Blog EntryStory of Jessica Jul 18, '07 3:11 AM
for everyone

 

"Papa Baca Keras-Keras Ya Pa, Supaya Jessica Bisa Denger"


Pada suatu malam Budi, seorang eksekutif sukses, seperti biasanya sibuk

memperhatikan berkas-berkas pekerjaan kantor yang dibawanya pulang ke

rumah, karena keesokan harinya ada rapat umum yang sangat penting

dengan para pemegang saham. Ketika ia sedang asyik menyeleksi

dokumen kantor tersebut, Putrinya Jessica datang mendekatinya, berdiri

tepat disampingnya, sambil memegang buku cerita baru. Buku itu

bergambar seorang peri kecil yang imut, sangat menarik perhatian Jessica,

"Pa liat"! Jessica berusaha menarik perhatian ayahnya.

Budi menengok ke arahnya, sambil menurunkan kacamatanya, kalimat yang

keluar hanyalah kalimat basa-basi "Wah,. buku baru ya Jes?",

"Ya Papa" Jessica berseri-seri karena merasa ada tanggapan dari ayahnya.

"Bacain Jessi dong Pa" pinta Jessica lembut, "Wah papa sedang sibuk sekali,

jangan sekarang deh" sanggah Budi dengan cepat.

Lalu ia segera mengalihkan perhatiannya pada kertas-kertas yang

berserakkan didepannya, dengan serius.

Jessica bengong sejenak, namun ia belum menyerah. Dengan suara lembut

dan sedikit manja ia kembali merayu "pa, mama bilang papa mau baca untuk

Jessi" Budi mulai agak kesal, "Jes papa sibuk, sekarang Jessi suruh mama

baca ya" "Pa, mama cibuk terus, papa liat gambarnya lucu-lucu",

"Lain kali Jessica, sana ! papa lagi banyak kerjaan" Budi berusaha

memusatkan perhatiannya pada lembar-lembar kertas tadi, menit demi

menit berlalu, Jessica menarik nafas panjang dan tetap disitu, berdiri

ditempatnya penuh harap, dan tiba-tiba ia mulai lagi. "Pa,.. gambarnya

bagus, papa pasti suka", "Jessica, PAPA BILANG, LAIN KALI!!" kata Budi

membentaknya dengan keras, Kali ini Budi berhasil, semangat Jessica kecil

terkulai, hampir menangis, matanya berkaca-kaca dan ia bergeser menjauhi

ayahnya "Iya pa,. lain kali ya pa?"

Ia masih sempat mendekati ayahnya dan sambil menyentuh lembut tangan

ayahnya ia menaruh buku cerita di pangkuan sang Ayah. "Pa kalau papa ada

waktu, papa baca keras-keras ya pa, supaya Jessica bisa denger".

Hari demi hari telah berlalu, tanpa terasa dua pekan telah berlalu namun

permintaan Jessica kecil tidak pernah terpenuhi, buku cerita Peri Imut,

belum pernah dibacakan bagi dirinya. Hingga suatu sore terdengar suara

hentakan keras "Buukk!!" beberapa tetangga melaporkan dengan histeris

bahwa Jessica kecil terlindas kendaraan seorang pemuda mabuk yang

melajukan kendaraannya dengan kencang didepan rumah Budi.

Tubuh Jessica mungil terhentak beberapa meter, dalam keadaan yang

begitu panik ambulance didatangkan secepatnya, selama perjalanan

menuju rumah sakit, Jessica kecil sempat berkata dengan begitu lirih

"Jessi takut Pa, Jessi takut Ma, Jessi sayang papa mama" darah segar

terus keluar dari mulutnya hingga ia tidak tertolong lagi ketika sesampainya

di rumah sakit terdekat.

Kejadian hari itu begitu mengguncangkan hati nurani Budi, Tidak ada lagi

waktu tersisa untuk memenuhi sebuah janji. Kini yang ada hanyalah

penyesalan. Permintaan sang buah hati yang sangat sederhana,.. pun

tidak terpenuhi. Masih segar terbayang dalam ingatan budi tangan mungil

anaknya yang memohon kepadanya untuk membacakan sebuah cerita,

kini sentuhan itu terasa sangat berarti sekali, ",...papa baca keras-keras
ya

Pa, supaya Jessica bisa denger" kata-kata Jessi terngiang-ngiang kembali.

Sore itu setelah segalanya telah berlalu, yang tersisa hanya keheningan dan

kesunyian hati, canda dan riang Jessica kecil tidak akan terdengar lagi,

Budi mulai membuka buku cerita peri imut yang diambilnya perlahan dari

onggokan mainan Jessica di pojok ruangan. Bukunya sudah tidak baru lagi,

sampulnya sudah usang dan koyak. Beberapa coretan tak berbentuk

menghiasi lembar-lembar halamannya seperti sebuah kenangan indah dari

Jessica kecil. Budi menguatkan hati, dengan mata yang berkaca-kaca ia

membuka halaman pertama dan membacanya dengan sura keras, tampak

sekali ia berusaha membacanya dengan keras, Ia terus membacanya dengan

keras-keras halaman demi halaman, dengan berlinang air mata.

"Jessi dengar papa baca ya" selang beberapa kata,.. hatinya memohon lagi

"Jessi papa mohon ampun nak"

"papa sayang Jessi" Seakan setiap kata dalam bacaan itu begitu menggores

lubuk hatinya, tak kuasa menahan itu Budi bersujut dan menangis,..

memohon satu kesempatan lagi untuk mencintai.

Seseorang yang mengasihi selalu mengalikan kesenangan dan membagi

kesedihan kita, Ia selalu memberi PERHATIAN kepada kita karena ia peduli

kepada kita.

ADAKAH "PERHATIAN TERBAIK" ITU BEGITU MAHAL BAGI MEREKA ?

BERILAH "PERHATIAN TERBAIK" WALAUPUN ITU HANYA SEKALI

Bukankah Kesempatan untuk memberi perhatian kepada orang-orang yang

kita cintai itu sangat berharga ?


Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help