''s posts with tag: tips..

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
Blog EntryAnak yang sehat itu, anak yg gemuk?!Nov 27, '07 12:02 AM
for everyone

Anak yang sehat itu anak yang gemuk ?!
Sebuah persepsi dan fenomena di masyarakat
(Ditulis bebas & dirangkum dari berbagai sumber oleh Luluk Lely
Soraya I)

=========

Banyak orangtua yang khawatir berlebihan dengan anak yang kurus,
karena takut ia kurang gizi, tidak sehat, dan lain sebagainya.
Tahukah kita justru sebaliknya orangtua yang memiliki anak yang
kegemukan harus ekstra khawatir. Mengapa? Karena anggapan bahwa
gemuk itu sehat adalah SALAH. Tahukah kita bahwa kelebihan BB dapat
mengundang berbagai penyakit. Dari segi kesehatan BB berlebihan
menandakan sesuatu yang tidak sehat. Pendapat ini jelas berbeda
dengan yang selama ini berkembang di masyarakat, gemuk itu
menggemaskan, lucu, dan berarti sehat. Yang sering terjadi justru
orang tua sibuk membanding-bandingk an berat badan anaknya dengan
anak lain. Begitu berat badan anaknya tidak segemuk dengan anak
lain, langsung mencap anaknya kurang sehat atau kurang gizi. Tak
heran bila kerap terdengar keluhan dari para ibu, "kok, anakku tidak
segemuk anaknya Ibu A, ya?".

Nah gemuk, kurus atau idealnya BB anak dapat dilihat dari grafik
pertumbuhan yang ada di KMS (Kartu Menuju Sehat) yang dimiliki tiap
anak sejak lahir. Anak-anak yg memiliki BB diatas 20% sering
dikategorikan sebagai anak yg gemuk. Lebih dari itu istilahnya
disebut juga dengan obesitas.

Resiko kegemukan pada anak
Tidak banyak dari orangtua mengetahui bahwa kegemukan pada anak
beresiko menimbulkan berbagai penyakit dan hal negatif. Hasil
penelitian ahli medis menunjukkan bahwa kegemukan pada anak dapat
menyebabkan berbagai penyakit, diantaranya :
• Diabetes
• Penyakit jantung & kolesterol tinggi
• Hipertensi (Darah tinggi) di usia dini
• Lemak yang menumpuk dalam tubuh dapat menyebabkan sirosis
• Resiko osteoporosis usia dini (pengeroposan tulang)
• Pada anak bayi, kelebihan BB bisa menghambat perkembangan
motorik anak. Misalnya saja, seorang bayi usia 3-4 bulan harusnya
sudah bisa tengkurap, tapi karena kegemukan ia baru bisa tengkurap
di usia 6-7 bulan. Ada juga anak yg terlambat berjalan karena kaki
tidak bisa menopang berat badannya.Dan masih banyak penyakit yg
dapat timbul akibat kelebihan BB.

Yang tidak kalah pentingnya juga secara moril, tak jarang kita temui
anak yg merasa minder, gak pede, menarik diri dari pergaulan karena
gemuknya dia.

Yang perlu diingat juga adalah anak yg gemuk tidak selalu berarti
kelebihan gizi. Yang harus dikhawatirkan adalah anak kelebihan BB
sekaligus ia kekurangan zat gizi tertentu, seperti protein dan
vitamin. Pasalnya anak terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang
banyak mengandung lemak dan karbohidrat, tapi miskin protein,
mineral, dan vitamin. Karena semua alasan tersebut diatas, seluruh
dunia saat ini menyatakan bahwa kegemukan pada anak sebagai epidemi
atau penyakit.

Penyebab umum kegemukan pada anak
Banyak faktor yangg menyebabkan anak kelebihan BB. Tapi selain itu
banyak juga faktor yang penyebab kegemukan pada anak, yaitu :
• Trend pola makan yang SALAH : Pola makan tinggi lemak
sedikit serat, seperti makanan siap saji, instan, dsb. Tren ini
memicu kenaikan BB anak berlebihan.
• Pola asuh yg TIDAK TEPAT. Anggapan yang salah ttg anak kecil
itu harus gemuk, karena gemuk itu sehat, menjadi sumber utama yang
mendorong anak jadigemuk.
• Orang tua mengatur menu makanan yang tidak seimbang. Makanan
relatif tinggi kalori, tetapi miskin serat dalam jumlah berlebih.
• Faktor keturunan/genetik. Apabila kedua orang tuanya gemuk,
maka kemungkinan anaknya menjadi gemuk sekitar 80 %. Jika salah satu
yang gemuk, risiko anak menjadi gemuk sebanyak 40 % dan hanya 7 %
bila kedua orang tuanya tidak gemuk. Tapi faktor gemuk karena
keturunan i dapat dihindari jika dibarengi dengan pola makan yg
sehat & dan pola asuh yang tepat.
• Kebiasaan buruk keluarga. Jika anak tumbuh di keluarga yg
tidak memperkenalkan pada anak variasi makanan yang beragam, maka
anak hanya akan mengenal makanan yang itu-itu saja. Akibatnya anak
jadi pemilih dan hanya memakan makanan yg belum tentu seimbang dan
baik utk kesehatannya. Kebiasaan ini juga termasuk kebiasaan makan
sambil menonton TV yang ternyata terbukti secara tidak langsung
menyebabkan obesitas.
• Pada beberapa kasus, gangguan fungsi hormon & organ tubuh
lainnya dapat
• menyebabkan anak kegemukan. Tapi ini sifatnya patologis dan
dapat dideteksi secara medis.

Tips menghindari kegemukan pada anak
Lantas bagaimana baiknya orangtua memandang perihal Berat Badan (BB)
ini ?! Tentu saja yg terbaik adalah BB yang ideal. Artinya anak
tidak kegemukan juga tidak terlalu kurus. Bagaimana cara untuk
mengontrolnya ? Nah tiap anak pasti punya KMS yg ada grafiknya. DSA
biasanya mem-plot dan membuat grafik dari anak tsb. Nanti akan
terlihat bagaimana pola pertumbuhan BB anak tiap bulannya.

Tips-tips agar kegemukan dapat dihindari pada anak :
• Terapkan sejak dini pola makan yg sehat : kaya gizi, kaya
serat, dan gizi seimbang. Hindari junk food.
• Ubah pola pikir kita yg selama ini salah. Jangan"paksakan"
anak agar gemuk. Ingat, BB anak dipengaruhi genetis. Jika anak
memang lahir dari ortu yang memiliki kecenderungan langsing, maka
tentu saja tidak bijak memaksakan anak untuk gemuk.
• Jadi contoh yang baik bagi anak. Biasakan anak & keluarga
untuk memakan makanan yang variatif & sehat. Biasakan makan bersama
satu meja tanpa gangguan TV dan lain sebagainuya. Jadikan memori
yang indah utk anak.
• Ingat BB itu adalah apa yg dikonsumsi/makan dikurangi dengan
berapa banyak kalori yang keluar. Jadi biasakan untuk mengimbangi dg
aktivitas yg baik untuk anak & keluarga juga, seperti olahraga
teratur, bermain bersama anak, dan lain sebagainya.

Sumber referensi :

- Overweight and Obesity Defining Overweight and Obesity
(http://www.cdc. gov/nccdphp/ dnpa/obesity/ defining. htm)

- Sensible approaches to children's weight problems
(http://www.mayoclin ic.com/invoke. cfm?id=FL00057)

- AAP, Obesity risk may stem from Pre-birth and early childhood
factors
(http://www.aap. org/advocacy/ releases/ octobesity. htm)

- CDC, Overweight and Obesity : An Overview Is there a quick answer
to the
question, "what contributes to overweight and obesity?"
(http://www.cdc. gov/nccdphp/ dnpa/obesity/ contributing_ factors.htm)

- Overweight and Obesity Factors Contributing to Obesity
(http://www.cdc. gov/nccdphp/ dnpa/obesity/ contributing_ factors.htm)

- The Surgeon General's Call To Action To Prevent and Decrease
Overweight
and Obesity overweight in Children and Adolescents
(http://www.surgeong eneral.gov/ topics/obesity/ calltoaction/ fact_adole
scents.htm)

- Overweight and Obesity Frequently Asked Questions (FAQs)
(http://www.cdc. gov/nccdphp/ dnpa/obesity/ faq.htm)

- HOW TO DETERMINE YOUR GROWTH PERCENTILE CORRECTLY
(http://www.growtall .com/growth- charts2.htm)

(Luluk)

 


Blog EntryBananas - very good..!!Nov 9, '07 4:35 AM
for everyone
Never, put your banana in the refrigerator!!!They go brown...but you can wrap them in Newspaper,if need be.

This is interesting. After reading this, you'll never look at a banana in the same way again.

Bananas contain three natural sugars - sucrose, fructose and glucose combined with fiber. A banana gives an instant, sustained and substantial
boost of energy. Research has proven that just two bananas provide enough
energy for a strenuous 90-minute workout. No wonder the banana is the number one fruit with the world's leading athletes.

But energy isn't the only way a banana can help us keep fit. It can also
help overcome or prevent a substantial number of illnesses and conditions,
making it a must to add to our daily diet.

Depression: According to a recent survey undertaken by MIND amongst people suffering from depression, many felt much better after eating a banana.
This is because bananas contain tryptophan, a type of protein that the
body converts into serotonin, known to make you relax, improve your mood and generally make you feel happier.

PMS: Forget the pills - eat a banana. The vitamin B6 it contains regulates blood glucose levels, which can affect your mood.

Anemia: High in iron, bananas can stimulate the production of hemog
lobin In the blood and so helps in cases of anemia.

Blood Pressure: This unique tropical fruit is extremely high in potassium
yet low in salt, making it perfect to beat blood pressure. So much so, the
US Food and Drug Administration has just allowed the banana industry to
Make official claims for the fruit's ability to reduce the risk of blood Pressure
and stroke.

Brain Power: 200 students at a Twickenham (Middlesex) school were helped
through their exams this year by eating bananas at breakfast, break, and
lunch in a bid to boost their brain power. Research has shown that the
potassium-packed fruit can assist learning by making pupils more alert.

Constipation: High in fiber, including bananas in the diet can help restore
normal bowel action, helping to overcome the problem without resorting
to laxatives.

Hangovers: One of the quickest ways of curing a hangover is to make a
Banana milkshake, sweetened with honey. The banana calms the stomach and, with the help of the honey, builds up depleted blood sugar levels, while the milk soothes and re-hydrates your system.

Heartburn: Bananas have a natural antacid effect in the body, so if you
suffer from heartburn, try eating a banana for soothing relief.

Morning Sickness: Snacking on bananas between meals helps to keep blood sugar levels up and avoid morning sickness.

Mosquito bites: Before reaching for the insect bite cream, try rubbing the
affected area with the inside of a banana skin. Many people find it amazingly successful at reducing swelling and irritation.

Nerves: Bananas are high in B vitamins that help calm the nervous
system.

Overweight and at work? Studies at the Institute of Psychology in Austria
found pressure at work leads to gorging on comfort food like chocolate and
crisps. Looking at 5,000 hospital patients, researchers found the most obese
were more likely to be in high-pressure jobs. The report concluded that, to
avoid panic-induced food cravings, we need to control our blood sugar levels
by snacking on high carbohydrate foods every two hours to keep levels steady.

Ulcers: The banana is used as the dietary food against intestinal disorders
because of its soft texture and smoothness. It is the only raw fruit that can be eaten without distress in over-chronicler cases. It also neutralizes over-acidity and reduces irritation by coating the lining of the stomach.

Temperature control: Many other cultures see bananas as a "cooling" fruit that can lower both the physical and emotional temperature of expectant mothers. In Thailand, for example, pregnant women eat bananas to ensure their baby is born with a cool temperature.

Seasonal Affective Disorder (SAD): Bananas can help SAD sufferers because they contain the natural mood enhancer tryptophan.

Smoking: Bananas can also help people trying to give up smoking. The B6,
B12 they contain, as well as the potassium and magnesium found in them,
Help the body recover from the effects of nicotine withdrawal.

Stress: Potassium is a vital mineral, which helps normalize the heartbeat,
sends oxygen to the brain and regulates your body's water balance. When
we are stressed, our metabolic rate rises, thereby reducing our potassium
levels. These can be rebalanced with the help of a high-potassium banana
snack.

Strokes: According to research in "The New England Journal of Medicine,
"eating bananas as part of a regular diet can cut the risk of death by strokes by as much as 40%!

Warts: Those keen on natural alternatives swear that if you want to kill Off
a wart, take a piece of banana skin and place it on the wart, with the yellow side out. Carefully hold the skin in place with a plaster or surgical tape!

So, a banana really is a natural remedy for many ills. When you compare it to an apple, it has four times the protein, twice the carbohydrate, three times the phosphorus, five times the vitamin A and iron, and twice the other vitamins and minerals. It is also rich in potassium and is one of the best value foods around. So maybe its time to change that well-known phrase so that we say, "A banana a day keeps the doctor away!"


PS: Bananas must be the reason monkeys are so happy all the time! I will Add one here; want a quick shine on our shoes?? Take the INSIDE of the banana skin, and rub directly on the shoe...polish with dry cloth.Amazing fruit.

 


Blog EntryAnak-Anak KarbitanNov 1, '07 11:09 PM
for everyone

Oleh Dewi Utama Faizah.
bekerja di Direktorat pendidikan TK dan SD Ditjen Dikdasmen, Depdiknas,
Program Director untuk Institut Pengembangan Pendidikan Karakter divisi
dari Indonesia Heritage Foundation.

Anak-anak yang digegas Menjadi cepat mekar Cepat matang Cepat layu...
Pendidikan bagi anak usia dini sekarang tengah marak-maraknya. Dimana
mana orang tua merasakan pentingnya mendidik anak melalui lembaga
persekolahan yang ada. Mereka pun berlomba untuk memberikan anak-anak
mereka pelayanan pendidikan yang baik. Taman kanak-kanak pun berdiri
dengan berbagai rupa, di kota hingga ke desa. Kursus-kursus kilat untuk
anak-anak pun juga bertaburan di berbagai tempat. Tawaran berbagai macam
bentuk pendidikan ini amat beragam. Mulai dari yang puluhan ribu hingga
jutaan rupiah per bulannya. Dari kursus yang dapat membuat otak anak
cerdas dan pintar berhitung, cakap berbagai bahasa, hingga fisik kuat
dan sehat melalui kegiatan menari, main musik dan berenang. Dunia
pendidikan saat ini betul-betul penuh dengan denyut kegairahan. Penuh
tawaran yang menggiurkan yang terkadang menguras isi kantung orangtua
...

Captive market! Kondisi diatas terlihat biasa saja bagi orang awam.
Namun apabila kita amati lebih cermat, dan kita baca berbagai informasi
di intenet dan lileratur yang ada tentang bagaimana pendidikan yang
patut bagi anak usia dini, maka kita akan terkejut! Saat ini hampir
sebagian besar penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak usia dini
melakukan kesalahan. Di samping ketidak patutan yang dilakukan oleh
orang tua akibat ketidak tahuannya!

Anak-Anak Yang Digegas...
Ada beberapa indikator untuk melihat berbagai ketidakpatutan terhadap
anak. Diantaranya yang paling menonjol adalah orientasi pada kemampuan
intelektual secara dini. Akibatnva bermunculanlah anak-anak ajaib dengan
kepintaran intelektual luar biasa. Mereka dicoba untuk menjalani
akselerasi dalam pendidikannya dengan memperoleh pengayaan
kecakapan-kecakapan akademik dl dalam dan di luar sekolah.

Kasus yang pernah dimuat tentang kisah seorang anak pintar karbitan ini
terjadi pada tahun 1930, seperti yang dimuat majalah New Yorker. Terjadi
pada seorang anak yang bernama William James Sidis, putra scorang
psikiater. Kecerdasan otaknya membuat anak itu segera masuk Harvard
College walaupun usianya masih 11 tahun. Kecerdasannya dibidang
matematika begitu mengesankan banyak orang. Prestasinya sebagai anak
jenius menghiasi berbagai media masa. Namun apa yang terjadi kemudian?
James Thurber seorang wartawan terkemuka. pada suatu hari menemukan
seorang pemulung mobil tua, yang tak lain adalah William James Sidis. Si
anak ajaib yang begitu dibanggakan dan membuat orang banyak berdecak
kagum pada beberapa waktu silam.

Kisah lain tentang kehebatan kognitif yang diberdayakan juga terjadi
pada scorang anak perempuan bernama Edith. Terjadi pada tahun 1952,
dimana seorang Ibu yang bemama Aaron Stern telah berhasil melakukan
eksperimen menyiapkan lingkungan yang sangat menstimulasi perkembangan
kognitif anaknya, sejak si anak masih berupa janin. Baru saja bayi itu
lahir ibunya telah memperdengarkan suara musik klasik di telinga sang
bayi. Kemudian diajak berbicara dengan mcnggunakan bahasa orang dewasa.
Setiap saat sang bayi dikenalkan kartu-kartu bergambar dan kosa kata
baru. Hasilnya sungguh mencengangkan! Di usia 1 tahun Edith telah dapat
berbicara dengan kalimat sempurna. Di usia 5 tahun Edith telah
menyelesaikan membaca ensiklopedi Britannica. Usia 9 tahun ia membaca
enam buah buku dan Koran New York Times setiap h arin ya. Usia 12 tahun
dia masuk universitas. Ketika usianya menginjak 15 lahun la menjadi guru
matematika di Michigan State University . Aaron Stem berhasil menjadikan
Edith anak jenius karena terkait dengan kapasitas otak yang sangat tak
berhingga. Namun khabar Edith selanjutnya juga tidak terdengar lagi
ketika ia dewasa. Banyak kesuksesan yang diraih anak saat ia menjadi
anak, tidak menjadi sesuatu yang bemakna dalam kehidupan anak ketika ia
menjadi manusia dewasa.

Berbeda dengan banyak kasus legendaris orang-orang terkenal yang
berhasil mengguncang dunia dengan penemuannya. Di saat mereka kecil
mereka hanyalah anak-anak biasa yang terkadang juga dilabel sebagai
murid yang dungu. Seperti halnya Einstien yang mengalami kesulitan
belajar hingga kelas 3 SD. Dia dicap sebagai anak bebal yang suka
melamun.

Selama berpuluh-puluh tahun orang begitu yakin bahwa keberhasilan anak
di masa depan sangat ditentukan oleh faktor kogtutif. Otak memang
memiliki kemampuan luar biasa yang tiada berhingga. Oleh karena itu
banyak orangtua dan para pendidik tergoda untuk melakukan "Early
Childhood Training". Era pemberdayaan otak mencapai masa keemasanmya.
Setiap orangtua dan pendidik berlomba-lomba menjadikan anak-anak mereka
menjadi anak-anak yang super (Superkids). Kurikulum pun dikemas dengan
muatan 90 % bermuatan kognitif yang mengfungsikan belahan otak kiri.
Sementara fungsi belahan otak kanan hanya mendapat porsi 10% saja.
Ketidakseimbangan dalam memfungsikan ke dua belahan otak dalam proses
pendidikan di sekolah sangat mencolok. Hal ini terjadi sekarang
dimana-rnana, di Indonesia.

"Early Ripe, early Rot...!"
Gejala ketidakpatutan dalam mendidik ini mulai terlihat pada tahun 1990
di Ame rika . Saat orangtua dan para professional merasakan pentingnya
pendidikan bagi anak-anak semenjak usia dini. Orangtua merasa apabila
mereka tidak segera mengajarkan anak-anak mereka berhitung, membaca dan
menulis sejak dini maka mereka akan kehilangan "peluang emas" bagi
anak-anak mereka selanjutnya. Mereka memasukkan anak-anak mereka
sesegera mungkin ke Taman Kanak­ Kanak (Pra Sekolah). Taman
Kanak-kanak pun dengan senang hati menerima anak-anak yang masih berusia
di bawah usia 4 tahun. Kepada anak-anak ini gurunya membelajarkan
membaca dan berhitung secara formal sebagai pemula.

Terjadinya kemajuan radikal dalam pendidikan usia dini di Ame rika sudah
dirasakan saat Rusia meluncurkan Sputnik pada tahun 1957. Mulailah "Era
Headstart" merancah dunia pendidikan. Para akademisi begitu optimis
untuk membelajarkan wins dan matematika kepada anak sebanyak dan sebisa
mereka (tiada berhingga). Sementara mereka tidak tahu banyak tentang
anak, apa yang mereka butuhkan dan inginkan sebagai anak.

Puncak keoptimisan era Headstart diakhiri dengan pernyataan Jerome
Bruner, seorang psikolog dari Harvard University yang menulis sebuah
buku terkenal "The Process of Education" pada tahun 1990, la menyatakan
bahwa kompetensi anak untuk belajar sangat tidak berhingga. Inilah buku
suci pendidikan yang mereformasi kurikulum pendidikan di Ame rika . "We
begin with the hypothesis that any subject can be taught effectively in
some intellectually honest way to any child at any stage of development"
. Inilah kalimat yang merupakan hipotesis Bruner yang di salahartikan
oleh banyak pendidik, yang akhirnya menjadi bencana! Pendi dikan
dilaksanakan dengan cara memaksa otak kiri anak sehingga membuat mereka
cepat matang dan cepat busuk... early ripe, early rot!

Anak-anak menjadi tertekan. Mulai dari tingkat pra sekolah hingga usia
SD. Di rumah para orangtua kemudian juga melakukan hal yang sama, yaitu
mengajarkan sedini mungkin anak-anak mereka membaca ketika Glenn Doman
menuliskan kiat-kiat praktis membelajarkan bayi membaca.

Bencana berikutnya datang saat Arnold Gesell memaparkan konsep
"kesiapan-readiness " dalam ilmu psikologi perkembangan temuannya yang
mendapat banyak decakan kagum. Ia berpendapat tentang "biological
limitiions on learning'. Untuk itu ia menekankan perlunya dilakukan
intervensi dini dan rangsangan inlelektual dini kepada anak agar mereka
segera siap belajar apapun.

Tekanan yang bertubi-tubi dalam memperoleh kecakapan akademik di sekolah
membuat anak ­anak menjadi cepat mekar. Anak -anak menjadi
"miniature orang dewasa ". Lihatlah sekarang, anak-anak itu juga
bertingkah polah sebagaimana layaknya orang dewasa. Mereka berpakaian
seperti orang dewasa, berlaku pun juga seperti orang dewasa. Di sisi
lain media pun merangsang anak untuk cepat mekar terkait dengan musik,
buku, film, televisi, dan internet. Lihatlah maraknya program teve yang
belum pantas ditonton anak anak yang ditayangkan di pagi atau pun sore
hari. Media begitu merangsang keingintahuan anak tentang dunia seputar
orang dewasa. sebagai seksual promosi yang menyesatkan. Pendek kata
media telah memekarkan bahasa, berpikir dan perilaku anak tumbuh kembang
secara cepat.

Tapi apakah kita tahu bagaimana tentang emosi dan perasaan anak? Apakah
faktor emosi dan perasaan juga dapat digegas untuk dimekarkan seperti
halnya kecerdasan? Perasaan dan emosi ternyata memiliki waktu dan
ritmenya sendiri yang tidak dapat digegas atau dikarbit. Bisa saja anak
terlihat berpenampilan sebagai layaknya orang dewasa, tetapi perasaan
mereka tidak seperti orang dewasa. Anak-anak memang terlihat tumbuh
cepat di berbagai hal tetapi tidak di semua hal. Tumbuh mekarnya emosi
sangat berbeda dengan tumbuh mekarnya kecerdasan (intelektual) anak.
Oleh karena perkembangan emosi lebih rumit dan sukar, terkait dengan
berbagai keadaan, Cobalah perhatikan, khususnva saat perilaku anak
menampilkan gaya "kedewasaan ", sementara perasaannya menangis berteriak
sebagai "anak".

Seperti sebuah lagu popular yang pernah dinyanyikan suara emas seorang
anak laki-laki "Heintje" di era tahun 70-an... I'm Nobody'S Child I'M
NOBODY'S CHILD I'M nobody's child I'm nobodys child Just like aflower
I'm growing wild No mommies kisses and no daddy's smile Nobody's louch
me I'm nobody's child.

Dampak berikutnya terjadi ... ketika anak memasuki usia remaja Akibat
negatif lainnya dari anak-anak karbitan terlihat ketika ia memasuki usia
remaja. Mereka tidak segan segan mempertontonkan berbagai macam perilaku
yang tidak patut. Patricia O'Brien menamakannya sebagai "The Shrinking
of Childhood". Lu belum tahu ya... bahwa gue telah melakukan segalanya",
begitu pengakuan seorang remaja pria berusia 12 tahun kepada
teman-temannya. "Gue tahu apa itu minuman keras, drug, dan seks "
serunya bangga.

Berbagai kasus yang terjadi pada anak-anak karbitan memperlihatkan
bagaimana pengaruh tekanan dini pada anak akan menyebabkan berbagai
gangguan kepribadian dan emosi pada anak. Oleh karena ketika semua
menjadi cepat mekar.... kebutuhan emosi dan sosial anak jadi tak
dipedulikan! Sementara anak sendiri membutuhkan waktu untuk tumbuh,
untuk belajar dan untuk berkembang, ...sebuah proses dalam kehidupannya
!

Saat ini terlihat kecenderungan keluarga muda lapisan menengah ke atas
yang berkarier di luar rumah tidak memiliki waktu banyak dengan
anak-anak mereka. Atau pun jika si ibu berkarier di dalam rumah, ia
lebih mengandalkan tenaga "baby sitter" sebagai pengasuh anak-anaknva.
Colette Dowling menamakan ibu-ibu muda kelompok ini sebagai "Cinderella
Syndrome" yang senang window shopping, ikut arisan, ke salon memanjakan
diri, atau menonton telenovela atau buku romantis. Sebagai bentuk ilusi
rnenghindari kehidupan nyata vang mereka jalani.

Kelompok ini akan sangat bangga jika anak-anak mereka bersekolah di
lembaga pendidikan yang mahal, ikut berbagai kegiatan kurikuler, ikut
berbagai Les, dan mengikuti berbagai arena, seperti lomba penyanyi
cilik, lomba model ini dan itu. Para orangtua ini juga sangat bangga
jika anak-anak mereka superior di segala bidang, bukan hanya di sekolah.
Sementara orangtua yang sibuk juga mewakilkan diri mereka kepada baby
sitter terhadap pengasuhan dan pendidikan anak­-anak mereka. Tidak
jarang para baby sitter ini mengikuti pendidikan parenting di Iembaga
pendidikan eksekutif sebagai wakil dari orang tua.

ERA SUPERKIDS
Kecenderungan orangtua menjadikan anaknva "be special " daripada "be
average or normal" sernakin marak terlihat. Orangtua sangat ingin
anak-anak mereka menjadi "to exel to be the best". Sebetulnya tidak ada
yang salah. Nanun ketika anak-anak mereka digegas untuk mulai mengikuti
berbagai kepentingan orangtua untuk menyuruh anak mereka mengikuti
beragam kegiatan, seperti kegiatan mental aritmatik, sempoa, renang,
basket, balet, tari ball, piano, biola, melukis, dan banyak lagi
lainnya...maka lahirlah anak-anak super---"SUPERKIDS' ". Cost merawat
anak supcrkids ini sangat mahal.

Era Superkids berorientasi kepada "Competent Child". Orangtua saling
berkompetisi dalam mendidik anak karena mereka percaya "earlier is
better". Semakin dini dan cepat dalam menginvestasikan beragam
pengetahuan ke dalam diri anak mereka, maka itu akan semakin baik. Neil
Posmant seorang sosiolog Ame rika pada tahun 80-an meramalkan bahwa jika
anak-anak tercabut dari masa kanak-kanaknya, maka lihatlah... ketika
anak anak itu menjadi dewasa, maka ia akan menjadi orang dewasa yang ke
kanak-kanakan!

BERBAGAI GAYA ORANGTUA
Kondisi ketidakpatutan dalam memperIakukan anak ini telah melahirkan
berbagai gaya orangtua (Parenting Style) yang melakukan kesalahan
"miseducation" terhadap pengasuhan pendidikan anak-anaknya. Elkind
(1989) mengelompokkan berbagai gaya orangtua dalam pengasuhan, antara
lain:

Gourmet Parents-- (ORTU B0RJU)
Mereka adalah kelompok pasangan muda yang sukses. Memiliki rumah bagus,
mobil mewah, liburan ke tempat-tempat yang eksotis di dunia, dengan gaya
hidup kebarat baratan. Apabila menjadi orangtua maka mereka akan
cenderung merawat anak-anaknya seperti halnya merawat karier dan harta
mereka. Penuh dengan ambisi! Berbagai macam buku akan dibaca karena
ingin tahu isu-isu mutakhir tentang cara mengasuh anak. Mereka sangat
percaya bahwa tugas pengasuhan yang baik seperti halnya membangun
karier, maka "superkids" merupakan bukti dari kehebatan mereka sebagai
orangtua.

Orangtua kelompok ini memakaikan anak-anaknva baju-baju mahal bermerek
terkenal, memasukkannya ke dalam program-program eksklusif yang
prestisius. Keluar masuk restoran mahal. Usia 3 tahun anak-anak mereka
sudah diajak tamasya keliling dunia mendampingi orangtuanya. Jika suatu
saat kita melihat sebuah sekolah yang halaman parkirnya dipenuhi oleh
berbagai merek mobil terkenal, maka itulah sekolah banyak kelompok
orangtua "gourmet " atau- kelompok borju menyekolahkan anak-anaknya.

College Degree Parents --- (ORTU INTELEK )
Kelompok ini merupakan bentuk lain dari keluarga intelek yang menengah
ke atas.
Mereka sangat peduli dengan pendidikan anak-anaknya. Sering melibatkan
diri dalam barbagai kegiatan di sekolah anaknya. Misalnya membantu
membuat majalah dinding, dan kegiatan ekstra kurikular lainnya. Mereka
percaya pendidikan yang baik merupakan pondasi dari kesuksesan hidup.
Terkadang mereka juga tergiur menjadikan anak-anak mereka "Superkids ",
Apabila si anak memperlihatkan kemampuan akademik yang tinggi. Terkadang
mereka juga memasukkan anak-anaknya ke sekolah mahal yang prestisius
sebagai bukti bahwa mereka mampu dan percaya bahwa pendidikan yang baik
tentu juga harus dibayar dengan pantas. Kelebihan kelompok ini adalah
sangat peduli dan kritis terhadap kurikulum yang dilaksanakan di sekolah
anak anaknya. Dan dalam banyak hal mereka banyak membantu dan peduli
dengan kondisi sekolah.

Gold Medal Parents --(ORTU SELEBRITIS )
Kelompok ini adalah kelompok orangtua yang menginginkan anak-anaknya
menjadi kompetitor dalam berbagai gelanggang. Mereka sering mengikutkan
anaknya ke berbagai kompctisi dan gelanggang. Ada gelanggang ilmu
pengetahuan seperti Olimpiade matematika dan sains yang akhir-akhir ini
lagi marak di Indonesia . Ada juga gelanggang seni seperti ikut
menyanyi, kontes menari, terkadang kontes kecantikan. Berbagai cara akan
mereka tempuh agar anak-anaknya dapat meraih kemenangan dan merijadi
"seorang Bintang Sejati ". Sejak dini mereka persiapkan anak-anak mereka
menjadi "Sang Juara", mulai dari juara renang, menyanyi dan melukis
hingga none abang cilik kelika anak-anak mereka masih berusia TK.

Sebagai ilustrasi dalam sebuah arena lomba ratu cilik di Padang puluhan
anak-anak TK baik laki-laki maupun perempuan tengah menunggu di mulainya
lomba pakaian adat. Ruangan yang sesak, penuh asap rokok, dan acara yang
molor menunggu datangnya tokoh anak dari Jakarta . Anak-anak mulai
resah, berkeringat, mata memerah karena keringat melelehi mascara anak
kecil mereka. Para orangtua masih bersemangat, membujuk anak-anaknya
bersabar.

Mengharapkan acara segera di mulai dan anaknya akan kelular sebagai
pemenang. Sementara pihak penyelenggara mengusir panas dengan berkipas
kertas.Banyak kasus yang mengenaskan menimpa diri anak akibat perilaku
ambisi kelompok gold medal parents ini. Sebagai contoh pada tahun 70-an
seorang gadis kecil pesenam usia TK rnengalami kelainan tulang akibat
ambisi ayahnya yang guru olahraga. Atau kasus "bintang cilik" Yoan
Tanamal yang mengalami tekanan hidup dari dunia glamour masa
kanak-kanaknya. Kemudian menjadikannya pengguna dan pengedar narkoba
hingga menjadi penghuni penjara. Atau bintang cilik dunia Heintje yang
setelah dewasa hanya menjadi pasien dokter jiwa. Gold medal parent
menimbulkan banyak bencana pada anak-anak mereka!

Pada tanggal 29 Mei lalu kita saksikan di TV bagaimana bintang cilik
"Joshua" yang bintangnya mulai meredup dan mengkhawatirkan orangtuanya.
Orangtua Joshua berambisi untuk kembali menjadikan anaknya seorang
bintang dengan kembali menggelar konser tunggal. Sebagian dari kita
tentu masih ingat bagaimana lucu dan pintarnya. Joshua ketika berumur
kurang 3 tahun. Dia muncul di TV sebagai anak ajaib karena dapat
menghapal puluhan nama-nama kepala negara. kemudian di usia balitanya
dia menjadi penyanyi cilik terkenal. Kita kagum bagaimana seorang bapak
yang tamatan SMU dan bekerja di salon dapat membentuk dan menjadikan
anaknya seorang "superkid" --seorang penyanyi sekaligus seorang bintang
film....

Do-it Yourself Parents
Merupakan kelompok orangtua yang mengasuh anak-anaknya secara alami dan
menyatu dengan semesta. Mereka sering menjadi pelayanan professional di
bidang sosial dan kesehatan, sebagai pekerja sosial di sekolah, di
tempat ibadah, di Posyandu dan di perpustakaan. Kelompok ini
menyekolahkan anak-anaknya di sekolah negeri yang tidak begitu mahal dan
sesuai dengan keuangan mereka. Walaupun begitu kelompok ini juga bemimpi
untuk menjadikan anak-anaknya "Superkids" --earlier is better". Dalam
kehidupan sehari-hari anak-anak mereka diajak mencintai lingkungannya.
Mereka juga mengajarkan merawat dan memelihara hewan atau tumbuhan yang
mereka sukai. Kelompok ini merupakan kelompok penyayang binatang, dan
mencintai lingkungan hidup yang bersih.

Outward Bound Parents--- (ORTU PARANOID)
Untuk orangtua kelompok ini mereka memprioritaskan pendidikan yang dapat
memberi kenyamanan dan ke selamat an kepada anak-anaknya. Tujuan mereka
sederhana, agar anak-anak dapat bertahan di dunia yang penuh dengan
permusuhan. Dunia di luar keluarga mereka dianggap penuh dengan
marabahaya. Jika mereka menyekolahkan anak-anaknya maka mereka lebih
memilih sekolah yang nyaman dan tidak melewati tempat tempat tawuran
yang berbahaya. Seperti halnya Do It Yourself Parents, kelompok ini
secara tak disengaja juga terkadang terpengaruh dan menerima konsep
"Superkids" Mereka mengharapkan anak-anaknya menjadi anak-anak yang
hebat agar dapat melindungi diri mereka dari berbagai macam marabahaya.
Terkadang mereka melatih kecakapan melindungi diri dari bahaya, seperti
memasukkan anak-anaknya "Karate, Yudo, pencak Silat" sejak dini.
Ketidakpatutan pemikiran kelompok ini dalam mendidik anak-anaknya adalah
bahwa mereka terlalu berlebihan melihat marabahaya di luar rumah tangga
mereka, mudah panik dan ketakutan melihat situasi yang selalu mereka
pikir akan membawa dampak buruk kepada anak. Akibatnya anak-anak mereka
menjadi "steril" dengan lingkungannya.

Prodigy Parents --(ORTU INSTANT)
Merupakan kelompok orangtua yang sukses dalam karier namun tidak
memiliki pendidikan yang cukup. Mereka cukup berada, narnun tidak
berpendidikan yang baik. Mereka memandang kesuksesan mereka di dunia
bisnis merupakan bakat semata. Oleh karena itu mereka juga memandang
sekolah dengan sebelah mata, hanya sebagai kekuatan yang akan
menumpulkan kemampuan anak-anaknya.

Tidak kalah mengejutkannya, mereka juga memandang anak-anaknya akan
hebat dan sukses seperti mereka tanpa memikirkan pendidikan seperti apa
yang cocok dibe rika n kepada anak-anaknya. Oleh karena itu mereka
sangat mudah terpengaruh kiat-kiat atau cara unik dalam mendidik anak
tanpa bersekolah. Buku-buku instant dalam mendidik anak sangat mereka
sukai. Misalnya buku tentang "Kiat-Kiat Mengajarkan bayi Membaca"
karangan Glenn Doman , atau "Kiat-Kiat Mengajarkan Bayi Matematika"
karangan Siegfried, "Be rika n Anakmu pemikiran Cemerlang" karangan
Therese Engelmann, dan "Kiat-Kiat Mengajarkan Anak Dapat Membaca Dalam
Waktu 9 Hari" karangan Sidney Ledson .

Encounter Group Parents--( ORTU NGERUMPI )
Merupakan kelompok orangtua yang memiliki dan menyenangi pergaulan.
Mereka terkadang cukup berpendidikan, namun tidak cukup berada atau
terkadang tidak memiliki pekerjaan tetap (luntang lantung). Terkadang
mereka juga merupakan kelompok orangtua yang kurang bahagia dalam
perkawinannya. Mereka menyukai dan sangat mementingkan nilai-nilai
relationship dalam membina hubungan dengan orang lain. Sebagai akibatnya
kelompok ini sering melakukan ketidakpatutan dalam mendidik
anak-­anak dengan berbagai perilaku "gang ngrumpi" yang terkadang
mengabaikan anak. Kelompok ini banyak membuang-buang waktu dalam
kelompoknya sehingga mengabaikan fungsi mereka sebagai orangtua. Atau
pun jika mereka memiliki aktivitas di kelompokya lebih berorientasi
kepada kepentingan kelompok mereka. Kelompok ini sangat mudah
terpengaruh dan latah untuk memilihkan pendidikan bagi anak-anaknya.
Menjadikan anak-anak mereka sebagai "Superkids" juga sangat diharapkan.
Namun banyak dari anak anak mereka biasanya kurang menampilkan minat dan
prestasi yang diharapkan.

Milk and Cookies Parents-(ORTU IDEAL)
Kelompok ini merupakan kelompok orangtua yang memiliki masa kanak-kanak
yang bahagia, yang memiliki kehidupan masa kecil yang sehat dan manis.
Mereka cenderung menjadi orangtua yang hangat dan menyayangi
anak-anaknya dengan tulus. Mereka juga sangat peduli dan mengiringi
tumbuh kembang anak-anak mereka dengan penuh dukungan.

Kelompok ini tidak berpeluang menjadi oraugtua yang melakukan
"miseducation" dalam merawat dan mengasuh anak-anaknva. Mereka membe
rika n lingkungan yang nyaman kepada anak-anaknya dengan penuh
perhatian, dan tumpahan cinta kasih yang tulus sebagai orang tua.

Mereka memenuhi rumah tangga mereka dengan buku-buku, lukisan dan musik
yang disukai oleh anak-anaknya. Mereka berdiskusi di ruang makan,
bersahabat dan menciptakan lingkungan yang menstimulasi anak-anak mereka
untuk tumbuh mekar segala potensi dirinya. Anak-anak mereka pun
meninggalkan masa kanak-kanak dengan penuh kenangan indah yang
menyebabkan. Kehangatan hidup berkeluarga menumbuhkan kekuatan rasa yang
sehat pada anak untuk percaya diri dan antusias dalam kehidupan belajar.
Kelompok ini merupakan kelompok orangtua yang menjalankan tugasnya
dengan patut kepada anak-anak mereka. Mereka bcgitu yakin bahwa anak
membutuhkan suatu proses dan waktu untuk dapat menemukan sendiri
keistimewaan yang dimilikinya.

Dengan kata lain mereka percaya bahwa anak sendirilah yang akan
menemukan sendiri kekuatan didirinya. Bagi mereka setiap anak adalah
benar-benar scorang anak yang hebat dengan kekuatan potensi yang juga
berbeda dan unik!

Kamu harus tahu bahwa tiada satu pun yang lebih tinggi, atau lebih kuat,
atau lebih baik, atau pun lebih berharga dalam kehidupan nanti daripada
kenangan indah ­terutama kenangan manis di masa kanak-kanak. Kamu
mendengar banyak hal tentang pendidikan, namun beberapa hal yang indah,
kenangan berharga yang tersimpan sejak kecil adalah mungkin itu
pendidikan yang terbaik. Apabila seseorang menyimpan banyak kenangan
indah di masa kecilnya, maka kelak seluruh kehidupannya akan ter selamat
kan. Bahkan apabila hanya ada satu saja kenangan indah yang tersiampan
dalam hati kita, maka itulah kenangan yang akan membe rika n satu hari
untuk ke selamat an kita" (destoyevsky' s brothers karamoz)

PERSPEKTIF SEKOLAH YANG MENGKARBIT ANAK
Kecenderungan sekolah untuk melakukan pengkarbitan kepada anak didiknya
juga terlihat jelas. Hal ini terjadi ketika sekolah berorientasi kepada
produk daripada proses pembelajaran. Sekolah terlihat sebagai sebuah
"Industri" dengan tawaran-tawaran menarik yang mengabaikan kebutuhan
anak. Ada program akselerasi, ada program kelas unggulan. Pekerjaan
rumah yang menumpuk. Tugas-tugas dalam bentuk hanya lembaran kerja.
Kemudian guru-guru yang sibuk sebagai "Operator kurikulum" dan tidak
punya waktu mempersiapkan materi ajar karena rangkap tugas sebagai
administrator sekolah. Sebagai guru kelas yang mengawasi dan mengajar
terkadang lebih dari 40 anak, guru hanya dapat menjadi "pengabar isi
buku pelajaran" ketimbang menjalankan fungsi edukatif dalam
menfasilitasi pembelajaran. Di saat-saat tertentu sekolah akan
menggunakan "mesin-mesin dalam menskor" capaian prestasi yang diperoleh
anak setelah dibe rika n ujian berupa potongan-potongan mata pelajaran.
Anak didik menjadi dimiskinkan dalam menjalani pendidikan di sekolah.
Pikiran mereka diforsir untuk menghapalkan atau melakukan tugas-tugas
yang tidak mereka butuhkan sebagai anak. Manfaat apa yang mereka peroleh
jika guru menyita anak membuat bagan organisasi sebuah birokrasi?
Manfaat apa yang dirasakan anak jika mereka diminta membuat PR yang
menuliskan susunan kabinet yang ada di pemerintahan? Manfaat apa yang
dimiliki anak jika ia disuruh menghapal kalimat-kalimat yang ada di
dalam buku pelajaran? Tumpulnya rasa dalam mencerna apa yang dipikirkan
oleh otak dengan apa yang direfleksikan dalam sanubari dan
perilaku-perilaku keseharian mereka sebagai anak menjadi semakin
senjang. Anak-anak tahu banyak tentang pengetahuan yang dilatihkan
melalui berbagai mata pelajaran yang ada dalam kurikulum persekolahan,
namun mereka bingung mengimplementasikan dalam kehidupan nyata.
Sepanjang hari mereka bersekolah di sekolah untuk sekolah... dengan
tugas-tugas dan PR yang menumpuk.... Namun sekolah tidak mengerti bahwa
anak sebenarnya butuh bersekolah untuk menyongsong kehidupannya!
Lihatlah, mereka semua belajar dengan cara yang sama. Membangun 90 %
kognitif dengan 10 % afektif. Paulo Freire mengatakan bahwa sekolah
telah melakukan "pedagogy of the oppressed" terhadap anak-anak didiknya.
Dimana guru mengajar, anak diajar, guru mengerti semuanya dan anak tidak
tahu apa-apa, guru berpikir dan anak dipikirkan, guru berbicara dan anak
mendengarkan, guru mendisiplin dan anak didisiplin, guru memilih dan
mendesakkan pilihannya dan anak hanya mengikuti, guru bertindak dan anak
hanya membayangkan bertindak lewat cerita guru, guru memilih isi program
dan anak menjalaninya begitu saja, guru adalah subjek dan anak adalah
objek dari proses pembelajaran (Freire, 1993). Model pembelajaran
banking system ini dikritik habis-habisan sebagai masalah kemanusiaan
terbesar. Belum lagi persaingan antar sekolah. dan persaingan ranking
wilayah....

Mengkompetensi Anak--- merupakan " KETIDAKPATUTAN PENDIDIKAN ?"
Anak adalah anugrah Tuhan... sebagai hadiah kepada semesta alam, tetapi
citra anak dibentuk oleh sentuhan tangan-tangan manusia dewasa yang
bertanggungjawab. "(Nature versus Nurture) bagaimana ?" Karena ada dua
pengertian kompetensi. kompetensi yang datang dari kebutuhan di luar
diri anak (direkayasa oleh orang dewasa) atau kompetensi yang sesuai
dengan kebutuhan dari dalam diri anak sendiri. SSebagai contoh adalah
konsep kompetensi yang dikemukakan oleh John Watson (psikolog) pada
tahun 1920 yang mengatakan bahwa bayi dapat ditempa menjadi apapun
sesuai kehendak kita ­sebagai komponen sentral dari konsep
kompetensi. Jika bayi-bayi mampu jadi pembelajar, maka mereka juga dapat
dibentuk melalui pembelajaran dini.

Kata-kata Watson yang sangat terkenal adalah sebagai berikut : "Give me
a dozen healthy infants, well formed and my own special world to bring
them up in, and I'll guarantee you to take any one at random and train
him to become any type of specialist I might select -- doctor, lawyer,
artist, merchant chief and yes, even beggar and thief regardless of this
talents, penchants, tendencies, vocations, and race of his ancestors "

Pemikiran Watson membuat banyak orang tua melahirkan "intervensi dini"
setelah mereka melakukan serangkaian tes Inteligensi kepada
anak-anaknya. Ada sebuah kasus kontroversi yang terjadi di Institut New
Jersey pada tahun 1979. Dimana guru-guru melakukan serangkaian program
tes untuk mengukur "Kecakapan Dasar Minimum (Minimum Basic Skill)" dalam
mata pelajaran membaca dan matematika. Hasil dari pelaksanaan program
ini dilaporkan kolomnis pendidikan Fred Hechinger kepada New York Times
sebagai berikut : "The improvement in those areas were not the result of
any magic program or any singular teaching strategy, they were... simply
proof that accountability is crucial and that, in the past five years,
it has paid off in New Yersey"

Juga belajar dari biografi tiga orang tokoh legendaris dunia seperti
Eleanor Roosevelt, Albert Einstein dan Thomas Edison, yang
diilustrasikan sebagai anak-anak yang bodoh dan mengalami keterlambatan
dalam akademik ketika mereka bersekolah di SD kelas rendah. semestinya
kita dapat menyimpulkan bahwa pendidikan dini sangat berbahaya jika
dibuatkan kompetensi-& shy;kompetensi perolehan pengetahuan hanya secara
kognitif. Oleh karena hingga hari ini sekolah belum mampu menjawab dan
dapat menampilkan kompetensi emosi sosial anak dalam proses
pembelajaran. Pendi dikan anak seutuhnya yang terkait dengan berbagai
aspek seperti emosi, sosial, kognitif pisik, dan moral belum dapat
dikemas dalam pembelajaran di sekolah secara terintegrasi. Sementara
pendidikan sejati adalah pendidikan yang mampu melibatkan berbagai aspek
yang dimiliki anak sebagai kompetensi yang beragam dan unik untuk
dibelajarkan. Bukan anak dibelajarkan untuk di tes dan di skor saja!.
Pendidikan sejati bukanlah paket-paket atau kemasan pembelajaran yang
berkeping-keping, tetapi bagaimana secara spontan anak dapat terus
menerus merawat minat dan keingintahuan untuk belajar. Anak mengenali
tumbuh kembang yang terjadi secara berkelangsungan dalam kehidupannya.
Perilaku keingintahuan -"curiosity" inilah yang banyak tercabut dalam
sistem persekolahan kita. Akademik Bukanlah Keutuhan Dari Sebuah Pendi
dikan!. "Empty Sacks will never stand upright" --- George Eliot

Pendi dikan anak seutuhnya tentu saja bukan hanya mengasah kognitif
melalui kecakapan akademik semata! Sebuah pendidikan yang utuh akan
membangun secara bersamaan, pikiran, hati, pisik, dan jiwa yang dimiliki
anak didiknya. Membelajarkan secara serempak pikiran, hati. dan pisik
anak akan menumbuhkan semangat belajar sepanjang hidup mereka. Di
sinilah dibutuhkannya peranan guru sebagai pendidik akademik dan
pendidik sanubari "karakter". Dimana mereka mendidik anak menjadi "good
and smart " terang hati dan pikiran. Sebuah pendidikan yang baik akan
melahirkan "how learn to learn" pada anak didik mereka. Guru-guru yang
bersemangat memberi keyakinan kepada anak didiknya bahwa mereka akan
memperoleh kecakapan berpikir tinggi, dengan berpikir kritis, dan cakap
memecahkan masalah hidup yang mereka hadapi sebagai bagian dari proses
mental. Pengetahuan yang terbina dengan baik yang melibatkan aspek
kognitif dan emosi, akan melahirkan berbagai kreativitas.

Leonardo da Vinci seorang pelukis besar telah menghabiskan waktunya
berjam-jam untuk belajar anatomi tubuh manusia. Thomas Edison mengatakan
bahwa "genius is 1 percent inspiration and 99 percent perspiration ".
Semangat belajar "encourige" tidak dapat muncul tiba-tiba di diri anak.
Perlu proses yang melibatkan hati, kesukaan dan kecintaan belajar.

Sementara di sekolah banyak anak patah hati karena gurunya yang tidak
mencintai mereka sebagai anak. Selanjutnya misi sekolah lainnya yang
paling fundamental adalah mengalirkan "moral litermy" melalui pendidikan
karakter. Kita harus ingat bahwa kecerdasan saja tidak cukup. Kecerdasan
plus karakter inilah tujuan sejati sebuah pendidikan (Martin Luther
King, Jr
). lnilah keharmonisan dari pendidikan, bagaimana
menyeimbangkan fungsi otak kiri dan kanan, antara kecerdasan hati dan
pikiran, antara pengetahuan yang berguna dengan perbuatan yang baik ....

PENUTUP
Mengembalikan pendidikan pada hakikatnya untuk menjadikan manusia yang
terang hati dan terang pikiran "good and smart" merupakan tugas kita
bersama. Melakukan reformasi dalam pendidikan merupakan kerja keras yang
mesti dilakukan secara serempak, antara sekolah dan masyarakat,
khususnya antara guru dan orangtua. Pendi dikan yang ada sekarang ini
banyak yang tidak berorientasi kepada kebutuhan anak sehingga tidak
dapat memekarkan segala potensi yang dimiliki anak. Atau pun jika ada
yang terjadi adalah ketidakseimbangan yang cenderung memekarkan aspek
kognitif dan mengabaikan faktor emosi.

Begitu juga orangtua. Mereka berkecenderungan melakukan training dini
kepada anak. Mereka ingin anak-anak mereka menjadi "SUPERKIDS". Inilah
fenomena yang sedang trend akhir-akhir ini. Inilah juga awal dari
lahirnya era anak-anak karbitan! Lihatlah nanti ketika anak-anak
karbitan itu menjadi dewasa, maka mereka akan menjadi orang dewasa yang
ke kanak-kanakan.


Blog EntryHow To Find "My Prince"Sep 11, '07 10:51 PM
for everyone
Wants to feel like a cinderella?


Tapi udah kesal atau putus asa karena belum ketemu juga sama pangeran kita? Hmm.. kayaknya perlu diliat kebelakang deh.. Jangan-jangan gara-gara kita juga!

Apakah kita itu perfeksionis?

Periksa apakah kita terlalu milih-milih banget masalah cowok.

Apa kita pernah dideketin sama cowok ganteng tapi dia playboy, trus kita ngabur?

Ato pernah ketemu cowok yang perhatian dan buaaiikkk buaaangett (berlebihan yak?) tapi gara-gara ada tahi lalat di hidungnya, malah bikin ilfill?

Cowok kita cakep, tapi rese, malah milih diputusin aja?
Ato kita milih cowok yang punya mobil, punya Hape model terbaru?

Kalo iya, berarti kita termasuk perfeksionis sama cowok guys...

Berikut hal yang mungkin kenapa kamu belum bisa menemukan sang pangeranmu...

1. Too picky
Yah, kamu terlalu memilih. Harus perfect, harus sesuai dengan impianmu.. Pintar, cakep, kaya, bla... bla.. bla..
Well, kayaknya kurangi deh sedikit aja persyaratannya, b-coz nobody is perfect!

2. ambil kesempatan
Jangan takut untuk menjajaki cowok yang masih masuk dalam kriteria ''nggak rese'' yang duluan ngedeketin kita.
Kita nggak akan tau apa dia cocok ama kita ato nggak, siapa tau kita bisa kenal dia lebih lanjut, dan dialah my charming prince...

3. berani!
Udah nemu cowok yang disuka? Berikan dia sinyal kalau kita suka sama dia. Harus mulai duluan! Kalau nggak ya, selamat menggebet-gebet aja deh..

4. be adorable
perhatikan penampilanmu! Enggak usah dandan terlalu hebh yang penting rqapi dan bisa merawat diri kita sendiri.

5. lepaskan batasan
Carilah teman dari siapa saja, kalangan mana saja. Jadilah priadi yang easy going. Jangan batasi pertemanan dengan yang itu-itu aja!

6. stop ngebanding-bvandingin
Mungkin mantan kita atau gebetan adalah orang hebat, atau seorang yang terkenal, orang yang cakep...
Tinggalkan segala atribut itu, karena dengan cara ini, si prince bakalan sulit terlihat. Tinggalkan atribut masa lalu dan berhenti membanding-bandingkan.
Kan mereka udah masa lalu.

Dari majalah kawanku

By: wanita_manniez (indah)


Blog EntryTips Sederhana Untuk Perawatan RambutSep 11, '07 10:47 PM
for everyone
Tak salah jika ada sebutan rambut adalah mahkota, karena rambut merupakan bagian tubuh yang dapat menarik perhatian orang lain untuk pertama kalinya. Jadi, hal wajar bagi semua orang, terutama kaum wanita jika berupaya agar rambutnya selalu nampak lebih Oke. Sayangnya, rambut kita tak dapat memenuhi harapan kita setiap hari untuk selalu nampak indah dimata. Ada banyak faktor yang membuat rambut kita terkadang namapk kusam dan lepek, namun dengan perawatan teratur hal yang menyebalkan itu dapat dihindari. Nah, berikut kami berikan beberapa tips perawatan rambut untuk membuat mahkota Anda selalu nampak indah berkilau.

Sebelumnya melompat pada tips-tip yang kami sajikan, Anda perlu tahu ada beberapa faktor penting yang berpengaruh pada keindahan rambut. Sebenarnya, karakteristik rambut seseorang tergantung pada beberapa faktor, dimana diantaranya dibawa oleh faktor keturunan. Beberapa faktor genetik bertanggung jawab atas bagaimana penampian rambut Anda. Bukan itu saja, tingkat hormon juga memiliki pengaruh yang sama banyaknya. Dan lebih dari itu, lingkungan, terutama udara dan air juga memiliki dampak yang tak kalah penting pada rambut kita setiap harinya. Itulah kenapa, setiap orang pernah mengalami hari buruk dengan keadaan rambut yang menyebalkan. Namun, dengan sedikit perawatan, Anda dapat mengucapkan selamat tinggal pada hari buruk dengan rambut lepek dan kusam. Tapi ini bukan hal permanen yang terjadi dalam sekali kerja, Anda perlu melakukan perawatan secara bertahap dari hari ke hari demi mendapat rambut kemilau.

Berikut beberapa tips untuk perawatan rambut dari kami:

- Kembangkan kebiasaan hidup Sehat. Jika Anda perokok, maka mulai hentikan kebiasaan ini. Lakukan olah raga secara teratur, makan makanan dengan gizi seimbang dan gunakan teknik relaksasi untuk meredakan stres.

- Usahakan untuk selalu tidur nyenyak setiap malam. Jangan membawa beban sebelum tidur, karena hal itu dapat menyebabkan tidur Anda terganggu, dan sirkulasi darah yang tak lancar membuat rambut Anda jadi kusam.

- Jika Anda menggunakan produk-produk penata rambut dan kosmetik, hindari produk yang berbahan alkohol dalam konsentrasi tinggi. Jangan mengoleskan produk penata rambut langsung di kulit kepala, hal ini dapat menutupi pori-pori di kepala Anda, dimana itu dapat merusak kulit kepala dan rambut Anda.


sisir rambut dengan arah ke bawah

- Jika Anda gemar berenang, sebelum melompat ke kolam renang basahi dulu rambut Anda dengan air biasa. Air kolam renang biasanya dicampur kaporit, yang tentunya tak bagus buat rambut.

- Gunakan pengering rambut dengan seting dingin. Udara panas dari pengering dapat membuat rambut kering dan rusak. Gunakan pengering rambut dengan merata, bukan terus-menerus di satu tempat. Sebelum menggunakan pengering rambut, gosok rambut basah dengan handuk kering terlebih dahulu, lalu gunakan pengering untuk mengeringkan rambut yang sudah setengah kering.


- Gunakan sisir yang terbuat dari kayu, bahan ini bagus untuk menjaga agar rambut Anda tak mudah rontok. Selalu gunakan sisir yang bersih, untuk itu bersihkan sisir Anda dengan sabun atau shampo secara teratur. Selalu sisir rambut dengan arah turun.

- Pilih shampo dengan kualitas terbagus. Gunakan metode trial and error dalam memilih shampo, dan pilih yang paling sesuai untuk rambut Anda.

Demikian tips-tips yang kami sajikan. Untuk memiliki rambut indah Anda perlu melakukan sedikit usaha dan ketelatenan dalam merawatnya. Selamat mencoba!

By: admin (Kapanlagi.com)


Blog EntryLangsing Menggunakan KencurSep 11, '07 10:42 PM
for everyone
Rimpang kencur tumbuh bergerombol dan bercabang-cabang. Warna rimpang cokelat gelap dan berkesan mengkilap. Kencur juga bisa berbunga, yang muncul di sela-sela daun, bentuknya kecil. Tanaman kencur (Kaempferia galanga) tergolong kecil, berbatang semu pendek. Daunnya bulat melebar dengan ujung mengecil, berwarna hijau gelap.

Ambil 1 rimpang kencur, 1 sendok teh tepung beras basah, dan 1 potong gula kelapa. Bersihkan rimpang kencur, lalu seduh semua bahan dengan segelas air panas. Saring dan minum sehari 3 kali.

By: wanita_manniez (Tabloid Nova)


Blog EntrySahur, Yuk..!!Sep 11, '07 10:39 PM
for everyone

Puasa tapi kok malas makan sahur? Hmm ... bayangkan kalau perut kosong selama beberapa jam. Pasti lemas, stres terus gampang marah, kan. Jadi, sahur, yuk! Tapi tentunya harus dengan benar, ya. Ini dia contekannya:

• Saat berpuasa kadar gula menurun, jadi tubuh terasa lemah dan konsentrasi terganggu. Biasakan untuk meminum air putih yang dicampur dengan madu atau minum teh manis hangat saat sahur.
• Hindari makanan yang mengandung kalori dan lemak berlebih karena bakal bikin kamu gampang ngantuk dan mudah merasa lapar di siang hari.
• Perbanyak mengkonsumsi makanan berserat dan buah-buahan, supaya nggak gampang lapar, karena tubuh kita memerlukan waktu yang lama untuk mencernanya.
• Konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat (nasi, roti, jagung, kentang, pasta) supaya glukosa dan mikro nutrient yang ada di dalam otak berfungsi dengan baik.
• Minum vitamin biar kamu tetap fit terus.
• Porsi makan juga jangan terlalu banyak dan jangan makan terburu-buru.

By E-Neng, (Gadis)


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help