Blog EntryHindarkan Anak dari Junk Food!Apr 17, '08 12:36 AM
for everyone
Getty ImagesRabu, 16 April 2008 | 15:09 WIB
MENGONSUMSI makanan redah kadar gizi atau junk food tampaknya sudah menjadi
bagian dari gaya hidup masyarakat terutama di kota-kota besar. Bahkan tak
jarang para orang tua malah mengenalkan makanan tidak sehat ini kepada
anak-anaknya sejak dini.

Ketika mengajak jalan-jalan ke mall atau pusat perbelanjaan, banyak orang tua
membelikan anak mereka junk food. Begitu perut lapar, anak-anak langsung diajak
menyantap paket menu yang terdiri dari nasi plus ayam goreng, atau burger
bersusun tiga ditambah sekantong kentang goreng plus segelas soda.

Padahal dari sisi kesehatan sudah diketahui dengan jelas betapa besar risiko
kesehatan yang dihadapi bila mengonsumsi makanan junk food secara rutin.

Seperi dipaparkan DR. Dr Saptawati Bardasono, MSc, Sekjen Pengurus Pusat
Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI), junk food dapat dikonotasikan
sebagai makanan yang kualitas gizinya rendah atau juga makanan sampah. Makanan
ini biasanya dikemas sebagai menu cepat saji dengan menawarkan rasa yang lezat
dan membuat ketagihan.

¨Junk food biasanya mengandung padat kalori, lemak dan bumbu-bumbu dengan kadar
garam tinggi sehingga menimbulkan sensasi rasa yang sangat lezat di lidah. Ini
jelas tidak sehat karena lemak, kalori dan zat-zat lain yang dikandungnya
melebihi batas yang ditentukan. Padahal, komposisi makanan sehat itu kan harus
seimbang,,¨ terang DR. Saptawati saat ditemui di sebuah hotel Jakarta, Rabu
(16/4).

Bila junk food sudah merambah anak anak dan menjadi bagian dari gaya hidup
mereka, lanjut Saptawati, maka dikhawatirkan risiko mengidap berbagai penyakit
akan mengintai sejak usia dini.

¨Mereka sudah dari awal akan memiliki risiko mengidap berbagai penyakit seperti
obesitas. Belum lagi penyakit degeneratif yang akan menyerang ketika dewasa
seperti jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, atau jenis penyakit berat
lainnya. Oleh sebab itu, anak-anak sebaiknya dihindarkan atau jangan
sering-sering mengonsumsinya. Yang lebih baik tetap makanan dengan kandungan
gizi dan nutrisi seimbang,¨ tambahnya.

Kalori berlebih
Bila ditelaah, junk food memang layak disebut makanan sampah karena dihitung
dari nilai gizi, makanan ini tidaklah seimbang. Sebungkus kentang goreng porsi
normal misalnya dapat mengandung 500 kalori, hamburger sekitar 500 kalori, belum
lagi bila ditambah minuman soda total kalori satu hidangan bisa melebihi total
2000 kalori.

Rata-rata kebutuhan kalori untuk pria dewasa saja rata-rata hanya 1.900 kalori,
sedangkan anak-anak sekitar 1500-1900 . Berarti, makan sekali sajian, belum
termasuk minumnya, sudah melewati lebih dari separuh kebutuhan kalori untuk
anak-anak.

Junk food juga dapat mengandung kolesterol dan gula yang tinggi. Sementara
kandungan nutrisi penting seperti protein, vitamin, dan mineral justru
terabaikan. Yang dikhawatirkan, junk food kemungkinan mengandung zat berbahaya
lain seperti bahan pengawet dan zat aditif yang membuat anak ketagihan. Jadi
sebaiknya hindarkan anak Anda dari junk food!

Sumber : Kompas


mmamir38 wrote on Apr 17
Ini betul sekali mba Aghna.
Tapi sayangnya banyak orangtua tidak menyadarinya.
Sebetulnya kalo mereka mau masak sendiri, hal ini dapat dihindarkan.
Belajar masak tidak susah kok. Di internet hampir segala macam resep dapat ditemukan. Yang penting adalah harus ada kemauan. Gagal-gagal sedikit lumrahlah. Hitung-hitung nambah pengalaman.
aghna wrote on Apr 17
Ini betul sekali mba Aghna.
Tapi sayangnya banyak orangtua tidak menyadarinya.
Sebetulnya kalo mereka mau masak sendiri, hal ini dapat dihindarkan.
Belajar masak tidak susah kok. Di internet hampir segala macam resep dapat ditemukan. Yang penting adalah harus ada kemauan. Gagal-gagal sedikit lumrahlah. Hitung-hitung nambah pengalaman.
iya pak dokter*,*

aku jg ngak bisa masak,
tp pas punya anak utak atik resep tuk si kecil..

Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help