''s posts with tag: article

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
Blog EntryMemilih Babysitter??May 20, '08 9:54 PM
for everyone
Panduan Memilih Babysitter Ideal
Senin, 19 Mei 2008 | 10:37 WIB
MEMILIH babysitter yang tepat bukanlah perkara gampang. Satu hal yang
paling penting adalah perlu ada kecocokan antara anak dan babysitter-nya
karena hal itu akan memudahkan bagi keduanya. Anak akan mudah diasuh,
babysitter akan mudah mengasuh.

Mungkin Anda tidak akan menemukan babysitter ideal dari yayasan
penyalur. Tapi, sebagai panduan untuk mendapat babysitter yang baik, ada
baiknya Anda memahami poin-poin yang menjadi persyaratan berikut ini:

* Rapi dan Bersih
Penampilannya mencerminkan kepribadiannya. Kebersihan dan kerapian
pertama kali bisa dinilai dari penampilannya, misalnya berpakaian rapi,
berkuku bersih, rambut tersisir, kulit bersih, dan sebagainya. Sekaligus
ia pun bersih dan rapi dalam hal perawatan anak. Misalnya, selalu
membersihkan alat kelamin si kecil setelah ngompol dan kemudian tak
pernah lupa membasuh tangannya. Ingat, lo, terutama bayi, masih sangat
rentan terhadap berbagai penyakit.

* Sehat
Kesehatan sangat penting, baik fisik maupun mental. Lagipula dengan
babysitter sehat, anak terhindar tertular penyakit. Jangan segan untuk
melakukan pemeriksaan kesehatan dari calon babysitter. Mahal sedikit tak
apa, demi anak Anda.

* Ceria
Pembawaan babysitter yang ceria akan berdampak pada si kecil. Lebih
bagus lagi jika ia memiliki rasa humor, sehingga bisa memberi suasana
gembira pada anak.

* Sabar
Kesabaran adalah salah satu modal utama dalam pengasuhan anak. Sabar di
sini tidak diartikan sebagai tidak boleh marah. Seorang babysitter boleh
saja marah. Caranya, memberitahu atau menegur anak bila melakukan
kenakalan.

* Jujur
Kejujuran juga modal utama dalam segala hal. Bayangkanlah, apa jadinya
jika Anda punya babysitter suka berbohong? Salah-salah, anak Anda
dikatakan sudah makan saat ditinggal pergi oleh Anda. Padahal, tak
sesendok nasi pun masuk ke mulutnya. Atau ia mengatakan sudah meminumkan
obat, padahal obatnya dimuntahkan si kecil.

* Punya Pengetahuan Dasar
Babysitter wajib mengetahui gejala-gejala penyakit yang pada umumnya
diderita anak, dan mampu mengatasinya pada gejala awal. Ia pun perlu
tahu pencegahan suatu penyakit. Misalnya, selalu mensterilkan peralatan
minum dan makan anak. Juga menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan
bermain si anak. Misalnya menjauhkan benda-benda tajam jauh dari
jangkauan anak.

* Punya Pengetahuan Tentang Makanan
Paling tidak babysitter mengetahui makanan bergizi yang bisa dikonsumsi
anak sehingga Anda bisa memintanya untuk membuat makanan tersebut jika
Anda tak punya kesempatan.

* Memahami Perkembangan Anak
Minimal ia tahu bayi harus banyak diajak bicara supaya bisa bicara. Anak
butuh bermain dengan permainan yang tidak berbahaya. Anak banyak
bergerak, anak gemar bertanya, anak tidak mudah diatur, dan sebagainya.

* Bisa Mendongeng
Minimal ia bisa membacakan cerita untuk anak. Sehingga bisa mengisi
waktu bermain dengan mendongeng. Tapi, ingatlah Anda tetap bertanggung
jawab untuk memilihkan dongengan yang tepat bagi anak. Jangan sampai si
babysitter menceritakan hal-hal yang negatif, seperti cerita-cerita
seram.

* Bisa Menyanyi
Menyanyi adalah satu kegiatan yang disukai anak. Lebih bagus jika
babysitter bisa menyanyi, kendati tak bersuara merdu.

* Kreatif
Ia punya segudang akal untuk mengatasi kerewelan yang sering ditimbulkan
anak kecil. Misalnya ketika akan mogok makan, ia mampu membuat suasana
makan menyenangkan (sambil bermain). Yang penting, jangan membujuk anak
kecil dengan cara menakut-nakuti.

* Teman Bermain
Seorang babysitter harus bisa menjadi teman bermain yang menyenangkan.
Ia pun mampu menciptakan permainan-permainan yang menarik buat anak
sehingga si anak tidak bosan. Ia pun tergolong "cerewet" (suka mengajak
anak Anda ngobrol). Dengan demikian, bayi Anda tidak akan didiamkan
begitu saja.

Wawancarai Calon Pengasuh Anak
Seperti halnya tes masuk kerja, Anda pun bisa melakukan wawancara pada
calon babysitter. Setidaknya Anda akan memperoleh gambaran kepribadian
dan kemampuannya. Apa saja yang perlu Anda tanyakan, ikuti panduan
berikut:

* Identitas Lengkap

Anda perlu tahu identitasnya secara lengkap, misalnya nama, umur,
pendidikan, asalnya, dan kerabatnya yang bisa dihubungi. Catatlah
semuanya. Hal tersebut untuk mengantisipasi bila sewaktu-waktu terjadi
hal yang tidak diinginkan.

* Pengalaman Kerja
Tanyakan mengenai pengalaman kerjanya selama ini. Mintalah ia bercerita
secara detil, misalnya mengasuh anak usia berapa bulan, berapa lama ia
bekerja di sana, dan mengapa ia keluar dari tempat kerjanya.

* Menggali Kemampuannya
Lemparkan pertanyaan sesuai dengan yang Anda butuhkan darinya. Misalnya,
apa yang akan dilakukan olehnya jika si anak tiba-tiba panas? Mintalah
ia mempraktekkan bagaimana mengukur suhu tubuh si kecil. Atau bagaimana
ia mengatasi si kecil yang tiba-tiba rewel tak mau makan.

Dengan pertanyaan-pertanya an seperti itu Anda bisa menggali sejauh mana
kemampuannya. Apakah sesuai atau tidak dengan yang Anda harapkan.

* Menggali Kepribadiannya
Terkadang dari wajah dan penampilan, kita bisa menilai kepribadian
seseorang. Tapi untuk lebih yakin, ujilah dengan cara mengajaknya bicara
lebih banyak. Dari sana Anda bisa tahu apakah dia cukup sabar atau
gampang marah, lembut atau kasar, doyan bicara atau pendiam, dan
sebagainya.

Penulis : Riesnawiati Soelaeman

Blog EntrySusu UHT, Bernilai Gizi LebihApr 17, '08 3:23 AM
for everyone
indosiar.com - Banyak orang tua yang mengaku merasa kebingungan dengan
banyaknya jenis susu yang beredar di pasaran. Susu-susu itu "mengklaim",
sebagai yang paling lengkap kandungan nutrisinya apalagi jika susu
tersebut dikatakan ditambah dengan zat penting untuk perkembangan otak.

Susu adalah minuman yang sangat menyehatkan dengan kandungan gizinya
yang terhitung lengkap. Karena itu susu dianjurkan bagi semua kalangan.
Untuk perkembangan sosok anak, minum susu merupakan salah satu sumber
kalsium. Karena itu membiasakan minum susu, adalah hal yang penting.
Bagi balita berusia 0 bulan hingga 2 tahun, minum Air Susu Ibu (ASI)
adalah yang paling baik. Jika tidak bisa hingga 2 tahun, minimal bayi
minum ASI ekslusif hingga 6 bulan, tanpa makanan pendamping lainnya.

Setelah berumur 1 tahun keatas, anak dapat diberikan susu lain yaitu
susu pasteurisasi, susu kental manis, susu bubuk, susu sterilisasi
konvensional, dan susu Ultra High Temperature (UHT). Susu pasteurisasi
merupakan susu yang diberi perlakuan panas sekitar 72 - 75 derajat
Celcius selama 15 detik yang bertujuan untuk membunuh bakteri patogen.
Susu pasteurisasi harus disimpan pada suhu rendah (5 - 6 derajat
celcius) dan memiliki umur simpan hanya sekitar 14 hari.

Susu segar merupakan cairan yang berasal dari kambing atau sapi yang
sehat dan bersih. Susu diperoleh dengan cara pemerahan yang benar dan
kandungan alaminya tidak dikurangi atau ditambah sesuatu apapun dan
belum mendapat perlakuan apapun.

Susu bubuk berasal susu segar baik dengan atau tanpa rekombinasi dengan
zat lain seperti lemak atau protein yang kemudian dikeringkan. Umumnya
pengeringan dilakukan dengan menggunakan spray dryer atau roller drayer.
Umur simpan susu bubuk maksimal adalah 2 tahun dengan penanganan yang
baik dan benar. Susu bubuk dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu
susu bubuk berlemak (full cream milk prowder), susu bubuk rendah lemak
(partly skim milk powder) dan susu bubuk tanpa lemak (skim milk
prowder).

Sedangkan susu UHT merupakan susu yang diolah menggunakan pemanasan
dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang singkat (135-145 derajat
celcius) selama 2-5 detik. Pemanasan dengan suhu tinggi bertujuan untuk
membunuh seluruh mikroorganisme (baik pembusuk maupun patogen) dan
spora. Waktu pemanasan yang singkat dimaksudkan untuk mencegah kerusakan
nilai gizi susu serta untuk mendapatkan warna, aroma dan rasa yang
relatif tidak berubah seperti susu segarnya.

Dari berbagai susu tersebut, yang paling disarankan adalah susu UHT.
Karena berdasarkan beberapa penelitian, menyebutkan susu yang diproses
secara UHT dapat mempertahankan nilai gizi lebih baik daripada proses
pengolahan lainnya. Indikatornya adalah prosentase kerusakan lisin atau
asam amino pembatas.

Seiring dengan kemajuan teknologi, susu UHT kemudian dikemas menggunakan
enam lapis kertas, plastik polyethylene, dan alumunium foil yang mampu
melindungi susu dari udara luar, cahaya, kelembaban, aroma luar, dan
bakteri. Susu UHT dalam kemasan aseptik ini tahan disimpan dalam suhu
kamar sampai 10 bulan, tanpa bahan pengawet. Dengan kemasan tersebut,
susu terhindar dari bakteri perusak minuman dan tetap segar serta aman
untuk dikonsumsi.

Susu UHT juga merupakan susu yang sangat higienis karena bebas dari
seluruh mikroba (patogen/penyebab penyakit dan pembusuk) serta spora
sehingga potensi kerusakan mikrobiologis sangat minimal, bahkan hampir
tidak ada. Kontak panas yang sangat singkat pada proses UHT menyebabkan
mutu sensori (warna, aroma dan rasa khas susu segar) dan mutu zat gizi,
relatif tidak berubah.

Bagi anak, berikan susu UHT dengan rasa plain. Karena lebih sedikit
gula serta zat artificial didalam susu tersebut. Apabila kemasan susu
UHT telah dibuka, maka susu tersebut harus disimpan pada kulkas karena
susu UHT harus dihindarkan dari penyimpanan pada suhu tinggi (di atas 50
derjat Celcius), sebab dapat terjadi gelasi yaitu pembentukan gel akibat
kerusakan protein.

Harga susu UHT memang sedikit lebih mahal dari susu bubuk, namun demi
kualitas anak, tidak perlu keraguan untuk membelinya. Hal ini diperlukan
karena berdasarkan survei perusahaan riset global Canadean (2004),
konsumsi susu sapi segar di Indonesia termasuk paling rendah di Asia.

Dan menurut catatan Prof. Ali Khomsan, guru besar ilmu pangan dan gizi
IPB, meski tingkat konsumsi susu di Indonesia naik sebesar 4,68
l/kapita/tahun menjadi 6,5 l/kapita/tahun (2000) namun masih tertinggal
dibanding tingkat konsumsi susu di Malaysia yang mencapai 20
l/kapita/tahun dan butuh waktu 600 tahun untuk mencapai tingkat konsumsi
susu di Amerika Serikat yang mencapai 100 l/kapita/tahun.(berbagai
sumber/Idh)



Blog EntryHindarkan Anak dari Junk Food!Apr 17, '08 12:36 AM
for everyone
Getty ImagesRabu, 16 April 2008 | 15:09 WIB
MENGONSUMSI makanan redah kadar gizi atau junk food tampaknya sudah menjadi
bagian dari gaya hidup masyarakat terutama di kota-kota besar. Bahkan tak
jarang para orang tua malah mengenalkan makanan tidak sehat ini kepada
anak-anaknya sejak dini.

Ketika mengajak jalan-jalan ke mall atau pusat perbelanjaan, banyak orang tua
membelikan anak mereka junk food. Begitu perut lapar, anak-anak langsung diajak
menyantap paket menu yang terdiri dari nasi plus ayam goreng, atau burger
bersusun tiga ditambah sekantong kentang goreng plus segelas soda.

Padahal dari sisi kesehatan sudah diketahui dengan jelas betapa besar risiko
kesehatan yang dihadapi bila mengonsumsi makanan junk food secara rutin.

Seperi dipaparkan DR. Dr Saptawati Bardasono, MSc, Sekjen Pengurus Pusat
Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI), junk food dapat dikonotasikan
sebagai makanan yang kualitas gizinya rendah atau juga makanan sampah. Makanan
ini biasanya dikemas sebagai menu cepat saji dengan menawarkan rasa yang lezat
dan membuat ketagihan.

¨Junk food biasanya mengandung padat kalori, lemak dan bumbu-bumbu dengan kadar
garam tinggi sehingga menimbulkan sensasi rasa yang sangat lezat di lidah. Ini
jelas tidak sehat karena lemak, kalori dan zat-zat lain yang dikandungnya
melebihi batas yang ditentukan. Padahal, komposisi makanan sehat itu kan harus
seimbang,,¨ terang DR. Saptawati saat ditemui di sebuah hotel Jakarta, Rabu
(16/4).

Bila junk food sudah merambah anak anak dan menjadi bagian dari gaya hidup
mereka, lanjut Saptawati, maka dikhawatirkan risiko mengidap berbagai penyakit
akan mengintai sejak usia dini.

¨Mereka sudah dari awal akan memiliki risiko mengidap berbagai penyakit seperti
obesitas. Belum lagi penyakit degeneratif yang akan menyerang ketika dewasa
seperti jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, atau jenis penyakit berat
lainnya. Oleh sebab itu, anak-anak sebaiknya dihindarkan atau jangan
sering-sering mengonsumsinya. Yang lebih baik tetap makanan dengan kandungan
gizi dan nutrisi seimbang,¨ tambahnya.

Kalori berlebih
Bila ditelaah, junk food memang layak disebut makanan sampah karena dihitung
dari nilai gizi, makanan ini tidaklah seimbang. Sebungkus kentang goreng porsi
normal misalnya dapat mengandung 500 kalori, hamburger sekitar 500 kalori, belum
lagi bila ditambah minuman soda total kalori satu hidangan bisa melebihi total
2000 kalori.

Rata-rata kebutuhan kalori untuk pria dewasa saja rata-rata hanya 1.900 kalori,
sedangkan anak-anak sekitar 1500-1900 . Berarti, makan sekali sajian, belum
termasuk minumnya, sudah melewati lebih dari separuh kebutuhan kalori untuk
anak-anak.

Junk food juga dapat mengandung kolesterol dan gula yang tinggi. Sementara
kandungan nutrisi penting seperti protein, vitamin, dan mineral justru
terabaikan. Yang dikhawatirkan, junk food kemungkinan mengandung zat berbahaya
lain seperti bahan pengawet dan zat aditif yang membuat anak ketagihan. Jadi
sebaiknya hindarkan anak Anda dari junk food!

Sumber : Kompas


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help