiran, hati. dan pisik anak akan menumbuhkan semangat belajar sepanjang hidup mereka. Di sinilah dibutuhkannya peranan guru sebagai pendidik akademik dan pendidik sanubari "karakter". Dimana mereka mendidik anak menjadi "good and smart " terang hati dan pikiran. Sebuah pendidikan yang baik akan melahirkan "how learn to learn" pada anak didik mereka. Guru-guru yang bersemangat memberi keyakinan kepada anak didiknya bahwa mereka akan memperoleh kecakapan berpikir tinggi, dengan berpikir kritis, dan cakap memecahkan masalah hidup yang mereka hadapi sebagai bagian dari proses mental. Pengetahuan yang terbina dengan baik yang melibatkan aspek kognitif dan emosi, akan melahirkan berbagai kreativitas.
Leonardo da Vinci seorang pelukis besar telah menghabiskan waktunya berjam-jam untuk belajar anatomi tubuh manusia. Thomas Edison mengatakan bahwa "genius is 1 percent inspiration and 99 percent perspiration ". Semangat belajar "encourige" tidak dapat muncul tiba-tiba di diri anak. Perlu proses yang melibatkan hati, kesukaan dan kecintaan belajar.
Sementara di sekolah banyak anak patah hati karena gurunya yang tidak mencintai mereka sebagai anak. Selanjutnya misi sekolah lainnya yang paling fundamental adalah mengalirkan "moral litermy" melalui pendidikan karakter. Kita harus ingat bahwa kecerdasan saja tidak cukup. Kecerdasan plus karakter inilah tujuan sejati sebuah pendidikan (Martin Luther King, Jr ). lnilah keharmonisan dari pendidikan, bagaimana menyeimbangkan fungsi otak kiri dan kanan, antara kecerdasan hati dan pikiran, antara pengetahuan yang berguna dengan perbuatan yang baik ....
PENUTUP Mengembalikan pendidikan pada hakikatnya untuk menjadikan manusia yang terang hati dan terang pikiran "good and smart" merupakan tugas kita bersama. Melakukan reformasi dalam pendidikan merupakan kerja keras yang mesti dilakukan secara serempak, antara sekolah dan masyarakat, khususnya antara guru dan orangtua. Pendi dikan yang ada sekarang ini banyak yang tidak berorientasi kepada kebutuhan anak sehingga tidak dapat memekarkan segala potensi yang dimiliki anak. Atau pun jika ada yang terjadi adalah ketidakseimbangan yang cenderung memekarkan aspek kognitif dan mengabaikan faktor emosi.
Begitu juga orangtua. Mereka berkecenderungan melakukan training dini kepada anak. Mereka ingin anak-anak mereka menjadi "SUPERKIDS". Inilah fenomena yang sedang trend akhir-akhir ini. Inilah juga awal dari lahirnya era anak-anak karbitan! Lihatlah nanti ketika anak-anak karbitan itu menjadi dewasa, maka mereka akan menjadi orang dewasa yang ke kanak-kanakan.
Wants to feel like a cinderella? Tapi udah kesal atau putus asa karena belum ketemu juga sama pangeran kita? Hmm.. kayaknya perlu diliat kebelakang deh.. Jangan-jangan gara-gara kita juga! Apakah kita itu perfeksionis? Periksa apakah kita terlalu milih-milih banget masalah cowok. Apa kita pernah dideketin sama cowok ganteng tapi dia playboy, trus kita ngabur? Ato pernah ketemu cowok yang perhatian dan buaaiikkk buaaangett (berlebihan yak?) tapi gara-gara ada tahi lalat di hidungnya, malah bikin ilfill? Cowok kita cakep, tapi rese, malah milih diputusin aja? Ato kita milih cowok yang punya mobil, punya Hape model terbaru? Kalo iya, berarti kita termasuk perfeksionis sama cowok guys... Berikut hal yang mungkin kenapa kamu belum bisa menemukan sang pangeranmu... 1. Too picky Yah, kamu terlalu memilih. Harus perfect, harus sesuai dengan impianmu.. Pintar, cakep, kaya, bla... bla.. bla.. Well, kayaknya kurangi deh sedikit aja persyaratannya, b-coz nobody is perfect! 2. ambil kesempatan Jangan takut untuk menjajaki cowok yang masih masuk dalam kriteria ''nggak rese'' yang duluan ngedeketin kita. Kita nggak akan tau apa dia cocok ama kita ato nggak, siapa tau kita bisa kenal dia lebih lanjut, dan dialah my charming prince... 3. berani! Udah nemu cowok yang disuka? Berikan dia sinyal kalau kita suka sama dia. Harus mulai duluan! Kalau nggak ya, selamat menggebet-gebet aja deh.. 4. be adorable perhatikan penampilanmu! Enggak usah dandan terlalu hebh yang penting rqapi dan bisa merawat diri kita sendiri. 5. lepaskan batasan Carilah teman dari siapa saja, kalangan mana saja. Jadilah priadi yang easy going. Jangan batasi pertemanan dengan yang itu-itu aja! 6. stop ngebanding-bvandingin Mungkin mantan kita atau gebetan adalah orang hebat, atau seorang yang terkenal, orang yang cakep... Tinggalkan segala atribut itu, karena dengan cara ini, si prince bakalan sulit terlihat. Tinggalkan atribut masa lalu dan berhenti membanding-bandingkan. Kan mereka udah masa lalu. Dari majalah kawanku By: wanita_manniez (indah)
Tak salah jika ada sebutan rambut adalah mahkota, karena rambut merupakan bagian tubuh yang dapat menarik perhatian orang lain untuk pertama kalinya. Jadi, hal wajar bagi semua orang, terutama kaum wanita jika berupaya agar rambutnya selalu nampak lebih Oke. Sayangnya, rambut kita tak dapat memenuhi harapan kita setiap hari untuk selalu nampak indah dimata. Ada banyak faktor yang membuat rambut kita terkadang namapk kusam dan lepek, namun dengan perawatan teratur hal yang menyebalkan itu dapat dihindari. Nah, berikut kami berikan beberapa tips perawatan rambut untuk membuat mahkota Anda selalu nampak indah berkilau. Sebelumnya melompat pada tips-tip yang kami sajikan, Anda perlu tahu ada beberapa faktor penting yang berpengaruh pada keindahan rambut. Sebenarnya, karakteristik rambut seseorang tergantung pada beberapa faktor, dimana diantaranya dibawa oleh faktor keturunan. Beberapa faktor genetik bertanggung jawab atas bagaimana penampian rambut Anda. Bukan itu saja, tingkat hormon juga memiliki pengaruh yang sama banyaknya. Dan lebih dari itu, lingkungan, terutama udara dan air juga memiliki dampak yang tak kalah penting pada rambut kita setiap harinya. Itulah kenapa, setiap orang pernah mengalami hari buruk dengan keadaan rambut yang menyebalkan. Namun, dengan sedikit perawatan, Anda dapat mengucapkan selamat tinggal pada hari buruk dengan rambut lepek dan kusam. Tapi ini bukan hal permanen yang terjadi dalam sekali kerja, Anda perlu melakukan perawatan secara bertahap dari hari ke hari demi mendapat rambut kemilau. Berikut beberapa tips untuk perawatan rambut dari kami: - Kembangkan kebiasaan hidup Sehat. Jika Anda perokok, maka mulai hentikan kebiasaan ini. Lakukan olah raga secara teratur, makan makanan dengan gizi seimbang dan gunakan teknik relaksasi untuk meredakan stres. - Usahakan untuk selalu tidur nyenyak setiap malam. Jangan membawa beban sebelum tidur, karena hal itu dapat menyebabkan tidur Anda terganggu, dan sirkulasi darah yang tak lancar membuat rambut Anda jadi kusam. - Jika Anda menggunakan produk-produk penata rambut dan kosmetik, hindari produk yang berbahan alkohol dalam konsentrasi tinggi. Jangan mengoleskan produk penata rambut langsung di kulit kepala, hal ini dapat menutupi pori-pori di kepala Anda, dimana itu dapat merusak kulit kepala dan rambut Anda. sisir rambut dengan arah ke bawah - Jika Anda gemar berenang, sebelum melompat ke kolam renang basahi dulu rambut Anda dengan air biasa. Air kolam renang biasanya dicampur kaporit, yang tentunya tak bagus buat rambut. - Gunakan pengering rambut dengan seting dingin. Udara panas dari pengering dapat membuat rambut kering dan rusak. Gunakan pengering rambut dengan merata, bukan terus-menerus di satu tempat. Sebelum menggunakan pengering rambut, gosok rambut basah dengan handuk kering terlebih dahulu, lalu gunakan pengering untuk mengeringkan rambut yang sudah setengah kering. - Gunakan sisir yang terbuat dari kayu, bahan ini bagus untuk menjaga agar rambut Anda tak mudah rontok. Selalu gunakan sisir yang bersih, untuk itu bersihkan sisir Anda dengan sabun atau shampo secara teratur. Selalu sisir rambut dengan arah turun. - Pilih shampo dengan kualitas terbagus. Gunakan metode trial and error dalam memilih shampo, dan pilih yang paling sesuai untuk rambut Anda. Demikian tips-tips yang kami sajikan. Untuk memiliki rambut indah Anda perlu melakukan sedikit usaha dan ketelatenan dalam merawatnya. Selamat mencoba! By: admin (Kapanlagi.com)
Rimpang kencur tumbuh bergerombol dan bercabang-cabang. Warna rimpang cokelat gelap dan berkesan mengkilap. Kencur juga bisa berbunga, yang muncul di sela-sela daun, bentuknya kecil. Tanaman kencur (Kaempferia galanga) tergolong kecil, berbatang semu pendek. Daunnya bulat melebar dengan ujung mengecil, berwarna hijau gelap. Ambil 1 rimpang kencur, 1 sendok teh tepung beras basah, dan 1 potong gula kelapa. Bersihkan rimpang kencur, lalu seduh semua bahan dengan segelas air panas. Saring dan minum sehari 3 kali. By: wanita_manniez (Tabloid Nova)
Puasa tapi kok malas makan sahur? Hmm ... bayangkan kalau perut kosong selama beberapa jam. Pasti lemas, stres terus gampang marah, kan. Jadi, sahur, yuk! Tapi tentunya harus dengan benar, ya. Ini dia contekannya:
• Saat berpuasa kadar gula menurun, jadi tubuh terasa lemah dan konsentrasi terganggu. Biasakan untuk meminum air putih yang dicampur dengan madu atau minum teh manis hangat saat sahur. • Hindari makanan yang mengandung kalori dan lemak berlebih karena bakal bikin kamu gampang ngantuk dan mudah merasa lapar di siang hari. • Perbanyak mengkonsumsi makanan berserat dan buah-buahan, supaya nggak gampang lapar, karena tubuh kita memerlukan waktu yang lama untuk mencernanya. • Konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat (nasi, roti, jagung, kentang, pasta) supaya glukosa dan mikro nutrient yang ada di dalam otak berfungsi dengan baik. • Minum vitamin biar kamu tetap fit terus. • Porsi makan juga jangan terlalu banyak dan jangan makan terburu-buru. By E-Neng, (Gadis)
| |