 Pagi itu..
Aku mengawali hariku dengan ceria kala melangkahkan kaki kekantor. Sejak dari rumah, aku merapikan diri didepan cermin dengan lebih teliti sambil menghias diriku. Aku mengenakan baju baru yang sengaja aku beli tuk hari itu..
Ya.. hari ini memang hari special tuk aku, hari dimana usiaku bertambah satu, hari dimana awal aku melihat dunia yang penuh dengan warna warni kehidupan..
Sepanjang pagi itu, aku mengerjakan pekerjaan kantor dengan penuh semangat. Sambil memikirkan persiapan makan siang dengan teman-teman sekantor dan terseyum-senyum membayangkan kejutan apa yg dibuat Hubby tuk aku malam ini.. Ehmmm…
Namun, tepat saat pukul 11.00 aku menerima telp dari kakakku. Mengabarkan bahwa kakak perempuanku akan melahirkan, namun tekanan darahnya tinggi 170/110 sehingga mendapat rujukan ke RS. Fatmawati. Aku tidak terlalu ikhlas kakakku dibawa kerumah sakit itu, karena sering mendengar kabar dari beberapa orang bahwa perawat di RS. Fatmawati yang kurang ramah dalam memberikan pelayanan.
Tepat pukul 12 siang aku langsung izin dari kantor untuk pulang cepat dan langsung meluncur ke RS. Fatmawati. Bersyukur sekali jalan tol siang itu tidak macet. Aku ingin segera mengetahui keadaan kakakku. Apakah dia pre / ekaklamsia?? Bagaimana uriennya?? Apakah positif?? Jika positif stadium berapa?? Apakah kakakku dapat melahirkan normal atau harus dengan Sectio??
Sampai disana, aku langsung menghampiri kakakku.. menanyakan ini dan itu kepada suster yang memeriksa. Oh.. ternyata perawat di sana ramah kok, aku agak sedikit tenang. Namun, yang membuatku heran, pihak keluarga tidak ada yang diajak bicara oleh salah satu petugas atau dokter disana tentang keadaan kakakku. Pihak keluarga tidak ada yang diberitahukan hasil labnya seperti apa?? Karena sepengalamanku melahirkan, (aku melahirkan dengan section karena pre eklamsia dengan urine protein stadium 2 dan tekanan darah 160/130).. Kami pihak keluarga hanya menunggu diluar, sambil sesekali dipanggil hanya untuk menebus obat, infuse ataupun perlengkapan yang akan dibutuhkan ke Depo Farmasi. Sungguh.. membingungkan sekali prosedur disana. Mungkin karena Rumah Sakit besar dengan pasien yang banyak sekali, sehingga keadaan disana terlihat berantakan.
Aku tidak terlalu yakin kakakku dapat melahirkan normal. Meskipun tekanan darahnya sudah turun menjadi 140/90 dan hasil urine proteinnya negative, karena kakaku sudah kepayahan karena kehabisan tenaga, dan yang aku dengar dari dokter saat USG, letak bayinya masih diatas, sudah terlalu payah untuk dapat melalukan dorongan saat mengejan. Dan lagi, ketuban pecah sudah dari 3 jam yang lalu tapi perawat maupun dokter tidak ada yang mengetahuinya jika aku tidak menginformasikannya.. Padahal, harusnya kakakku mendapatkan pemeriksaan yang insentif untuk menentukan proses melahirkan seperti apa yang tidak beresiko.
Namun, pada akhirnya kakakku harus mengalami penderitaan yang amat sangat menyakitkan disana. Dokter-dokter disana amat sangat tidak bersahabat. Kakakku yang sedang mengaduh dan bergeliat saat kontraksi, malah dibentak-bentak, disuruh jangan bergerak, hanya karena dia sedang melakukan USG.
Sampai menjelang detik-detik melahirkan, pihak keluarga juga tidak ada yg diberitahu akan melahirkan dengan cara apa?? ???
Akhirnya, kakakku melahirkan secara normal, normal yang dipaksakan menurutku.. itupun setelah di induksi dan pada akhirnya bayinya harus keluar dengan di vakum. Sungguh, hatiku terasa teriris membayangkan prosesnya. Kalau jadinya akan diinduksi dan di vakum, kami pihak keluarga lebih memilih Sectio.. untuk meringankan penderitaannya.. Tapi, dimana hati nurani para dokter disana?? Harusnya mereka lebih mengetahui keadaan pasien donk!!! Hatiku seakan marah dan ingin sekali memaki mereka semua..
Sampai setelah 2 jam lebih proses melahirkan, kami kembali heran.. Kenapa proses jahit luka melahirkan belum selesai juga, beberapa kali harus mengambil benang di Depo Farmasi, baru saat itu pihak keluarga di minta masuk oleh dokternya, karena kebetulan suaminya sedang ke Depo Farmasi, maka aku yang mewakilkannya untuk masuk Saat masuk kesana, aku pikir ada yang mau dibicarakan oleh dokter, namun dugaanku salah, Astaghfirullah alaziimm.. aku dibentak-bentak dan dipaksa untuk melihat luka kakakku yang begitu besar dan tidak beraturan, lukanya sangat dalam sekali dan panjang sampai ke anus, dan kakaku mengalami perdarahan yang sangat hebat. Dengan menguatkan hati, aku langsung mendekati kakakku dan mengelus-ngelus kepalanya mencoba menguatkan kakakku yang saat itu yang terus-menerus mengaduh kesakitan dan mencoba memohon kepada dokter untuk dibius local. Tapi sambil menjahit kemaluan kakakku, dokter itupun terus menerus mengoceh yang tidak mengenakan. Seolah-olah, dia itu Tuhan yang punya kuasa atas segalanya.
Hatiku teriris perih sepanjang 4 jam berlangsungnya proses penjahitan. Entah berapa banyak benang yang sudah digunakan untuk menjahitnya. Entah berapa kali doa yang aku panjatkan tuk menenangkan kakakku, untuk memohon kepada Allah agar mengangkat penderitaan kakakku. Entah berapa kali Asma Allah aku ucapkan agar dokter itu tersentuh hatinya dan proses itupun bisa cepat selesai.
Setelah selesai, aku kembali dibentak-bentak dan dipaksa untuk melihat hasilnya. Ya.. Allah.. Seperti itukah manusia yang tercipta tanpa memiliki hati nurani?? Padahal dia juga perempuan, dan dia seorang muslim yang sudah menutup auratnya dengan jilbab.
Begitulah Allah menjadikan aku lebih dewasa dihari ulang tahunku..
Cheers,
Mom’s Aghna
  Minggu lalu aku kedatangan tamu dari assuransi prudential…
Intinya orang itu adalah sales dari PRUlink Assurance dan menawarkan ke aku program asuransi pendidikan dengan suku bunga berdasarkan tingkat suku bunga investasi..
Saat membaca ilustrasi yg diberikan, aku sangat tertarik.. karena hanya dengan membayar premi selama 10 tahun, Aghna_ku tercover biaya pendidikan yg lumayan besar disbanding dengan dana yg aku setorkan selama 10 tahun tersebut.. jelas memang, klo suku bunga investasi lebih besar dari suku bungan tabugan maupun deposito..
Hal ini membuat aku memikirkan kembali Tabungan Pendidikan di Bank Niaga yg sudah aku siapkan tuk Aghna_ku, aku ingin mengalihkan Tabungan pendidikan di Bank Niaga dan menggantikannya dengan Asuransi Pendidikan dari Prudential..
Mungkin temen-temen di multiply ada pengalaman dengan asuransi prudential???? Dan bisa memberitahukan pengalamannya menggunakan asuransi prudential.. Apakah prosedur klaimnya mudah atau cenderung di persulit??/ karena ada berbagai tulisan di beberapa blog yg aku baca tentang pengalaman buruk mereka menggunakan Asuransi Prudential.
Atau mungkin ada dari teman-teman di multiply yang ingin memberikan masukan mengenai Tabungan Pendidikan yg baik tuk Aghna_ku..
Senang sekali bisa share disini.. semoga Aghna_ku mendapatkan pendidikan yg baik tuk mengiringi perjalanan hidupnya..
Cheers,
Mom’s Aghna
  Aku : Mama berangkat ya, sayang…
Biwa : Mammaa,,, ikhuuuu… (mama ikut read)
Aku : Mama kerja dulu, besok mama cuti, trus besoknya libur 2 hari…jadi kita bisa main lagi 3 hari..
Biwa : Ackhu ikhuuu.. (aku ikut read)
Begitulah yang terjadi jika setelah libur aku harus masuk kerja lagi, aghna_ku sudah mulai protes.. sedihnya harus meninggalkan aghna
Tanpa terasa dia sudah besar, sudah mulai protes, kenapa mamanya harus pergi tidak bermain bersama dia sepanjang hari.. seperti mama-mama temannya yg lain.
Aghna_ku.. entah apa yg harus mama katakan supaya kamu mengerti, bahwa pah dan mah harus bekerja untuk kita..
  Aku mulai mengenalnya sejak th.2005. Seorang janda tua yg lemah lembut tutur katanya, yg sangat rajin ibadahnya, seorang yg senantiasa berbuat kebajikan tuk org2 disekitarnya.
Nya Hj, aku biasa memanggilnya. Selalu datang dimalam minggu kerumah tempat tinggalku. Membimbingku mengaji dan mengajarkan berbagai hal tentang keimanan. Yang mendampingiku membaca surat Yusuf sepanjang kehamilanku dan memimpin pengajian saat acara ‘tujuhbulanan’ku 27 januari 2007 yg lalu, juga yg memimpin pada syukuran akikahan Aghna putraku.
Sejak awal maret 2008, beliau mulai dirawat di RS. Harapan Bunda, Pasar Rebo- Jakarta, karena menderita komplikasi jantung, liver dan ginjal. Sampai pada akhirnya harus dirawat incentice selama 20 hari di ruang ICU, dan pada 16 April 2008, pagi dini hari, tepat pukul 02.30 meninggal dunia dengan wajah yg damai.. sedamai hatinya..
Selamat Jalan Nyai Hj. Sarpiah.. Semoga Allah memberikan tempat yg paling baik.. sebaik amal Nyai.. Ada ratusan do’a yg org2 panjatkan tuk Nyai.. tuk mengiringi perjalanan Nyai…
  Hari yg melelahkan Namun amat menyenangkan ------------------------------------------------------------------------- 23 Maret 2008
Day to day.. Genap sudah Aghnaku berusia 1 th.. senang rasanya melihat perkembanganya^__^
TAP... TAP… TAP… Selangkah, dua langkah sampai sepuluh langkah dan terhuyung2 hendak jatuh karena belum seimbang.. Begitulah pangeran kecilku belajar berjalan, terkadang masih mencari sanggahan tuk berjalan. Ngeri bgt liat jalannya yg sempoyongan itu, belum lagi ditambah dengan tarian kecil yg coba ia explorasikan dengan tangannya sambil berjalan.. entah mencoba untuk menjaga keseimbangan tubuhnya atau memang senang krena dpt berjalan?? Entahlah, yang pasti akulah yg paling berbahagia dengan perkembangan Aghnaku.
MAMA.. PAPA.. IYANG.. ‘UDHE.. BIBI.. Terharu juga mendengar rengekan kecil yg terucap dari mulut kecil Aghnaku. Pangeran kecilku tak habisnya merancau mencoba menirukan ucapan orang2 disekelilingnya Rumah dibuatnya ramai oleh kicauan ucapannya, mulai dari jam 3 pagi sampai 6.30 sore.. Pah.. Obih (Mobil), Seperti biasa Aghna selalu bangun jam 3 pagi.. dan setiap pagi itulah ia selalu merengek minta naik mobil, berhubung masih terlalu gelap, so aku memberinya mobil2an dan beberapa mainanya yg lain sambil menemaninya bermain.. “Duh Nak.. Mama msh ngantuk bgt nehhh….!!!” Mah,, Maammm.. Nyam-nyam (Makan), Senangnya Aghna mo makan ga pake disuruh^_^ Sesuap, dua suap dan beeerrrr dilepehkan dari mulutnya. Ga bisa sambil duduk manis, maunya sambil jalan2, berkeliling keluar masuk rumah.. “Capeee Deeehhh……!!!”
TEK DUNG… TEK DUNG.. YAYAYA… Begitulah Pengeran kecilku bernyanyi ‘burung kakak tua’ Hahahhahaaa.. belakangnya aja bisanya. Sambil bertepuk2 tangan dan menari2, Suka bgt Aghnaku dengan musik2.. Lagu kesukaanya itu lagu2 ulang tahun, cicak didinding, ABCD Song, Little Star, Doll Kingdom, Apple red, Little Baby ducks, Pergi kesekolah, Mandi Pagi, Do Re Mi.. dan buanyak bgt deh..
Menjelang ulang tahun, Aghnaku sakit ‘Radang Usus’ planning ulang tahun gagal total krena Aghna lum sembuh total. Aku hanya mengajaknya ke SEA WORLD, bahagianya Aghna melihat2 ikan, sampai2 maunya jalan sendiri. Minggu berikutnya Aghnaku pergi ke Kebun Binatang RAGUNAN, krena Aghna suka sekali melihat binatang2.
Aghna senang sekali sama kado yg diterimanya, Makasih tuk smuanya yg udh kasih kado buat Pangeran Kecilku^_^ inilah mereka yg perhatiiiaaan bgt ma Aghnaku:
- Mah n Pah kadoin Aghna rompi rajut dan buku cerita ‘Siapakah yang mencakar pohon?’ dan Siapakah yg tinggal dirumah ini?? - Eyang Akung kadoin Baju Merah dan Celana Jeans (Ada rante’nya, hehheheee.. seleranya sama ma papanya Aghna, Weks) - Eyang Uthi kadoin Aghna baju army, wuihh.. Aghna jadi kayak tentara - Kakek n Nenek kadoin Mobil yg bisa joget muter2 n nyala2.. Aghna terkesima bgt, saking gemesna, tuh mobil skarang udh rusak^_^ - Tante Suci n Ka’ Cha2 kadoin baju dan celana mickey disney (kerennya) sayang msh kegedean. - Kakak Rani kadonya Robot ‘Power Rangers’ yg bisa jalan kayak Aghna sambil bilang “Fire.. Firee…Fireee…” - Mas Djidan kadonya mobil tenk, bisa jalan juga n ada orgnya yg bilang “Temmmbaaakkkk….!!!!” - Ade Abhi kasih kereta2an, tuuuttt,,,tuuuttttt,,,, - Budhe Nunung kadoin Baju army n Mama Nina kasih Baju basket (msh kegedean,, hehheheee… buat klo Aghna dah besar)
Doaku tuk Pangeran Kecilku di hari ulang tahunnya: Smoga Aghna senantiasa sehat dan dijauhkan dari segala macam penyakit yg berbahaya, Smoga Aghna senantiasa bahagia, tidak hanya dihari ulang tahun saja.. tetapi disepanjang hari bersama mah dan pah.. Smoga Aghna tambah pinter n jadi anak yg sholeh.. Amien…
Salam sayang selalu, Cheers,
Mom’s Aghna
  Diaree membuatku frustasi --------------------------------
29 Desember 2007
Sepanjang hari Aghna mulai rewel, setiap makanan yg masuk kedalam perutnya, dalam beberapa menit akan keluar. Jadilah malam hari itu Aghna tertidur dalam perut kosong dan selera minum susunya yg ikut menurun.
30 Desember 2007
Aku memcoba mencari tahu, kenapa Aghna masih juga muntah sepanjang hari ini. Anjuran untuk meminum obat yg ditawarkan mertuaku aku tolak dengan halus, dengan alasan Aghna hanya masuk angin. Aku coba dengan membalurkan minyak telon keberapa tempat, supaya tidak terlalu enek dan mencegah perutnya kembung. Terfikir sejenak.. mungkinkan Aghna terkena Diaree??? Ya.. Allah, apa yg harus aku lakukan?? Sepanjang malam itu, aku mencoba mencari tahu keseluruh artikel2 kesehatan, segala macam penyakit yg gejalanya ada pada Aghna. Analisaku mengarah pada diaree, namun buang airnya masih dalam batas normal (tidak terlalu sering) walaupun agak cair, karena aku fikir Aghna tidak mendapatkan asupan apapun, makanan & minuman selalu dimuntahkan. Akupun coba untuk memberikannya oralit.
31 Desember 2007
Sepanjang hari di pergantian tahun 2007, Aghna tidak mau makan dan minum susu sama sekali, muntahya tak kunjung berhenti dan mulai ada bercak kuning di celananya dalam beberapa menit sekali. Selepas pukul 12 siang Aghna_ku menjadi lemas.. rewel.. dan matanya menjadi cekung. Aku mencoba menelphone Dokternya, hiks.. hiks.. dr. Benny yg menjadi andalan Aghna sedang cuti dan berada di Sumatra. Beliau hanya menyarankan memberikan Lacto-B dan Pedialyte sebanyak2nya. Aku menjadi panik sekali, Aghna selalu menolak apapun yg aku berikan. Menjelang sore itu, aku mencoba menelphone rumah sakit di sekitar tempat tinggalku. Kebanyakan dr. anak saat itu sedang cuti, yang ada hanya dr. jaga. Tuhaaannn……… Aku harus apakan Aghna_ku?? Pergilah sore itu kami ke RS. Hermia Depok, disana ada dr. Rastra. Betapa kecewanya aku dengan dokter itu, hanya sebentar memeriksa Aghna_ku, dan memvonis bahwa Aghna dehidrasi dan harus diopname, lalu meninggalkan kami di ruangannya bersama dengan perawat yang menunggu jawabanku. Tidak sampai hati aku membayangkan Aghna_ku di tusuk2 jarum infuse.. aku meyakinkan dan memberanikan diri untuk membawa Aghna pulang dan terus melakukan treatment dirumah. Sepanjang malam pergantian tahun itu, aku hanya memandang Aghna_ku tidur, sambil dalam sejam sekali menepuk2 pipinya dan memberikan pedialyte sebanyak mungkin. Inikah pergantian tahun yg Allah berikan kepada Aghna_ku?? Pergantian tahun pertamanya??
1 January 2008 Pagi itu, Aghna_ku lebih baik dari semalam, walaupun buang airnya masih terbilang sering, harus kalah aku dengan obat, padahal aku mengikuti milis sehat untuk mengupayakan Aghna_ku agar seminimal mungkin terjamah dengan obat2an, karena system imunnya akan membentuk sendiri antibody untuk melawan virus diaree. Tapi, apa daya dengan protes orang2 sekitar yg memang juga mengkhawatirkan Aghna. Semoga obat2 itu tidak memberikan efek samping yg besar pada Aghna_ku
By, Mom’s Aghna
  Pagi2 udah dapet PR dari bunda Ringasta^_^ Wah.. jadi kepikiran juga ya.. kali aja dengan make a wish, kehidupan bisa berubah..
Ceritanya ini adalah Resolusi hidup di tahun 2008. Nanti aku juga mentangged temen2 sekalian,
Rulesnya adalah: 1. Buat resolusi hidup kamu di tahun 2008 2. Sebarin ke 8 org dan info ke mereka kalau mereka semua pada dapat PR 3. Sebarin ke 8 org yang dianggap memerlukan perubahan 4. Buat 8 wish list....di mp kamu
Ochree khan guys^.^
Aghna wish in years 2008:
1. Sehat dan bahagia Yang paling penting dari segala hal buat aku adalah kesehatan. Smoga sepanjang tahun depan, Aghna senantiasa sehat, aku dan suamiku serta seluruh keluargaku dan kerabatku sehat selalu.. Jangan ada kesedihan, yang ada selalu kebahagiaan, kehidupan keluarga yg harmonis sampe tua..
2. Naik Gaji^_^ Biasanya, di kantor aku tiap tahun ada PA yg menentukan persentase kenaikan gaji. PA dimulai senin kemarin, tapi karena kemarin aku ada training di BCA Wisma Asia, berarti hari ini aku akan dapat giliran. Deg.. dag.. dig.. dug.. hehehheeee… smoga PA berjalan lancar, dan dapet persentase yg lebih besar dari tahun kemarin.
3. Karir suami meningkat, I hope.. Aku sangat berharap karir suamiku dapat meningkat. Entah itu masih dalam lingkup entertaint ataupun lingkup lain yg baru.
4. Home Sweet Home, terwujudlah rumah impianku.. Dapet rumah yg murah meriah tapi keren (ada kah???), yg letaknya strategis, masih dalam lingkup Jakarta Selatan – Depok, akan kubuat menjadi rumah yg chic n minimalis.. hehehheee..
5. Baktiku, Lovely Parents my Family Bisa lebih berbakti lagi dengan membahagiakan kedua orang tuaku dimasa tua mereka. Bisa sering berkumpul dengan seluruh keluarga besarku. Membahagiakan adik & keponakan2ku yg lucu2.
6. Berlibur, Time to trip^.^ Tahun depan Aghna Ulang Tahun pertamanya, pingin banget bisa ngajak Aghna jalan2.. tamasya ke luar kota.. Klo bisa sih pulang ke Solo, jenguk nenek buyut..
7. Strata 2, Masih ada cita2 yg lum terwujud neh.. Melanjutkan S2, smoga aja bisa nerusin kuliah lagi..
8. Semoga semua mimpi terwujud, Udah bikin make a wish.. Sekarang tinggal usahanya nih, smoga lancar2 aja jalan tuk ngewujutin smua mimpi yg udah diketik rapihh.. Do’a kan yach^_^
Lets Gooo.. buat daftar mimpimu di tahun 2008 My next victims are: 1. Marsya0111 2. Debby aja 3. Sherly H 4. Slanliea Surya140 5. Nur Samsi 6. Eddhy zoexer 7. Erika S 8. Deya Danie
  | Category: | Music | | Genre: | Pop | | Artist: | Gigi |
'The Day from this Moment'
Terlewati lagi hari dimana aku mengakhiri masa lajangku…
Sejak hari itu…
Sejak pagi itu…
Segalanya berubah, tidak ada lagi kesendirian…
Yang ada kebersamaan…
Seperti dalam lagu yg suamiku perdengarkan untukku^_^ Pagi ini..
Sebelas Januari Bertemu Menjalani Kisah Cinta Ini Naluri Berkata Engkaulah Milikku Bahagia Selalu Dimiliki Bertahun Menjalani Bersamamu Kunyatakan bahwa Engkaulah jiwaku
Akulah Penjagamu Akulah Pelindungmu Akulah Pendampingmu Di setiap langkah-langkahmu
Pernahku Menyakiti Hatimu Pernah kau melupakan janji ini Semua Karena kita ini manusia
Akulah Penjagamu Akulah Pelindungmu Akulah Pendampingmu Di setiap langkah-langkahmu
Kau bawa diriku Kedalam hidupmu Kau basuh diriku Dengan rasa sayang Senyummu juga sedihmu adalah Hidupku Kau sentuh cintaku dengan lembut
Dengan sejuta warna
  Khawatir, bingung, kesel, gregetan...
Aghna sulit sekali makannya.. terkadang untuk menghabiskan semangkuk kecil pure yg aku buat bisa menghabiskan waktu 1 jam.. bahkan 3 hari terakhir ini, dia hanya menghabiskan setengahnya..
Hiks.. hiks.. hampir satu bulan terakhir berat badannya tidak naik lagi.. berhenti di timbangan 8kg..
Aku mulai khawatir akan kesehatannya.. Gregetan sekali saat memberikan makanan, mimik mukanya cemberut.. dan mengunci mulutnya...
Dalam artikel yg aku baca, sepertinya itu bukanlah suatu hal untuk dipanikkan..
'SUSAH MAKAN'
Pertama-tama, jangan panik. Tidak mungkin anak sengaja membuat dirinya kelaparan. Ingat, pertambahan berat anak kecil maksimal adalah 2 kg (sekitar 4 1/2 lb) setahun. Karena itu janganlah terkejut apabila dia tidak mau makan 3 kali sehari secara normal.
Pertimbangkanlah saran-saran berikut ini agar jam makan menjadi lebih menyenangkan:
- Pastikan anak anda tidak mengkonsumsi jus terlampau banyak. Terlalu banyak jus membuat perut penuh dan menurunkan selera makan sehingga tidak cukup tempat untuk makanan bergizi. Bila anak merasa haus, berikan dia air minum.
- Hidangkan daging, telur, dan keju dalam porsi kecil yang menarik. Jangan berharap anak menyantap habis seluruh hidangan.
- Coba hidangkan sayur mentah (hindari sayur yang sulit dikunyah, wortel misalnya); banyak anak lebih menyukainya ketimbang sayur yang dimasak.
- Jangan memberikan pilihan lain ketika anak menolak apa yang dihidangkan di depannya. Kalau anak lapar, dia akan menyantapnya pada jam makan berikutnya.
- Satu jam makan cukup 30 menit saja. Walau makannya tidak banyak, hentikanlah tanpa sikap emosional.
- Jangan jadikan makanan pencuci mulut sebagai umpan atau hadiah karena mau makan. Apabila pencuci mulut memang bagian dari menu, jangan paksa dia mengosongkan piringnya dulu. Berdasarkan penelitian, membujuk atau mengumpan agar anak mau makan seringkali akibatnya malah berlawanan dengan tujuan dan anak justru makan lebih sedikit ketimbang dibiarkan sendirian.
- Jangan mengganti makanan dengan suplemen multivitamin dan mineral; berikanlah sesuai dosis yang dianjurkan ahli kesehatan anda.
- Ingat, tanggung-jawab anda adalah memberikan ragam makanan yang bergizi seimbang. Tanggung-jawab anak adalah memutuskan berapa banyak yang dikonsumsi.
  Minggu pagi..
Pengeran kecilku jatuh. Rasa kantukku yang tak tertahankan yang membuat Aghna kecilku terjun ke lantai dari tempat tidur. “GDBUUUUKKKKK!!!!” sesaat hening, lalu terdengar tangis yang sangat kencang..
Aduh.. Dengan paniknya aku langsung menggendongnya dan berusaha untuk menenangkannya. “ Cup sayang.. Cuppp… Ma’afin Mama Nak…!!!!!”
Sesaat kemudian Eyang (Ibu mertuaku) masuk kamar, sambil berkata: “Kenapa?? Jatuh ya…??? Aku hanya bisa mengangkuk lemas dengan sejuta perasaan bersalah.
Seketika Eyang masuk kembali kedalam kamar dan menanyakan sesuatu: “ Dimana jatuhnya??” “ Disana..!!” Aku menjawab, sambil menunjuk kearah Aghna jatuh
Lalu Eyang menyiramkan air kelantai tempat Aghna jatuh. Semakin bingung aku dibuatnya. “Kenapa lantainya disiram?? Apa hubungannya??”
“Akh.. mungkin tradisi..” pikirku Sambil membersihkan muntahan yang keluar dari mulut anakku itu.
Aku merasa ketakutan, sesaat aku mencoba berusaha memeriksa keadaan Aghna sambil berusaha mengecek memorinya.
Aku menyuruh dia bertepuk tangan, sambil bernyanyi ‘Puk Ame-Ame’ karena akhir2 ini dia paling sering dan senang melakukan itu.
Syukur Alhamdulillah.. Tangisnyapun mereda. Memorinya masih ada, Aghna masih bisa melakukannya.
Aku mencoba membuatnya tertawa, minimal aku ingin melihatnya tersenyum. Beberapa saat kemudian, Pangeran kecilku tertawa. Senang sekali melihatnya tertawa.
Dalam Milis Sehat, aku mendapatkan informasi: Jatuh yang perlu diwaspadai adalah kalau jatuh dari ketinggian (lebih dari 1 meter) dan dalam waktu 24 jam setelah jatuh muncul salah satu tanda-tanda spt berikut ini: - muntah lebih dari 2 kali - keluar darah dari hidung/telinga - kehilangan kesadaran - kejang pada salah satu sisi tubuh - pupil mata tidak sama besar - sakit kepala berkepanjangan - sulit berjalan (kalau anak tadinya sudah bisa berjalan) - sulit dibangunkan (tidak merespon kalau dibangunkan)
Thanks GOD, masih melindungi Pangeran kecilku
^_^ Mama Aghna
  Hiks.. hiks… Pangeran kecilku sakit
Minggu ini sungguh merupakan hari yg melelahkan. Setelah bergelut dengan berbagai tugas kantor yg harus selesai sebelum libur, aku dihadapi dengan kerewalan sikecil yg tidak enak badan.
Dimulai dengan badan panas, esoknya keluar cairan bening dari hidungnya. “Duh.. Aghna kena Flu” – sambil terus mengompresnya mencoba menghilangkan panas dikepalanya, keesokannya pula Aghna kecilku Batuk… Diusut punya usut, ternyata anak sepupu kecilnya yg sedang BatPil nginep dirumah, saat Aghna kecilku sedang tidak fit – Ketularan dech… Hiks, hiks, hiks… mau lebaran lagi
Sedih banget klo mengingat saat Aghna kecilku bayi, “Rasanya sekarang sudah besar ya.. ” (padahal baru 6 bulan, weks) Aghna kecilku tidak mendapat ASI ekslusif sesuai dengan yang seharusnya.
Setelah 3 minggu melahirkan, ASI yang kutunggu tak kunjung datang, "jungkir balik" aku meres susu, makan makanan yg katanya bisa memperbanyak ASI, seperti daun katuk, daun papaya minum moloco B12, minum lancar asi, minum susu kedelai, minum susu ibu menyusui...mengikut i petunjuk, pijat.. urut.. hasilnya nihil.
Seperti belum menjadi ibu rasanya, memiliki bayi tanpa menyusui. Entah apa yg membuat ASI-ku sedikit sekali, dengan sangat terpaksa, Aghna kecilku minum susu formula untuk mendampingi ASI-ku yg sedikit sekali.
Mungkin itulah yg membuat pertahanan tubuh Aghna kecilku tidak terlalu kuat. Semoga… jauh sebelum Hari Raya tiba, Aghna kecilku sudah sembuh dan ceria kembali.
  Waktu terus berjalan, tanpa terasa setahun sudah berlalu. Dibulan yang penuh dengan pengampunan ini, aku menyambutnya dengan penuh suka cita dan kebahagiaan. Berupaya untuk senantiasa berserah diri dan memohon ampunan-Nya atas segala kekhilafan dan kesalahan yang telah diperbuat.
Tidak seperti Ramadhan sebelumnya. Ramadhan kali ini merupakan bulan puasa yang paling berbeda. Aku sudah tidak sendiri lagi. Telah hadir ditengah-tengah kehidupanku, suami dan anakku.. Ramadhan inipun akan aku jalani di Tanjung Barat, sungguh kehidupan lain yang baru aku jalani, jauh dari orang tua yang telah membesarkanku.
Teruntuk seluruh keluarga, sahabat, kerabat, dan teman-temanku.. aku ingin meminta ma'af agar hati menjadi bersih menyambut Ramadhan. Minal Aidin Wal Faidzin,, Ma'af Lahir dan Bathin..
Semoga kita dapat menjadikan bulan Ramadhan ini, sebagai waktu untuk merenung dan membersihkan diri dari segala kesalahan.
Selamat datang Ramadhan... Selamat menunaikan ibadah puasa...
  Baru saja saya membaca millist kisah nyata Ivanul Furkhan mengenai keluarga Yanto yang ditinggalkan bayinya pertamanya yang belum berusia satu tahun. Sungguh, menambah kebingungan saya mengenai pentingnya imunisasi tambahan yang disarankan oleh Doker. Pasalnya dari cerita Bpk. Yanto tersebut, dia menceritakan mengenai vaksinasi HIB kedua yang diberikan kepada anaknya saat berusia 7 bulan, menurut dokter yang melakukannya adalah untuk mencegah terjadinya radang otak, namun setelah 2 hari diimunisasi bayinya malah mengalami panas tinggi mencapai 40,6 derajat C. Sempat dirawat di RS +/_ 1 bulan untuk pengecekan darah, foto Thorax, pemasangan alat ventilator namun pada akhirnya dinyatakan radang otak dan meninggal dunia...
Sungguh tragis dan menakutkan buat saya. Karena saya juga baru memiliki bayi yang berusia 5 bulan. Sampai pada saat ini, hanya melakukan imunisasi wajib, karena Dokter tempat anak saya biasa imunisasi malah tidak menyarankannya. Namun, kenapa teman saya malah disarankan untuk melakukan vaksinasi tambahan kepada anaknya? padahal dengan Dokter yang sama...???
Membingungkan sekali kontroversi akan vaksinasi tambahan (HIB, MMR, Varicella, IPD...dsb) tersebut, semoga pihak kedokteran bisa mempertegasnya.   Obat nyamuk, obat nyamuk, obat nyamuk…..!!!! entah kenapa aku bisa terlalu paranoid dengan barang yg satu itu apapun jenisnya. Udara seperti penuh berisi racun dan racun itu juga menempel di bantal dan spreiii lalu terhirup ketenggorokan, seketika aku menjadi enggan bernafas.
Kenapa aku bisa seperti itu, aku juga tidak mengerti. Anggap saja itu sebagai penyakit kejiwaan atau memang paranoid termasuk dalam penyakit kejiwaan^o^?/
Saat aku masih tidur sendiri tidak menjadi masalah antara nyamuk dan obat nyamuk, namun saat aghna lahir, nyamuk seperti bumerang dalam tidurku.. Pasalnya, Dr. Benny, Sp.A dari RS. Hermina Depok melarang penggunaan obat nyamuk elektrik dan lebih menyarankan penggunaan obat nyamuk semprot. Bagiku dua-duanya sama saja.
Aku membiarkan aghna tidur denganku, bukan didalam box bayi. Selama ini, aku masih menggunakan kelambu kecil untuk melindungi aghna dari serangan nyamuk nakal, namun masih suka kecolongan karena pola tidurnya si kecil yg mulai muter-muterin tempat tidur dan membuat kelambu miring sehingga membuka jalan nyamuk untuk masuk.
Nyamuk, nyamuk nakal, kenapa sih bukan gigitin aku aja??
  Banyak hubungan yang patah hilang dan berganti hanya karena tidak memiliki komitmen. Komitmen adalah sumber kekuatan, bukan sesuatu yang justru membuat orang takut untuk menghadapi. Komitmen adalah sumber kekuatan bagi seorang istri untuk pergi jauh melihat baik dan buruknya suami. Menerima dia ketika sedang tampan dan menerima juga manakala dia sedang menguap dengan jeleknya saat bangun pagi. Komitmen adalah sumber kekuatan bagi seorang suami, ketika mengetahui seorang wanita lain mengajaknya berselingkuh dan ia memilih pulang ke rumah untuk makan malam dengan istrinya dan berbagi cerita sambil tertawa. Sebuah makhluk bernama komitmen-lah yang membuat seorang Bapak tidak malu kepada rekan kerjanya dan berkata, ‘kenalkan ini anak saya, dia sedang melakukan proses rehabilitasi….and I’m proud of him.’ That’s how far a commitment will take u. Sebagian dari kita mungkin ada yang mencintai seseorang karena keadaan sesaat. Karena dia baik, karena dia pintar, even mungkin karena dia kaya. Tidak terpikir apa jadinya, kalau dia mendadak jahat, mendadak tidak sepintar dahulu atau mendadak miskin. Will u still love them, then? That’s why u need commitment Don’t love someone because of what/how/who they are. From now on, Start loving someone, Because u want to I Love u… because I want to…

| |