Aku mulai mengenalnya sejak th.2005. Seorang janda tua yg lemah lembut tutur katanya, yg sangat rajin ibadahnya, seorang yg senantiasa berbuat kebajikan tuk org2 disekitarnya.
Nya Hj, aku biasa memanggilnya. Selalu datang dimalam minggu kerumah tempat tinggalku. Membimbingku mengaji dan mengajarkan berbagai hal tentang keimanan. Yang mendampingiku membaca surat Yusuf sepanjang kehamilanku dan memimpin pengajian saat acara ‘tujuhbulanan’ku 27 januari 2007 yg lalu, juga yg memimpin pada syukuran akikahan Aghna putraku.
Sejak awal maret 2008, beliau mulai dirawat di RS. Harapan Bunda, Pasar Rebo- Jakarta, karena menderita komplikasi jantung, liver dan ginjal. Sampai pada akhirnya harus dirawat incentice selama 20 hari di ruang ICU, dan pada 16 April 2008, pagi dini hari, tepat pukul 02.30 meninggal dunia dengan wajah yg damai.. sedamai hatinya..
Selamat Jalan Nyai Hj. Sarpiah.. Semoga Allah memberikan tempat yg paling baik.. sebaik amal Nyai.. Ada ratusan do’a yg org2 panjatkan tuk Nyai.. tuk mengiringi perjalanan Nyai…