''s posts with tag: everyone
What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
 Pagi itu..
Aku mengawali hariku dengan ceria kala melangkahkan kaki kekantor. Sejak dari rumah, aku merapikan diri didepan cermin dengan lebih teliti sambil menghias diriku. Aku mengenakan baju baru yang sengaja aku beli tuk hari itu..
Ya.. hari ini memang hari special tuk aku, hari dimana usiaku bertambah satu, hari dimana awal aku melihat dunia yang penuh dengan warna warni kehidupan..
Sepanjang pagi itu, aku mengerjakan pekerjaan kantor dengan penuh semangat. Sambil memikirkan persiapan makan siang dengan teman-teman sekantor dan terseyum-senyum membayangkan kejutan apa yg dibuat Hubby tuk aku malam ini.. Ehmmm…
Namun, tepat saat pukul 11.00 aku menerima telp dari kakakku. Mengabarkan bahwa kakak perempuanku akan melahirkan, namun tekanan darahnya tinggi 170/110 sehingga mendapat rujukan ke RS. Fatmawati. Aku tidak terlalu ikhlas kakakku dibawa kerumah sakit itu, karena sering mendengar kabar dari beberapa orang bahwa perawat di RS. Fatmawati yang kurang ramah dalam memberikan pelayanan.
Tepat pukul 12 siang aku langsung izin dari kantor untuk pulang cepat dan langsung meluncur ke RS. Fatmawati. Bersyukur sekali jalan tol siang itu tidak macet. Aku ingin segera mengetahui keadaan kakakku. Apakah dia pre / ekaklamsia?? Bagaimana uriennya?? Apakah positif?? Jika positif stadium berapa?? Apakah kakakku dapat melahirkan normal atau harus dengan Sectio??
Sampai disana, aku langsung menghampiri kakakku.. menanyakan ini dan itu kepada suster yang memeriksa. Oh.. ternyata perawat di sana ramah kok, aku agak sedikit tenang. Namun, yang membuatku heran, pihak keluarga tidak ada yang diajak bicara oleh salah satu petugas atau dokter disana tentang keadaan kakakku. Pihak keluarga tidak ada yang diberitahukan hasil labnya seperti apa?? Karena sepengalamanku melahirkan, (aku melahirkan dengan section karena pre eklamsia dengan urine protein stadium 2 dan tekanan darah 160/130).. Kami pihak keluarga hanya menunggu diluar, sambil sesekali dipanggil hanya untuk menebus obat, infuse ataupun perlengkapan yang akan dibutuhkan ke Depo Farmasi. Sungguh.. membingungkan sekali prosedur disana. Mungkin karena Rumah Sakit besar dengan pasien yang banyak sekali, sehingga keadaan disana terlihat berantakan.
Aku tidak terlalu yakin kakakku dapat melahirkan normal. Meskipun tekanan darahnya sudah turun menjadi 140/90 dan hasil urine proteinnya negative, karena kakaku sudah kepayahan karena kehabisan tenaga, dan yang aku dengar dari dokter saat USG, letak bayinya masih diatas, sudah terlalu payah untuk dapat melalukan dorongan saat mengejan. Dan lagi, ketuban pecah sudah dari 3 jam yang lalu tapi perawat maupun dokter tidak ada yang mengetahuinya jika aku tidak menginformasikannya.. Padahal, harusnya kakakku mendapatkan pemeriksaan yang insentif untuk menentukan proses melahirkan seperti apa yang tidak beresiko.
Namun, pada akhirnya kakakku harus mengalami penderitaan yang amat sangat menyakitkan disana. Dokter-dokter disana amat sangat tidak bersahabat. Kakakku yang sedang mengaduh dan bergeliat saat kontraksi, malah dibentak-bentak, disuruh jangan bergerak, hanya karena dia sedang melakukan USG.
Sampai menjelang detik-detik melahirkan, pihak keluarga juga tidak ada yg diberitahu akan melahirkan dengan cara apa?? ???
Akhirnya, kakakku melahirkan secara normal, normal yang dipaksakan menurutku.. itupun setelah di induksi dan pada akhirnya bayinya harus keluar dengan di vakum. Sungguh, hatiku terasa teriris membayangkan prosesnya. Kalau jadinya akan diinduksi dan di vakum, kami pihak keluarga lebih memilih Sectio.. untuk meringankan penderitaannya.. Tapi, dimana hati nurani para dokter disana?? Harusnya mereka lebih mengetahui keadaan pasien donk!!! Hatiku seakan marah dan ingin sekali memaki mereka semua..
Sampai setelah 2 jam lebih proses melahirkan, kami kembali heran.. Kenapa proses jahit luka melahirkan belum selesai juga, beberapa kali harus mengambil benang di Depo Farmasi, baru saat itu pihak keluarga di minta masuk oleh dokternya, karena kebetulan suaminya sedang ke Depo Farmasi, maka aku yang mewakilkannya untuk masuk Saat masuk kesana, aku pikir ada yang mau dibicarakan oleh dokter, namun dugaanku salah, Astaghfirullah alaziimm.. aku dibentak-bentak dan dipaksa untuk melihat luka kakakku yang begitu besar dan tidak beraturan, lukanya sangat dalam sekali dan panjang sampai ke anus, dan kakaku mengalami perdarahan yang sangat hebat. Dengan menguatkan hati, aku langsung mendekati kakakku dan mengelus-ngelus kepalanya mencoba menguatkan kakakku yang saat itu yang terus-menerus mengaduh kesakitan dan mencoba memohon kepada dokter untuk dibius local. Tapi sambil menjahit kemaluan kakakku, dokter itupun terus menerus mengoceh yang tidak mengenakan. Seolah-olah, dia itu Tuhan yang punya kuasa atas segalanya.
Hatiku teriris perih sepanjang 4 jam berlangsungnya proses penjahitan. Entah berapa banyak benang yang sudah digunakan untuk menjahitnya. Entah berapa kali doa yang aku panjatkan tuk menenangkan kakakku, untuk memohon kepada Allah agar mengangkat penderitaan kakakku. Entah berapa kali Asma Allah aku ucapkan agar dokter itu tersentuh hatinya dan proses itupun bisa cepat selesai.
Setelah selesai, aku kembali dibentak-bentak dan dipaksa untuk melihat hasilnya. Ya.. Allah.. Seperti itukah manusia yang tercipta tanpa memiliki hati nurani?? Padahal dia juga perempuan, dan dia seorang muslim yang sudah menutup auratnya dengan jilbab.
Begitulah Allah menjadikan aku lebih dewasa dihari ulang tahunku..
Cheers,
Mom’s Aghna

Seperti biasa saya sehabis pulang kantor tiba di rumah langsung duduk bersantai sambil melepas penat. Sepertinya saya sangat enggan untuk membersihkan diri dan langsung shalat.
Sementara anak2 & istri sedang berkumpul di ruang tengah. Dalam kelelahan tadi, saya disegarkan dengan adanya angin dingin sepoi2 yang menghembus tepat di muka saya.
Selang beberapa lama seorang yang tak tampak mukanya berjubah putih dengan tongkat ditangannya tiba2 sudah berdiri di depanku.
Saya sangat kaget dengan kedatangannya yang tiba2 itu. Sebelum sempat bertanya.... .siapa dia...tiba2 saya merasa dada saya sesak... sulit untuk bernafas....
namun saya berusaha untuk tetap menghirup udara sebisanya.
Yang saya rasakan waktu itu ada sesuatu yang berjalan pelan2 dari dadaku...... terus berjalan.... . kekerongkonganku. ...sakittttttttt ........sakit. ..... rasanya. Keluar airmataku menahan rasa sakitnya,... . Oh Tuhan ! ada apa dengan diriku.....
Dalam kondisi yang masih sulit bernafas tadi, benda tadi terus memaksa untuk keluar dari tubuhku...
kkhh........ .khhhh... .. kerongkonganku berbunyi. Sakit rasanya, amat teramat sakit
Seolah tak mampu aku menahan benda tadi... Badanku gemetar... peluh keringat mengucur deras.... mataku terbelalak.. ...air mataku seolah tak berhenti.
Tangan & kakiku kejang2 sedetik setelah benda itu meninggalkan aku. Aku melihat benda tadi dibawa oleh orang misterius itu...pergi. ..berlalu begitu saja....hilang dari pandangan.
Namun setelah itu......... aku merasa aku jauh lebih Ringan, sehat, segar, cerah... tidak seperti biasanya.
Aku herann... istri & anak2 ku yang sedari tadi ada diruang tengah, tiba2 terkejut berhamburan ke arahku.. Di situ aku melihat ada seseorang yang terbujur kaku ada tepat di bawah sofa yang kududuki tadi. Badannya dingin kulitnya membiru. siapa dia???????.. . Mengapa anak2 & istriku memeluknya ! sambil menangis... mereka menjerit...histeris ...terlebih istriku seolah tak mau melepaskan orang yang terbujur tadi...
Siapa dia......... ....????? ???
Betapa terkejutnya aku ketika wajahnya dibalikkan.. .. dia........dia. ......dia mirip dengan aku....ada apa ini Tuhan...???? ????
Aku mencoba menarik tangan istriku tapi tak mampu..... Aku mencoba merangkul anak2 ku tapi tak bisa. Aku coba jelaskan kalau itu bukan aku.
Aku coba jelaskan kalau aku ada di sini.. Aku mulai berteriak... ..tapi mereka seolah tak mendengarkan aku seolah mereka tak melihatku...
Dan mereka terus-menerus menangis.... aku sadar..aku sadar bahwa orang misterius tadi telah membawa rohku Aku telah mati...aku telah mati.
Aku telah meninggalkan mereka ..tak kuasa aku menangis.... berteriak. .....
Aku tak kuat melihat mereka menangisi mayatku. Aku sangat sedih.. selama hidupku belum banyak yang kulakukan untuk membahagiakan mereka. Belum banyak yang bisa kulakukan ! untuk membimbing mereka.
Tapi waktuku telah habis....... masaku telah terlewati... . aku sudah tutup usia pada saat aku terduduk di sofa setelah lelah seharian bekerja.
Sungguh bila aku tahu aku akan mati, aku akan membagi waktu kapan harus bekerja, beribadah, untuk keluarga dll.
Aku menyesal aku terlambat menyadarinya. Aku mati dalam keadaan belum ibadah.
Ohh Tuhan, JIKA kau ijinkan keadaanku masih hidup dan masih bisa membaca E-mail ini sungguh aku amat sangat bahagia.
Karena aku MASIH mempunyai waktu untuk bersimpuh, mengakui segala dosa & berbuat kebaikan sehingga bila maut menjemputku kelak aku telah berada pada keadaan yang lebih siap.
============ ========= ========= ========= ========= ====
Nice Story -------------------------------- Sekedar berbagi cerita di forum orang orang super dalam keindahan hari ini :
Siang ini February 6, 2008 , tanpa sengaja ,saya bertemu dua manusia super. Mereka mahluk mahluk kecil , kurus ,kumal berbasuh keringat. Tepatnya diatas jembatan penyeberangan setia budi , dua sosok kecil berumur kira kira delapan tahun menjajakan tissue dengan wadah kantong plastik hitam. Saat menyeberang untuk makan siang mereka menawari saya tissue diujung jembatan , dengan keangkuhan khas penduduk Jakarta saya hanya mengangkat tangan lebar lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya oleh mereka dengan ucapan "Terima kasih Oom !". Saya masih tak menyadari kemuliaan mereka dan Cuma mulai membuka sedikit senyum seraya mengangguk kearah mereka.
Kaki - kaki kecil mereka menjelajah lajur lain diatas jembatan , menyapa seorang laki laki lain dengan tetap berpolah seorang anak kecil yang penuh keceriaan, laki laki itupun menolak dengan gaya yang sama dengan saya, lagi lagi sayup sayup saya mendengar ucapan terima kasih dari mulut kecil mereka . Kantong hitam tampat stok tissue dagangan mereka tetap teronggok disudut jembatan tertabrak derai angin Jakarta . Saya melewatinya dengan lirikan kearah dalam kantong itu , duapertiga terisi tissue putih berbalut plastik transparan .
Setengah jam kemudian saya melewati tempat yang sama dan mendapati mereka tengah mendapatkan pembeli seorang wanita , senyum diwajah mereka terlihat berkembang seolah memecah mendung yang sedang manggayut langit Jakarta .
" Terima kasih ya mbak .semuanya dua ribu lima ratus rupiah!" tukas mereka , tak lama siwanita merogoh tasnya dan mengeluarkan uang sejumlah sepuluh ribu rupiah .
" Maaf , nggak ada kembaliannya ..ada uang pas nggak mbak ? " mereka menyodorkan kembali uang tersebut. Si wanita menggeleng, lalu dengan sigapnya anak yang bertubuh lebih kecil menghampiri saya yang tengah mengamati mereka bertiga pada jarak empat meter.
" Oom boleh tukar uang nggak , receh sepuluh ribuan ?" suaranya mengingatkan kepada anak lelaki saya yang seusia mereka . sedikit terhenyak saya merogoh saku celana dan hanya menemukan uang sisa kembalian food court sebesar empat ribu rupiah .
" Nggak punya , tukas saya !" lalu tak lama siwanita berkata " ambil saja kembaliannya , dik !" sambil berbalik badan dan meneruskan langkahnya kearah ujung sebelah timur.
Anak ini terkesiap , ia menyambar uang empat ribuan saya dan menukarnya dengan uang sepuluh ribuan tersebut dan meletakkannya kegenggaman saya yang masih tetap berhenti , lalu ia mengejar wanita tersebut untuk memberikan uang empat ribu rupiah tadi. Siwanita kaget , setengah berteriak ia bilang " sudah buat kamu saja , nggak apa..apa ambil saja !", namun mereka berkeras mengembalikan uang tersebut. " maaf mbak , Cuma ada empat ribu , nanti kalau lewat sini lagi saya kembalikan !" Akhirnya uang itu diterima siwanita karena sikecil pergi meninggalkannya.
Tinggallah episode saya dan mereka , uang sepuluh ribu digenggaman saya tentu bukan sepenuhnya milik saya . mereka menghampiri saya dan berujar " Om , bisa tunggu ya , saya kebawah dulu untuk tukar uang ketukang ojek !".
" eeh .nggak usah ..nggak usah ..biar aja ..nih !" saya kasih uang itu ke sikecil, ia menerimanya tapi terus berlari kebawah jembatan menuruni tangga yang cukup curam menuju ke kumpulan tukang ojek.
Saya hendak meneruskan langkah tapi dihentikan oleh anak yang satunya , " Nan ti dul u Om , biar ditukar dulu ..sebentar "
" Nggak apa apa , itu buat kalian " Lanjut saya
" jangan ..jangan Om , itu uang om sama mbak yang tadi juga " anak itu bersikeras
" Sudah ..saya Ikhlas , mbak tadi juga pasti ikhlas ! saya berusaha membargain, namun ia menghalangi saya sejenak dan berlari keujung jembatan berteriak memanggil temannya untuk segera cepat , secepat kilat juga ia meraih kantong plastik hitamnya dan berlari kearah saya.
" Ini deh om , kalau kelamaan , maaf .." ia memberi saya delapan pack tissue
" Buat apa ?" saya terbengong
" Habis teman saya lama sih Om , maaf , tukar pakai tissue aja dulu " walau dikembalikan ia tetap menolak .
Saya tatap wajahnya , perasaan bersalah muncul pada rona mukanya . Saya kalah set , ia tetap kukuh menutup rapat tas plastic hitam tissuenya . Beberapa saat saya mematung di sana , sampai sikecil telah kembali dengan genggaman uang receh sepuluh ribu , dan mengambil tissue dari tangan saya serta memberikan uang empat ribu rupiah.
"Terima kasih Om , !"..mereka kembali keujung jembatan sambil sayup sayup terdengar percakapan " Duit mbak tadi gimana ..? " suara kecil yang lain menyahut " lu hafal kan orangnya , kali aja ketemu lagi ntar kita kasihin ..." percakapan itu sayup sayup menghilang , saya terhenyak dan kembali kekantor dengan seribu perasaan.
Tuhan ..Hari ini saya belajar dari dua manusia super , kekuatan kepribadian mereka menaklukan Jakarta membuat saya trenyuh , mereka berbalut baju lusuh tapi hati dan kemuliaannya sehalus sutra , mereka tahu hak mereka dan hak orang lain , mereka berusaha tak meminta minta dengan berdagang Tissue . Dua anak kecil yang bahkan belum baligh , memiliki kemuliaan diumur mereka yang begitu belia.
YOU AR E ONLY AS HONORABLE AS WHAT YOU DO
Engkau hanya semulia yang kau kerjakan.
MT
Saya membandingkan keserakahan kita , yang tak pernah ingin sedikitpun berkurang rizki kita meski dalam rizki itu sebetulnya ada milik orang lain .
"Usia memang tidak menjamin kita menjadi Bijaksana , kitalah yang memilih untuk menjadi bijaksana atau tidak"
Semoga pengalaman nyata ini mampu menggugah saya dan teman lainnya untuk lebih SUPER.
Ada seorang gadis muda yang sangat suka menari. Kepandaiannya menari sangat menonjol dibanding dengan rekan-2nya, sehingga dia seringkali menjadi juara di berbagai perlombaan yang diadakan. Dia berpikir, dengan apa yang dimilikinya saat ini, suatu saat apabila dewasa nanti dia ingin menjadi penari kelas dunia. Dia membayangkan dirinya menari di Rusia, Cina, Amerika, Jepang, serta ditonton oleh ribuan orang yang memberi tepukan kepadanya.
Suatu hari, dikotanya dikunjungi oleh seorang pakar tari yang berasal dari luar negeri. Pakar ini sangatlah hebat,dan dari tangan dinginnya telah banyak dilahirkan penari-penari kelas dunia. Gadis muda ini ingin sekali menari dan menunjukkan kebolehannya di depan sang pakar tersebut, bahkan jika mungkin memperoleh kesempatan menjadi muridnya. Akhirnya kesempatan itu datang juga. Si gadis muda berhasil menjumpai sang pakar di belakang panggung, seusai sebuah pagelaran tari. Si gadis muda bertanya "Pak, saya ingin sekali menjadi penari kelas dunia. Apakah anda punya waktu sejenak, untuk menilai saya menari ? Saya ingin tahu pendapat anda tentang tarian saya".
"Oke, menarilah di depan saya selama 10 menit", jawab sang pakar.
Belum lagi 10 menit berlalu, sang pakar berdiri dari kursinya, lalu berlalu meninggalkan si gadis muda begitu saja, tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Betapa hancur si gadis muda melihat sikap sang pakar.Si gadis langsung berlari keluar. Pulang kerumah, dia langsung menangis tersedu-sedu.
Dia menjadi benci terhadap dirinya sendiri. Ternyata tarian yang selama ini dia bangga-banggakan tidak ada apa-apanya di hadapan sang pakar.
Kemudian dia ambil sepatu tarinya, dan dia lemparkan ke dalam gudang. Sejak saat itu, dia bersumpah tidak pernah akan menari lagi.
Puluhan tahun berlalu. Sang gadis muda kini telah menjadi ibu dengan tiga orang anak. Suaminya telah meninggal. Dan untuk menghidupi keluarganya, dia bekerja menjadi pelayan dari sebuah toko di sudut jalan.
Suatu hari, ada sebuah pagelaran tari yang diadakan di kota itu.
Nampak sang pakar berada di antara para menari muda di belakang panggung.
Sang pakar nampak tua, dengan rambutnya yang sudah putih. Si ibu muda dengan tiga anaknya juga datang ke pagelaran tari tersebut. Seusai acara, ibu ini membawa ketiga anaknya ke belakang panggung, mencari sang pakar, dan memperkenalkan ketiga anaknya kepada sang pakar. Sang pakar masih mengenali ibu muda ini, dan kemudian mereka bercerita secara akrab.
Si ibu bertanya, "Pak, ada satu pertanyaan yang mengganjal di hati saya. Ini tentang penampilan saya sewaktu menari di hadapan anda bertahun-tahun yang silam. Sebegitu jelekkah penampilan saya saat itu, sehingga anda langsung pergi meninggalkan saya begitu saja, tanpa mengatakan sepatah katapun?"
"Oh ya, saya ingat peristiwanya. Terus terang, saya belum pernah melihat tarian seindah yang kamu lakukan waktu itu. Saya rasa kamu akan menjadi penari kelas dunia. Saya tidak mengerti mengapa kamu tiba-2 berhenti dari dunia tari", jawab sang pakar.
Si ibu muda sangat terkejut mendengar jawaban sang pakar.
"Ini tidak adil", seru si ibu muda. "Sikap anda telah mencuri semua impian saya. Kalau memang tarian saya bagus, mengapa anda meninggalkan saya begitu saja ketika saya baru menari beberapa menit. Anda seharusnya memuji saya, dan bukan mengacuhkan saya begitu saja. Mestinya saya bisa menjadi penari kelas dunia. Bukan hanya menjadi pelayan toko!"
Si pakar menjawab lagi dengan tenang "Tidak .... Tidak, saya rasa saya telah berbuat dengan benar. ANDA TIDAK HARUS MINUM ANGGUR SATU BARREL UNTUK MEMBUKTIKAN ANGGUR ITU ENAK. Demikian juga saya. Saya tidak harus menonton anda 10 menit untuk membuktikan tarian anda bagus.
Malam itu saya juga sangat lelah setelah pertunjukkan. Maka sejenak saya tinggalkan anda, untuk mengambil kartu nama saya, dan berharap anda mau menghubungi saya lagi keesokan hari. Tapi anda sudah pergi ketika saya keluar. Dan satu hal yang perlu anda camkan, bahwa ANDA MESTINYA FOCUS PADA IMPIAN ANDA, BUKAN PADA UCAPAN ATAU TINDAKAN SAYA.
Lalu pujian? Kamu mengharapkan pujian? Ah, waktu itu kamu sedang bertumbuh. PUJIAN ITU SEPERTI PEDANG BERMATA DUA. ADA KALANYA MEMOTIVASIMU, BISA PULA MELEMAHKANMU. Dan faktanya saya melihat bahwa sebagian besar PUJIAN YANG DIBERIKAN PADA SAAT SESEORANG SEDANG BERTUMBUH, HANYA AKAN MEMBUAT DIRINYA PUAS DAN PERTUMBUHANNYA BERHENTI. SAYA JUSTRU LEBIH SUKA MENGACUHKANMU, AGAR HAL ITU BISA MELECUTMU BERTUMBUH LEBIH CEPAT LAGI. Lagipula, pujian itu sepantasnya datang dari keinginan saya sendiri. TIDAK PANTAS ANDA MEMINTA PUJIAN DARI ORANG LAIN".
"Anda lihat, ini sebenarnya hanyalah masalah sepele. Seandainya anda pada waktu itu tidak menghiraukan apa yang terjadi dan tetap menari, mungkin hari ini anda sudah menjadi penari kelas dunia.
Mungkin Anda sakit hati pada waktu itu, tapi sakit hati Anda akan cepat hilang begitu Anda berlatih kembali. Tapi sakit hati karena penyesalan Anda hari ini tidak akan pernah bisa hilang selama-lamanya. ".
Seorang lelaki berumur 92 tahun yang mempunyai selera tinggi,percaya diri, dan bangga akan dirinya sendiri, yang selalu berpakaian rapi setiap hari sejak jam 8 pagi, dengan rambutnya yang teratur rapi meskipun dia buta, masuk ke panti jompo hari ini. Istrinya yang berumur 70 tahun baru-baru ini meninggal, sehingga dia harus masuk ke panti jompo. Setelah menunggu dengan sabar selama beberapa jam di lobi, Dia tersenyum manis ketika diberi tahu bahwa kamarnya telah siap. Ketika dia berjalan mengikuti penunjuk jalan ke elevator, aku menggambarkan keadaan kamarnya yang kecil, termasuk gorden yang ada di jendela kamarnya. Saya menyukainya, katanya dengan antusias seperti seorang anak kecil berumur 8 tahun yang baru saja mendapatkan seekor anjing. Pak, Anda belum melihat kamarnya, tahan dulu perkataan tersebut. Hal itu tidak ada hubungannya, dia menjawab. Kebahagiaan adalah sesuatu yang kamu putuskan di awal. Apakah aku akan menyukai kamarku atau tidak, tidak tergantung dari bagaimana perabotannya diatur tapi bagaimana aku mengatur pikiranku. Aku sudah memutuskan menyukainya. Itu adalah keputusan yang kubuat setiap pagi ketika aku bangun tidur. Aku punya sebuah pilihan; aku bisa menghabiskan waktu di tempat tidur menceritakan kesulitan-kesulitan yang terjadi padaku karena ada bagian tubuhnya yang tidak bisa berfungsi lagi, atau turun dari tempat tidur dan berterima kasih atas bagian-bagian yang masih berfungsi. Setiap hari adalah hadiah, dan selama mataku terbuka, aku akan memusatkan perhatian pada hari yang baru dan semua kenangan indah dan bahagia yang pernah kualami dan kusimpan. Hanya untuk kali ini dalam hidupku. Umur yang sudah tua adalah seperti simpanan dibank. Kita akan mengambil dari yang telah kita simpan.
January o Ambisius dan serius. o Selalu melihat kekurangan dan kelemahan orang lain. o Suka mengajar dan diajar. o Suka mengkritik. o Pekerja keras. o Produktif. o Pintar. o Teratur dan terencana. o Sensitive dan mempunyai pemikiran yang dalam. o Tahu bagaimana membuat orang lain senang. o Tenang kecuali kalau senang atau tegang. o Lebih suka menyendiri. o Sangat perhatian. o Tahan terhadap penyakit tetapi mudah terkena demam. o Romantis tetapi memiliki kesulitan mengungkapkan cinta. o Suka anak-anak. o Loyal. o Orang rumahan. o Perlu peningkatan kemampuan sosialisasi. o Mudah cemburu.
February o Berpikir abstrak. o Suka kenyataan dan keabstrakan. o Pintar dan cerdas. o Kepribadian yang berubah-ubah. o Temperamental, jujur dan loyal. o Pendiam, pemalu dan rendah hati. o Menilai rendah diri sendiri. o Teguh mencapai tujuan. o Suka kebebasan. o Memberontak ketika dikekang. o Suka agresif. o Terlalu sensitive dan mudah terluka. o Mudah menunjukan kemarahan. o Tidak suka hal yang tidak bermanfaat. o Suka memcari teman tapi jarang menunjukannya. o Ambisius, dan keras kepala. o Mewujudkan harapan dan impian. o Boros. o Suka hiburan dan kesenangan. o Romantis di dalam tetapi tidak diluar. o Suka tahayul dan konyol. o Belajar menunjukan emosi.
Maret o Kepribadian yang menarik. o Penyayang. o Pemalu dan tertutup. o Suka rahasia. o Secara alami jujur, dermawan dan bersimpati. o Cinta kedamaian dan ketentraman. o Dapat dipercaya. o Sensitive pada yang lain. o Suka melayani orang lain. o Tidak mudah marah. o Pendendam. o Menghargai dan membalas kebaikan. o Memperhatikan dan menilai orang lain. o Tergantung mood (perasaan). o Suka berfantasi dan bermimpi. o Suka traveling. o Suka perhatian. o Suka menata rumah. o Memiliki bakat musik. o Suka sesuatu yang special.
April o Aktif dan dinamis. o Tegas dan terburu-buru tetapi cenderung menyesalinya. o Diplomatis. o Menarik dan menyayangi diri sendiri. o Bermental kuat. o Suka perhatian. o Menghibur. o Berkawan baik dan memecahkan masalah orang lain. o Berani dan tidak takut. o Petualang. o Mencintai dan penyayang. o Lembut dan baik hati. o Emosional. o Pedendam. o Agresif. o Memiliki ingatan baik. o Memotivasi diri sendiri dan orang lain. o Penyakit biasanya pada kepala dan dada. o Mudah cemburu.
Mei o Keras kepala dan keras hati. o Berkeinginan kuat dan bermotivasi tinggi. o Boros. o Berpikir tajam, mudah marah, dan berperasaan dalam. o Tidak memerlukan motivasi. o Menarik bagi orang lain dan suka perhatian. o Mempunyai fisik dan mental yang baik. o Tegas pada pendirian, mudah terpengaruh, dan pekerja keras. o Mudah berkonsultasi. o Sistematis (otak kiri). o Suka bermimpi. o Berpandangan kuat. o Pengertian. o Penyakit biasanya pada telinga dan leher. o Imajinasi baik. o Baik dalam keahlian debat. o Bernafas lemah. o Suka literature dan seni. o Suka berpergian. o Tidak suka berada dirumah. o Gelisah. o Bersemangat tinggi.
Juni o Berpikir dengan gambaran. o Mudah terpengaruh dengan kebaikan, mudah bosan, pemimpi, o keras kepala dan cerewet. o Sopan dan berbicara halus. o Memiliki banyak ide, eksekutif dan berpikir beragam. o Sensitive, berpikiran aktif, dan ragu-ragu. Suka berpakaian baik. o Cenderung menunda. o Pemilih dan selalu ingin yang terbaik dan juga tempramental. o Menyenangkan, humoris dan suka candaan. o Baik dalam keahlian debat, dan mudah berbicara. o Mudah terkena demam atau flu. o Bersahabat, tahu bagaimana berteman, dan bersahabat selamanya. o Mampu menunjukan karekter, dan mudah terluka. o Sesekali menunjukan emosi. o Membutuhkan waktu untuk pulih bila sekali terluka. o Mereka yang mencintai saya adalah musuh. o Mereka yang membenci saya adalah teman.
Juli o Menyenangkan bila sedang bersama, memiliki rahasia, dan suka untuk dicintai. o Sukar dimengerti dan mengerti. o Tenang kecuali gembira dan tegang, memiliki reputasi. Memiliki harga diri tinggi dan terlalu perhatian. o Membuat suasana dalam lingkungan kerja, mudah berkonsultasi, dan jujur. o Perhatian dengan perasaan orang lain. o Bijaksana, bersahabat, dapat didekati dan sangat emosional. Memimpin orang lain secara fisik dan mental. o Temperamental dan tidak dapat ditebak. o Tergantung mood dan mudah terluka, lucu dan sentimental. Tidak pendendam, memaafkan tetapi tidak melupakan. o Sensitive dan menciptakan dengan hati-hati pandangan orang lain. o Tidak menyukai hal yang tidak masuk akal dan hal yang tidak berguna. o Penyayang dan menjaga, memperlakukan orang lain sama. Selalu berpatokan masa lalu dan teman lama. Orang rumahan, tidak pernah mencari teman. Rentan terhadap masalah perut dan makanan. o Berperasaan simpati yang kuat, waspada dan cerdik. Pekerja keras, tidak ada kesulitan dalam belajar. Suka menyendiri, suka kesunyian, menunggu untuk teman. o Menilai orang lain dari pengamatan. o Tidak agresif kecuali di provokasi. o Mudah terluka tetapi lama sembuh.
Agustus o Suka becanda, menarik, lembut dan penyayang. o Berani dan tidak takut. o Haus akan pujian. o Tegas dan punya kualitas sebagai pemimpin. o Tahu bagaimana berkonsultasi dengan yang lain. o Punya semangat yang luar biasa. o Terlalu baik dan egois. o Menilai tinggi tentang harga dirinya. o Mudah marah, marah ketika di provokasi. o Mudah cemburu, setia. o Berhati-hati dan awas. o Berpikir cepat, berpikiran mandiri. o Suka memimpin dan dipimpin. o Suka bermimpi. o Berbakat dalam seni, musik dan tantangan. o Sensitive tetapi tidak picik. o Kurang tahan terhadap penyakit. o Belajar untuk relaks. o Terburu-buru dan mendesak. o Romantis. o Suka berteman.
September o Lembut dan bisa kompromi. o Berhati-hati, awas dan teratur. o Tenang dan cool. o Berdaya ingat baik. o Suka menunjukan kesalahan orang lain. o Suka mengkritik, pendiam tapi mampu berbicara dengan baik. o Baik dan simpatik. o Perhatian dan mendetail. o Dapat dipercaya, loyal, dan jujur. o Suka berrahasia. o Bisa bekerja baik, sensitive, berpikir. o Pintar dan tahu pengajaran. o Suka mencari-cari informasi. o Harus mengontrol diri kalau dikritik. o Bisa memotivasi diri sendiri. o Susah menunjukan perasaan. o Suka olah raga, kesenangan dan traveling. o Cenderung menumpuk perasaan. o Pemilih terutama dalam hubungan. o Pengertian. o Suka berpikir luas. o Sistematik.
Oktober o Suka berbicara, menyukai mereka yang menyukainya. o Suka memposisikan segala sesuatu ditengah. o Menarik dan lembut. o Cantik luar dalam. o Tidak berbohong atau berpura-pura. o Simpatik, memperlakukan teman sangat penting. o Selalu berteman, mudah terluka tetapi sulit sembuhnya. o Berwatak jelek, egois, jarang membantu kecuali diminta. o Pemimpi. o Sangat berpendirian keras. o Tidak peduli apa yang dipikirkan orang lain. o Emosional. o Menyentuh dah mudah cemburu. o Perhatian. o Suka luar ruangan. o Menyesuaikan dan adil. o Boros dan mudah terpengaruh. o Mudah kehilangan percaya diri.
November o Punya banyak ide tetapi sulit diungkapkan. Dapat jaga rahasia. o Berpikir kedepan, unik dan cemerlang. Pekerja keras. o Ide luar biasa, berpikir tajam. o Baik dan berpandangan kuat. o Tidak bisa mengontrol emosi o Bisa menjadi doctor yang baik. o Kepribadian yang dinamis. o Berani, baik, jujur dan sabar. o Suka berahasia, ingin tahu dan tahu bagaimana menggali rahasia. o Selalu berpikir, jarang berbicara tetapi ramah. Dapat dipercaya. o Keras kepala dan keras hati. o Bila ada kemauan, ada jalan, bertujuan. Hati-hati dan awas. o Pantang menyerah, susah marah kecuali di provokasi. o Berpikir tajam, memotivasi diri sendiri. Berkemampuan tinggi. o Suka sendiri, berpikiran lain dari yang lain. Tidak bisa diduga. o Tidak menghargai pujian. o Bersemangat tinggi, terdidik baik dan tangguh. Rumahan. o Romantis, berperasaan cinta dan emosi yang dalam. o Tidak pasti dalam hubungan.
Desember o Loyal dan baik dan kesatria. o Aktif di permainan dan interaksi. o Tidak sabaran dan terburu-buru. o Ambisius. o Berpengaruh di organisasi. o Menyenangkan untuk bersama. o Suka bersosialisasi. o Suka pujian. o Suka perhatian. o Suka untuk dicintai. o Jujur dan dapat dipercaya. o Berdasar logika. o Tidak berpura-pura. o Berwatak pendek. o Berubah-ubah kepribadian. o Tidak egoistic. o Suka becanda. o Menilai harga diri sendiri tinggi. o Tidak suka dikekang. o Punya rasa humor yang baik.
Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main dibawah pohon apel itu setiap hari . Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu . Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. "Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pintapohon apel itu.. "Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi," jawab anak lelaki itu."Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya." Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang... tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu." Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih .
Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. "Ayo bermain-main denganku lagi," kata pohon apel. "Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu. " Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?" Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu ," kata pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira.Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.
Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi . Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya."Ayo bermain-main lagi denganku," kata pohon apel."Aku sedih," kata anak lelaki itu."Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?" "Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah."
Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.
Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. "Maaf anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu." "Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu," jawab anak lelaki itu. "Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat," kata pohon apel."Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu ," jawab anak lelaki itu."Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini," kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata. "Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang ," kata anak lelaki. "Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu." " Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang." Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon .
Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya. Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.
Hanya seorang yang pemarah yang bisa betul-betul bersabar.
Seseorang yang tidak bisa merasa marah -tidak bisa disebut penyabar; karena dia hanya tidak bisa marah.
Sedang seorang lagi yang sebetulnya merasa marah, tetapi mengelola kemarahannya untuk tetap berlaku baik dan adil adalah seorang yang berhasil menjadikan dirinya bersabar.
Dan bila Anda mengatakan bahwa untuk bersabar itu-sulit, Anda sangat tepat; karena kesabaran kita diukur dari kekuatan kita untuk tetap mendahulukan yang benar dalam perasaan yang membuat kita seolah-olah berhak untuk berlaku melampaui batas.
Kesabaran bukanlah sebuah sifat, tetapi sebuah akibat.
Perhatikanlah bahwa kita lebih sering menderita karena kemarahan kita, daripada karena hal-hal yang membuat kita merasa marah. Perhatikanlah juga bahwa kemarahan kita sering melambung lebih tinggi daripada nilai dari sesuatu yang menyebabkan kemarahan kita itu, sehingga kita sering bereaksi berlebihan dalam kemarahan.
Hanya karena Anda menyadari dengan baik -tentang kerugian yang bisa disebabkan oleh reaksi Anda dalam kemarahan, Anda bisa menjadi berhati-hati dalam bereaksi terhadap apa pun yang membuat Anda merasa marah. Kehati-hatian dalam bereaksi terhadap yang membuat Anda marah itu lah yang menjadikan Anda tampil sabar.
Kemarahan adalah sebuah bentuk nafsu.
Nafsu adalah kekuatan yang tidak pernah netral, karena ia hanya mempunyai dua arah gerak; yaitu bila ia tidakmemuliakan,pasti ia menghinakan.
Nafsu juga bersifat dinamis, karena ia menolak untuk berlaku tenang bila Anda merasa tenang. Ia akan selalu memperbaruhi kekuatannya untuk membuat Anda memperbaruhi kemapanan Anda.
Maka perhatikanlah ini dengan cermat; bila Anda berpikir dengan jernih dalam memilih tindakan dan cara bertindak dalam kemarahan, nafsu itu akan menjadi kekuatan Anda untuk meninggalkan kemapananAndayang sekarang -untuk menuju sebuah kemapanan baru yang lebih tinggi.
Tetapi, bila Anda berlaku sebaliknya, maka ke bawahlah arah pembaruan dari kemapanan Anda.
Itu sebabnya, kita sering menyaksikan seorang berkedudukan tinggi yang terlontarkan dari tingkat kemapanannya, dan kemudian direndahkan karena dia tidak berpikir jernih dalam kemarahan.
Dan bila nafsunya telah menjadikannya seorang yang tidak bisa direndahkan lagi, dia disebut sebagai budak nafsu.
Kualitas reaksi Anda terhadap yang membuat Anda marah, adalah penentu kelas Anda.
Kebijakan para pendahulu kita telah menggariskan bahwa untuk menjadi marah itu mudah, dan patut bagi semua orang. Tetapi, untuk bisa marah kepada orang yang tepat, karena sebab yang tepat, untuk tujuan yang tepat, pada tingkat kemarahan yang tepat, dan dengan cara yang tepat -itu tidak untuk orang-orang kecil.
Maka seberapa besar-kah Anda menginginkan diri Anda jadinya?
Memang pernah ada orang yang mengatakan bahwa siapa pun yang membuat Anda marah-telah mengalahkan Anda. Pengamatan itu tepat-hanya bila Anda mengijinkan diri Anda berlaku dengan cara-cara yang merendahkan diri Anda sendiri karena kemarahan yang disebabkan oleh orang itu.
Itu sebabnya, salah satu cara untuk membesarkan diri adalah menghindari sikap dan perilaku yang mengecilkan diri.
Kita sering merasa marah karena orang lain berlaku persis seperti kita.
Perhatikanlah, bahwa orang tua yang sering marah kepada anak-anaknya yang bertengkar -adalah orang tua yang juga sering bertengkar dengan pasangannya.
Bila kita cukup adil kepada diri kita sendiri, dan mampu untuk sekejap menikmati kedamaian kita akan melihat dengan jelas bahwa kita sering menuntut orang lain untuk berlaku seperti yang tidak kita lakukan.
Dan dengannya, bukankah kemarahan Anda juga penunjuk jalan bagi Anda untuk menemukan perilaku-perilaku baik yang sudah Anda tuntutdariorang lain,tetapi yang masih belum Anda lakukan?
Lalu, mengapakah Anda berlama-lama dalam kemarahan yang sebetulnya adalah tanda yang nyata bahwa Anda belum memperbaiki diri?
Katakanlah, tidak ada orang yang cukup penting yang bisa membuat saya marah dan berlaku rendah.
Bila Anda seorang pemimpin, dan Anda telah menerima tugas untuk meninggikan orang lain; maka tidak ada badai, gempa, atau air bah yang bisa membuat Anda mengurangi nilai Anda bagi kepantasan untuk mengemban tugas itu.
Ingatlah, bahwa orang-orang yang berupaya mengecilkan Anda itu-adalah sebetulnya orang-orang kecil.
Karena, orang-orang besar akan sangat berhati-hati dengan perasaan hormat Anda kepada diri Anda sendiri. Bila mereka marah pun kepada Anda, mereka akan berlaku dengan cara-cara yang mengundang Anda untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Sedangkan orang kecil? Orang-orang kecil membuat orang lain merasa kecil agar mereka bisa merasa besar.
Anda mengetahui kebesaran yang dijanjikan untuk Anda. Maka besarkan-lah orang lain.
Tuhan memberiku sebuah tugas, yaitu membawa keong jalan-jalan. Aku tak dapat jalan terlalu cepat, keong sudah berusaha keras merangkak, Setiap kali hanya beralih sedemikian sedikit
Aku mendesak, menghardik, memarahinya, Keong memandangku dengan pandangan meminta-maaf, Serasa berkata : "aku sudah berusaha dengan segenap tenaga !" Aku menariknya, menyeret, bahkan menendangnya, keong terluka. Ia mengucurkan keringat, nafas tersengal-sengal, merangkak ke depan. Sungguh aneh, mengapa Tuhan memintaku mengajak seekor keong berjalan-jalan.
Ya Tuhan! Mengapa ? Langit sunyi-senyap
Biarkan saja keong merangkak didepan, aku kesal dibelakang.
Pelankan langkah, tenangkan hati....
Oh? Tiba-tiba tercium aroma bunga, ternyata ini adalah sebuah taman bunga. Aku rasakan hembusan sepoi angin, ternyata angin malam demikian lembut. Ada lagi! Aku dengar suara kicau burung, suara dengung cacing. Aku lihat langit penuh bintang cemerlang. Oh? Mengapa dulu tidak rasakan semua ini ? Barulah aku teringat, Mungkin aku telah salah menduga!
Ternyata Tuhan meminta keong menuntunku jalan-jalan sehingga aku dapat mamahami dan merasakan keindahan taman ini yang tak pernah kualami kalo aku berjalan sendiri dengan cepatnya.
"He's here and with me for a reason"
Saat bertemu dengan orang yang benar-benar engkau kasihi, Haruslah berusaha memperoleh kesempatan untuk bersamanya seumur hidupmu. Karena ketika dia telah pergi, segalanya telah terlambat.
Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah bersamanya. Karena seumur hidup manusia, teman sejati tak mudah ditemukan.
Saat bertemu penolongmu, Ingat untuk bersyukur padanya. Karena ialah yang mengubah hidupmu
Saat bertemu orang yang pernah kau cintai, Ingatlah dengan tersenyum untuk berterima-kasih . Karena ia lah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang kasih.
Saat bertemu orang yang pernah kau benci, Sapalah dengan tersenyum. Karena ia membuatmu semakin teguh / kuat.
Saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu, Baik-baiklah berbincanglah dengannya. Karena jika bukan karena dia, hari ini engkau tak memahami dunia ini.
Saat bertemu orang yang pernah diam- diam kau cintai, Berkatilah dia. Karena saat kau mencintainya, bukankah berharap ia bahagia ?
Saat bertemu orang yang tergesa-gesa meninggalkanmu, Berterima-kasihlah bahwa ia pernah ada dalam hidupmu. Karena ia adalah bagian dari nostalgiamu
Saat bertemu orang yang pernah salah- paham padamu, Gunakan saat tersebut untuk menjelaskannaya. Karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan.
Saat bertemu orang yang saat ini menemanimu seumur hidup, Berterima-kasihlah sepenuhnya bahwa ia mencintaimu. Karena saat ini kalian mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati
Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang kerumah dari perjalannya keluar rumah, dan ia melihat ada 3 pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua. Wanita itu berkata dengan senyuman yg khas : "Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti orang baik-baik yang sedanglapar. Mari masuk kedalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut". Pria berjanggut itu lalu berbalik dan bertanya, "Apakah suamimu sudah pulang?". Wanita itu menjawab. " Belum, ia sedang keluar". " Oh kalau begitu, kami tidak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suamimu kembali". Kata Pria itu Diwaktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang istri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata kepada istrinya, " Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk dan menikmati makan malam ini ". Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk kedalam. " Maaf kami semua tidak bisa masuk bersama-sama" Kata pria itu hampir bersamaan. " Lho kenapa? " tanya wanita itu karena merasa heran. Salah seorang pria itu berkata, " Nama dia kekayaan, " Katanya sambil menunjuk pria berjanggut disebelahnya, "Sedang yang ini bernama kesuksesan " sambil memegang bahu pria lainnya. " Sedangkan aku sendiri bernama Kasih-Sayang. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk kerumahmu ". Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran. " Ohho... menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu . Coba kamu ajak si Kekayaan masuk kedalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan kekayaan ". Istrinya tidak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, " Sayangku, kenapa tidak mengundang si Kesuksesan saja? sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen ladang pertanian kita ". Ternyata, anak mereka mendengar percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk kedalam rumah. " Bukankah akan lebih baik jika kita mengajak si Kasih-Sayang yang masuk kedalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Kasih-Sayang". Suami Istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka . " Baiklah ajak masuk si Kasih-Sayang ini kedalam. Dan malam ini. Si Kasih-Sayang menjadi teman santap malam kita ". Wanita itu kembali keluar, dan bertanya kepada 3 orang pria itu. " Siapa diantara anda yang bernama Kasih-Sayang? Ayo, silahkan masuk. Anda menjadi tamu kita malam ini ". Si Kasih-Sayang berdiri dan berjalan menuju rumah. Ohho... ternyata , kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya-tanya kepada si Kekayaan dan Kesuksesan. " Aku hanya mengundang si Kasih-Sayang yang masuk kedalam, tetapi kenapa kamu juga ikut? ". Kedua pria itu menjawab secara bersamaan. " Kalau Anda mengundang si Kekayaan dan Kesuksesan. maka yang lainnya akan tinggal diluar. Namun karena Anda mengundang si Kasih-Sayang, maka kemanapun Kasih-Sayang pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Kasih-Sayang, maka kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, katahuilah, sebenarnya kami berdua ini buta. Dan, hanya Kasih-Sayang yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan. Kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini ".
Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga. Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata, " Ini adalah Seksi Penerimaan." "Disini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah diterima". Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia. Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua. Malaikat-ku berkata, "Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman." "Disini, kemuliaan dan rahmat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya". Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi. Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk disana, hampir tidak melakukan apapun. "Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih", kata Malaikat-ku pelan. Dia tampak malu. "Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?", tanyaku. "Menyedihkan", Malaikat-ku menghela napas. " Setelah manusia menerima rahmat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih". "Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas rahmat Tuhan?", tanyaku. "Sederhana sekali", jawab Malaikat. "Cukup berkata, 'ALHAMDULILLAHI RABBIL 'ALAMIIN, Terima kasih, Tuhan' ". "Lalu, rahmat apa saja yang perlu kita syukuri", tanyaku. Malaikat-ku menjawab, "Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini. "Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia. Juga.... "Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan ... engkau lebih dirahmati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini. "Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat .... Maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia". "Jika engkau dapat menghadiri Masjid atau pertemuan religius tanpa ada ketakutan akan penyerangan, penangkapan, penyiksaan, atau kematian ... maka engkau lebih dirahmati daripada 3 milyar orang di dunia. "Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan ... maka engkau termasuk orang yang sangat jarang. "Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan. "Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima rahmat ganda, dan bahwa, engkau lebih dirahmati daripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali". Nikmatilah hari-harimu, hitunglah rahmat yang telah Allah anugerahkan kepadamu. Dan jika engkau berkenan, untuk mengingatkan mereka betapa dirahmatinya kita semua. "Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu' ". (QS:Ibrahim (14) :7 )
Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam sementara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya. Akhirnya, si petani memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup – karena berbahaya), jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Dan ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur. Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian . Tetapi kemudian, semua orang takjud, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur. Si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya. Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu. Sementara tetangga2 si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga menguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri ! Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari “sumur” (kesedihan, masalah, dsb) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran dan hati kita) dan melangkah naik dari “ sumur” dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan. Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari “sumur” yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah ! Ingatlah aturan sederhana tentang Kebahagiaan : - Bebaskan dirimu dari kebencian
- Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan.
- Hiduplah sederhana.
- Berilah lebih banyak.
- Berharaplah lebih sedikit.
- Tersenyumlah.
- Miliki teman yang bisa membuat engkau tersenyum ☻
Suatu Ketika seorang pria menelpone Norman Vincent Peale. Ia tampak sedih. Tidak ada lagi yang dimilikinya dalam hidup ini. Norman mengundang pria itu untuk datang ke kantornya. "Semuanya telah hilang. Tak ada harapan lagi," kata pria itu. "Aku sekarang hidup dalam kegelapan yang amat dalam. Aku telah kehilangan hidup ini. Norman Vincent Peale, penulis buku "The Power of Positive Thinking", tersenyum penuh simpati. "Mari kita pelajari keadaan anda," katanya Norman dengan lembut. Pada selembar kertas ia menggambar sebuah garis lurus dari atas ke bawah tepat di tengah-tengah halaman. Ia menyarankan agar pada kolom kiri pria itu menuliskan apa-apa yang telah hilang dari hidupnya. Sedangkan pada kolom kanan, ia menulis apa-apa yang masih tersisa. "Kita tak perlu mengisi kolom sebelah kanan," kata pria itu tetap dalam kesedihan. "Aku sudah tak punya apa-apa lagi." "Lalu kapan kau bercerai dari istrimu?" tanya Norman. "Hei, apa maksudmu? Aku tidak bercerai dari istriku. Ia amat mencintaiku!" "Kalau begitu bagus sekali," sahut Norman penuh antusias. "Mari kita catat itu sebagai nomor satu di kolom sebelah kanan "Istri yang amat mencintai".
Nah, sekarang kapan anakmu itu masuk penjara?" "Anda ini konyol sekali. Tak ada anakku yang masuk penjara!" "Bagus! Itu nomor dua untuk kolom sebelah kanan "Anak-anak tidak berada dalam penjara." kata Norman sambil menuliskannya di atas kertas tadi. Setelah beberapa pertanyaan dengan nada yang serupa, akhirnya pria itu menangkap apa maksud Norman dan tertawa pada diri sendiri. "Menggelikan sekali. Betapa segala sesuatunya berubah ketika kita berpikir dengan cara seperti itu," katanya. Kata orang bijak, bagi hati yang sedih lagu yang riang pun terdengar memilukan. Sedangkan orang bijak lain berkata, sekali pikiran negatif terlintas di pikiran, duniapun akan terjungkir balik....... Maka mulailah hari dengan selalu berfikir positif..... Norman Vincent Peale Penulis buku “The Power of Positive Thinking
Dua orang malaikat berkunjung ke rumah sebuah keluarga kaya. Keluarga itu sangat kasar dan tidak mengijinkan kedua malaikat itu bermalam di ruang tamu yang ada di rumahnya.
Malaikat tersebut ditempatkan pada sebuah kamar berukuran kecil yang ada di basement. Ketika malaikat itu hendak tidur, malaikat yg lebih tua melihat bahwa dinding basement itu retak.
Kemudian malaikat itu memperbaikinya sehingga retak pada dinding basement itu lenyap.
Ketika malaikat yg lebih muda bertanya mengapa ia melakukan hal itu, malaikat yg lebih tua menjawab, "Sesuatu tidak selalu kelihatan sebagaimana adanya".
Malam berikutnya, kedua malaikat itu beristirahat di rumah seorang petani dan istrinya yang miskin tetapi sangat ramah.
Setelah membagi sedikit makanan yang ia punyai, petani itu mempersilahkan kedua malaikat untuk tidur di atas tempat tidurnya.
Ketika matahari terbit keesokan harinya, malaikat menemukan bahwa petani itu dan istrinya sedang menangis sedih karena sapi mereka yang merupakan sumber pendapatan satu-satunya bagi mereka terbaring mati.
Malaikat yg lebih muda merasa geram. Ia bertanya kepada malaikat yg lebih tua, "Mengapa kau membiarkan hal ini terjadi? Keluarga yg pertama memiliki segalanya, tapi engkau menolong menambalkan dindingnya yg retak. Keluarga ini hanya memiliki sedikit tetapi walaupun demikian mereka bersedia membaginya dengan kita. Mengapa engkau membiarkan sapinya mati ?"
Malaikat yg lebih tua menjawab, "Sesuatu tidak selalu kelihatan sebagaimana adanya."
"Ketika kita bermalam di basement, aku melihat ada emas tersimpan di lubang dalam dinding itu. Karena pemilik rumah sangat tamak dan tidak bersedia membagi hartanya, aku menutup dinding itu agar ia tidak menemukan emas itu."
"Tadi malam ketika kita tidur di ranjang petani ini, malaikat maut datang untuk mengambil nyawa istrinya. Aku memberikan sapinya agar malaikat maut tidak jadi mengambil istrinya." "Sesuatu tidak selalu kelihatan sebagaimana adanya."
Kadang2 itulah yang kita rasakan ketika kita berpikir bahwa sesuatu tidak seharusnya terjadi.
Jika kita punya iman, kita hanya perlu percaya sepenuhnya bahwa semua hal yang terjadi adalah demi kebaikan kita.
Kita mungkin tidak menyadari hal itu sampai saatnya tiba.....
Tuhan yang Mahabaik memberi kita ikan, tetapi kita harus mengail untuk mendapatkannya. Demikian juga Jika kamu terus menunggu waktu yang tepat, mungkin kamu tidak akan pernah mulai. Mulailah sekarang... mulailah di mana kamu berada sekarang dengan apa adanya. Jangan pernah pikirkan kenapa kita memilih seseorang untuk dicintai, tapi sadarilah bahwa cintalah yang memilih kita untuk mencintainya. Perkawinan memang memiliki banyak kesusahan, tetapi kehidupan lajang tidak memiliki kesenangan. Buka mata kamu lebar-lebar sebelum menikah, dan biarkan mata kamu setengah terpejam sesudahnya. Menikahi wanita atau pria karena kecantikannya atau ketampanannya sama seperti membeli rumah karena lapisan catnya. Harta milik yang paling berharga bagi seorang pria di dunia ini adalah . hati seorang wanita. Begitu juga Persahabatan, persahabatan adalah 1 jiwa dalam 2 raga Persahabatan sejati layaknya kesehatan, nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya. Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu didalam hatimu dan akan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya. Sahabat adalah tangan Tuhan untuk menjaga Kita. Rasa hormat tidak selalu membawa kepada persahabatan, tapi Jangan pernah menyesal untuk bertemu dengan orang lain... tapi menyesal-lah jika orang itu menyesal bertemu dengan kamu. Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran. Dialah hiasan dikala kamu senang dan perisai diwaktu kamu susah. Namun kamu tidak akan pernah memiliki seorang teman, jika kamu mengharapkan seseorang tanpa kesalahan. Karena semua manusia itu baik kalau kamu bisa melihat kebaikannya dan menyenangkan kalau kamu bisa melihat keunikannya tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan kalau kamu tidak bisa melihat keduanya. Begitu juga Kebijakan, Kebijakan itu seperti cairan, kegunaannya terletak pada penerapan yang benar, orang pintar bisa gagal karena ia memikirkan terlalu banyak hal, sedangkan orang bodoh sering kali berhasil dengan melakukan tindakan tepat. Dan Kebijakan sejati tidak datang dari pikiran kita saja, tetapi juga berdasarkan pada perasaan dan fakta. Tak seorang pun sempurna. Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak. Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar meskipun terbukti salah.
|