Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Home
Jul 9, 2007
reTRooo.... DisCOooo.... HeLLooo..... come N see, i'm Mom with one LittLe PriNCe n one LittLe pRinces..^_^ .. Enjoy u'R tiMe wiTh My Lovely Site, Goo.. gooo..gooo...


Photo AlbumHurry Up^ ^ HOME SWEET HOME Sale......Jun 13, '11 11:20 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Di jual Rumah Sertifikat HM di Jl. Tanah Baru Beiji - Depok

Lokasi sangat Strategis :
Dekat dgn Stasiun KA Pondok Cina
Dekat dgn Kampus UI
Dekat dgn pusat perbelanjaan Depok Town Square & Margocity
Dekat dgn jalan raya yg di lalui angkutan umum
Air pompa tanah bersih dan segar
Udara segar dan asri
Dekat rencana jalan tol cijago

Luas Tanah 150
Luas Bangunan 120
3 Kamar Tidur
2 Kamar Mandi
Listrik 1300 watt

Call me at 021-34182669 or Send massage for more information n negotiable..

Blog EntryApr 20, '11 10:16 PM
for everyone
Sydney, Terlalu lama berada di depan layar TV sangat tidak dianjurkan, apalagi bagi anak-anak yang seharusnya aktif bermain. Tak hanya bisa memicu obesitas, hobi nonton TV membuat anak rentan mengalami penyempitan pembuluh darah pada mata.

Hal ini terungkap dalam penelitian terbaru yang dilakukan Dr Bamini Gopinath dari Sydney University. Dalam penelitian tersebut ia melibatkan 1.500 anak berusia 6-7 tahun yang rata-rata nonton TV 2 jam/hari dan hanya 36 menit beraktivitas di luar ruangan.

Hasil analisis menunjukkan, risiko penyempitan pembuluh darah pada mata dialami oleh anak-anak yang lebih banyak nonton TV dan hanya beraktivitas di luar selama kurang dari 30 menit. Anak-anak yang bermain di luar selama 1 jam atau lebih relatif aman dari risiko tersebut.

Dr Gopinath mengatakan, penyempitan pembuluh darah pada mata merupakan indikator sistem peredaran darah di seluruh tubuh. Risiko terburuk dari gangguan tersebut antara lain tekanan darah tinggi atau hipertensi, stroke dan serangan jantung di usia dini.

"Kami menemukan bahwa perubahan pada pembuluh arteri yang letaknya di belakang mata mencerminkan kondisi kardiovaskular di bagian lain pada tubuh anak," ungkap Dr Gopinath dalam laporannya seperti dikutip dari Dailymail, Kamis (21/4/2011).

Pada orang dewasa, penyempitan pembuluh darah pada bagian tersebut diketahui merupakan faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah termasuk stroke. Oleh karena itu pemeriksaan kardiovaskular wajib dilakukan harus segera dilakukan sebelum terlambat.

Sementara itu juru bicara asosiasi dokter mata di Amerika Serikat, Adrian Bell mengatakan penyempitan pembuluh darah di mata pada anak-anak juga memicu gangguan penglihatan saat berusia 20-an tahun. Orang-orang zaman dahulu matanya lebih sehat karena lebih jarang menonton TV.


(up/ir)sumber : http://health.detik.com



Blog EntryOct 14, '10 11:31 PM
for everyone
Alhamdulillah.. Terima kasih ya Allah,,
atas kesempatan hidup yg telah Engkau berikan pdku,,
atas dua malaikat kecil yg telah Engkau titipkan pdku,,
atas Orang Tua yg telah Kau berikan kepercayaan untuk membesarkanku,,
atas Suami & Sahabat yg telah Engkau hadirkan dlm hidupku,, 
atas kerabat dan teman2 yg telah memberikan warna dalam perjalanan panjang yg harus lalui,,
(I love u all^ ^)

jadikanlah aku org yg senantiasa bersyukur atas Rahmat dan KaruniaMu..

Amien,,

Mama Biwa+Bila

Blog EntryNov 19, '09 3:19 AM
for everyone
Monday, 16 November 2009
JANGANpernah anggap remeh masalah tidur,terutama pada anak.Karena saat
anak tidur,adalah waktu yang terbaik bagi otak anak untuk berkembang.


Sebagian besar waktu bayi dihabiskan untuk tidur.Jangan sekali-kali Anda
membangunkan si kecil saat tidur, kecuali saat dia harus diberi susu.
Pasalnya dalam lelap tidurnya tersebut, bayi sedang mengalami
pertumbuhan otak yang paling baik. Untuk itu, buatlah suasana senyaman
mungkin agar bayi Anda mendapatkan tidur yang berkualitas.

”Perkembangan otak anak bisa didapat dari tiga faktor, yaitu faktor
genetik, faktor stimulasi nutrisi, dan faktor kualitas tidur,” terang
spesialis saraf anak dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia, Dr Dwi Putro Widodo SpA (K) MMED
(Clean Neurosci). Kualitas tidur diperoleh jika anak sedang tidur dalam
(pulas), karena pertumbuhan otak cepat sekali saat anak tidur
dalam.Tidur pulas ini hanya didapatkan selama 1/3 dari keseluruhan waktu
tidur, terutama saat jam pertama. Tidur dalam dicirikan dengan anak
tertidur lelap, nyenyak, dan tenang, yang berujung akan kepuasan saat
terbangun.

Dan terdapat hubungan antara nutrisi dan kualitas tidur, yaitu didapat
dari serotin yang memengaruhi tidur untuk menstimulasi otak. ”Selain
itu, asam amino juga merupakan bahan yang paling penting dikonsumsi
karena akan memengaruhi kualitas tidur anak, yang di antaranya terdapat
dalam susu, terutama ASI,” ucap dokter yang sehari-hari berpraktik di
Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) ini. Tryptophan (yang bisa didapat
dari ASI, susu, dan daging-dagingan) dan tyrosin juga berperan
menjadikan anak tidur aktif dan tidur pulas.

Dwi menjelaskan bahwa jika anak mendapatkan tidur yang berkualitas,
perkembangan otak pun akan optimal.Dan sebaliknya, jika anak mengalami
gangguan pada tidur aktif maka akan menyebabkan kemunduran maturasi area
visual di otak. ”Rengekan bayi saat tidur menandakan bahwa bayi alami
gangguan pada tidurnya,”tandas dokter lulusan Universitas Indonesia ini.
Dikatakan Dwi bahwa bayi yang baru lahir akan tidur selama 16–18 jam,
dan jika diakumulasikan maka sampai anak umur dua tahun akan tidur
sampai 10.000 jam.

Dan semakin bertambah umur anak, semakin berkurang juga waktu tidurnya.
Frekuensi tidur semakin jarang saat anak memasuki usia satu tahun.
”Biarkan anak mendapatkan kualitas tidurnya,” tandas dokter yang
mengambil Master of Medicine in Clinical Neuro-Science di Universitas
Melbourne. Jadi, sebaiknya jangan pernah membangunkan bayi saat tidur.
Sebab,mereka punya alarm sendiri kapan mereka harus bangun dan merasa
tidurnya sudah cukup atau anak pun akan terbangun saat terganggu.

Bayi mengalami gangguan tidur jika pada malam hari tidurnya kurang dari
sembilan jam, terbangun lebih dari tiga kali dan lama terbangunnya lebih
dari satu jam. ”Tidur yang berkualitas mempunyai fungsi yang banyak
sekali untuk kesehatan,”ungkapnya saat acara Kongres Nasional XIV dan
Temu Ilmiah Persatuan Ahli Gizi (Persagi) yang diadakan Frisian Flag
Indonesia di Gramedia Expo, Surabaya. Dalam otak, ada area tertentu yang
berfungsi saat anak tertidur dan terbangun. Ketika anak tertidur, bagian
yang berfungsi adalah bagian batang otak, sedangkan saat terbangun yang
berfungsi adalah bagian cortex(otak besar).

”Selain untuk perkembangan otak dan untuk restorasi (perombakan) atau
memulihkan fungsi tersebut, orang yang tidurnya cukup juga dapat
menjadikan seseorang lebih ceria, dan selalu terlihat segar,”ucapnya.
Adapun untuk tidur siang, sebaiknya disarankan selama 30 menit; karena
berdasarkan penelitian, jika seseorang melakukan tidur siang maka akan
mengurangi risiko penyakit jantung serta emosi lebih terkendali.

Dwi menyarankan untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, juga
diperhatikan pencahayaan yang sebaiknya redup bahkan gelap karena
membuat seseorang akan semakin nyaman sehingga tidur lebih cepat.Sama
halnya juga dengan suara yang ada di sekeliling kita saat tidur.

”Pada batita, tidur sangat penting untuk pertumbuhan, perkembangan
fungsi hormon, sistem imun,sistem jantung,serta pembuluh darah dan
metabolisme tubuh,” ujar ahli gizi Frisian Flag Indonesia, Yeni Novianti
SGz. (inggrid namirazswara)

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/284443/


Blog EntryJul 28, '09 5:22 AM
for everyone
Selasa, 21 Juli 2009 | 14:38 WIB

*KOMPAS.com* - Bila tak ada gangguan sistem syaraf pusat, bayi akan
berjalan dengan sendirinya. Meski begitu, stimulasi tetap diperlukan
agar bayi mampu berjalan tegak dan cekatan.

Hal ini ditegaskan lagi oleh psikolog Gisella Tani Pratiwi, M.Psi, yang
mengatakan, “Pada dasarnya bayi tidak perlu diajarkan untuk menguasai
kemampuan motorik kasar seperti berjalan karena mereka akan berjalan
dengan sendirinya. Tapi dengan catatan sistem syaraf pusat, otot, dan
tulang telah matang, dan mereka mendapatkan ruang dan kebebasan untuk
bergerak atau/bereksplorasi.” Bila semua syarat di atas terpenuhi,
Gisella yakin, bayi mampu menstimulasi dirinya sendiri untuk bisa
mencapai tahap demi tahap jenjang perkembangan motorik kasar.

Meski demikian, Gisella tak menampik bahwa bahwa kemampuan berjalan bayi
tak bisa dilepaskan dari perkembangan kemampuan lainnya. “Kemampuan
berjalan bisa diraih seorang bayi atau anak karena telah menguasai
kemampuan lain sebelumnya seperti kemampuan mengangkat kepala,
kematangan tulang penyangga, kemampuan menjaga keseimbangan, dan
kemampuan duduk sendiri. Maka dari itu orangtua sebaiknya memerhatikan
perkembangan bayi secara menyeluruh, tidak hanya terfokus pada satu hal
saja dan memberikan stimulasi sesuai dengan tahapan perkembangannya ini.”

Anda memiliki berbagai pertanyaan lain tentang kemampuan berjalan pada
anak? Hal-hal berikut mungkin dapat menjawabnya.

*Meskipun pada saatnya nanti si bayi bisa jalan sendiri, kenapa tetap
disarankan untuk tetap menstimulasi agar perkembangan motorik kasarnya
optimal?
*Dengan menstimulasi perkembangan motorik kasar bayi, maka kemampuan
berjalan bayi akan berkembang semakin optimal. Dengan distimulasi,
ditambah memberikan keleluasaan bergerak, ia akan semakin “ahli”’ dalam
bergerak. Bayi akan semakin mampu mengenali tempat-tempat yang berbahaya
seperti lantai yang tidak rata, tangga, jalan yang menanjak, dan
sebagainya. Juga semakin terlatih untuk menempatkan kaki-kakinya agar
tidak mudah terjatuh. Dia juga akan semakin terlatih, tahu jika bahaya
yang ada di sekitarnya.

*Apakah semua bayi akan menapaki jenjang perkembangan motorik kasar?*
Secara umum, jika bayi mendapat gizi yang baik, mendapatkan kasih sayang
yang cukup, memiliki kebebasan untuk mengeksplorasi ruang gerak, serta
memiliki kesempatan untuk melatih kemampuan motoriknya, maka
perkembangan motorik bayi tidak akan mengalami keterlambatan. Tapi jika
sebaliknya, maka perkembangan anak akan mengalami keterlambatan.

*Kapan normalnya anak bisa berjalan?
*Kebanyakan anak dapat melakukan langkah pertamanya ketika berusia 11 –
14 bulan. Namun harus diingat, perkembangan anak amat bervariasi. Ada
anak yang bisa berjalan ketika berusia 8 bulan, ada yang baru bisa
berjalan ketika berusia 17 bulan.

*Bagaimana bila di usia 17 bulan belum bisa berjalan juga?
*Jika ada anak belum bisa berjalan saat berusia 17 bulan ke atas, anak
tidak juga berjalan setelah mengalami pelatihan khusus selama beberapa
bulan, atau anak berjalan dengan cara lain dan bukannya menggunakan
jari-jari kaki, kita harus segera mengonsultasikannya dengan dokter anak
untuk dirujuk pada ahli ortopedi atau ahli syaraf. Dikhawatirkan ada
hal-hal lain dengan latar belakang medis yang harus ditangani terlebih
dulu. Orangtua juga perlu mengetahui, dalam perkembangan motorik kasar,
jika anak memiliki berat badan yang berlebih atau lahir prematur, bayi
tersebut cenderung memiliki keterlambatan dalam perkembangan motorik
kasarnya.

*Bagaimana cara menstimulasi motorik kasar kaki bayi?*
Stimulasi dilakukan untuk membantu anak mengembangkan kemampuan
perkembangannya. Maka stimulasi sebaiknya dilakukan sesuai dengan tahap
perkembangan anak dan kemampuan anak. Stimulasi juga harus dilakukan
dengan dasar pandangan bahwa setiap anak memiliki dinamika perkembangan
yang unik serta menyeluruh. Arti menyeluruh adalah masing-masing aspek
perkembangan saling berkaitan satu sama lain. Seperti jawaban saya
sebelumnya, sebelum berjalan bayi telah melalui tahap penguasaan
keahlian lainnya. Maka stimulasi yang diberikan pun sebaiknya sesuai
dengan tahap perkembangan masing-masing anak. Stimulasi yang diberikan
lebih awal, jika tidak diberikan dalam cara yang memaksa dan menyakiti
anak, boleh-boleh saja dilakukan karena tidak akan mengakibatkan masalah
bagi anak.

*Perlukah alat bantu untuk menstimulasi motorik kasar bayi?*
Dalam menstimulasi, hal pokok yang harus diperhatikan adalah peran
orangtua mencari berbagai cara kreatif untuk menstimulasi kemampuan
berjalan. Aktivitas itu dapat dilakukan dengan mainan atau alat bantu
sederhana lain. Pastinya alat bantu apa pun sebaiknya digunakan dalam
pengawasan orang tua atau pengasuh. Hal lain yang perlu diperhatikan
demi keselamatan anak adalah tetap menjaga anak berjauhan dari
benda-benda panas, benda-benda yang bertali atau berkabel, serta
berjauhan dari sumber-sumber air. Penggunaan /babywalker/, dari berbagai
penelitian sangat tidak disarankan untuk digunakan dalam membantu anak
berjalan. Aspek keamanan dalam penggunaan /babywalker/ sangat rendah.
Artinya dengan mudah bayi dapat terjatuh dari tangga, terjepit
tangannya, mengalami luka kepala, bahkan kematian ketika menggunakan
/babywalker/.

*Jika untuk bayi gemuk, bagaimana menstimulasi motorik kasarnya?*
Menurut penelitian, ditemukan korelasi antara keterlambatan perkembangan
motorik dengan kondisi bayi yang tergolong gemuk. Namun, diperlukan
penelitian lebih lanjut untuk memastikan apakah faktor kegemukan adalah
satu-satunya penyebab keterlambatan perkembangan motorik pada bayi yang
gemuk. Untuk stimulasi yang diberikan tidak jauh beda seperti yang
dilakukan pada bayi berberat badan normal lainnya. Hanya mungkin
dilakukan lebih intens dan lebih sabar. Namun, yang paling penting,
kondisi bayi yang gemuk ini perlu juga dikonsultasikan secara khusus
dengan dokter karena selain menghambat stimulasinya, kegemukan juga
berisiko menimbulkan gangguan kesehatan lain.

http://perempuan.kompas.com/read/xml/2009/07/21/14383678/Bayi.Tak.Perlu.Diajari.Berjalan





Blog EntryJul 28, '09 5:02 AM
for everyone
Mengatasi Alergi Obat
Wednesday, 22 July 2009


IBARATmakan buah simalakama,alergi obat memang sangat merepotkan.Jika
tidak diminum, penyakit tidak sembuh dan semakin merajalela, jika
diminum akan menimbulkan alergi.

Penelitian terhadap alergi obat sudah sering kali dilakukan. Beberapa
penelitian mengungkapkan reaksi yang tidak diinginkan pada penggunaan
obat terjadi sekitar dua persen dari sejumlah pasien yang mengonsumsi
obat. Reaksi alergi obat ini biasanya ringan.

Tapi ada juga yang sampai mengancam nyawa.Alergi obat memiliki banyak
perbedaan pada masing-masing orang. Misalnya pada penderita udem laring
(sembab), syok anfilaktik, serta sindrom Stecvvens- Johnson. Udem laring
atau penderita sesak napas,jika mengalami alergi obat akan merasakan
seperti orang tercekik.

Pada penderita syok anfilaktik terjadi penurunan tekanan darah dan pada
penderita sindrom Stevens-Johnson akan merasakan kulit dan selaput
lendir berubah bentuk. Kematian karena alergi, tidak hanya terjadi di
negara berkembang, juga di negara maju yang fasilitas kesehatannya
supermaju. Bahkan, di negara-negara Eropa masih terjadi kematian karena
alergi obat.

Oleh karena itu, di Eropa dibentuk jaringan pemantau alergi obat yang
merekam semua kejadian dan memberikan informasi alergi obat yang sering
terjadi. ”Alergi obat biasanya terjadi karena tubuh seseorang sangat
sensitif sehingga bereaksi secara berlebihan terhadap obat yang digunakan.

Tubuh berusaha menolak obat tersebut,namun reaksi penolakannya amat
berlebihan sehingga merugikan tubuh sendiri.Reaksi itu bisa berupa
gatal, sesak napas, penurunan tekanan darah, reaksi kulit disertai
kelainan pada selaput lendir saluran cerna, sindrom Stevens-Johnson pada
saluran napas dan kemaluan,”kata dokter spesialis kulit Rumah Sakit
Cipto Mangunkusumo
(RSCM),Dr Abdillah Achmad.

Abdillah menyebutkan, risiko alergi obat meningkat pada orang yang
memiliki bakat alergi atau dalam istilah kedokteran disebut dengan
atopi. Untuk menghindari terjadinya alergi obat, perlu kerja sama antara
pasien dan dokter.Pasien harus mengemukakan pengalamannya menggunakan
obat selama ini, apakah obat tertentu membuat tubuh alergi atau
dicurigai menimbulkan alergi.

”Akan sangat bagus jika setiap orang memiliki catatan tertulis mengenai
penggunaan obat dan apa yang dialami tubuhnya. Itu akan sangat
memudahkan pemberian obat jika suatu saat dibutuhkan,”katanya. Obat yang
dicurigai menyebabkan alergi harus dihindari dan jika diperlukan,dipilih
obat yang lebih aman. Meski dapat juga terjadi walaupun tidak sering,
seorang yang semula tidak alergi terhadap suatu obat kemudian hari bisa
pula menjadi alergi obat.

”Hindari mengonsumsi obat jika tidak perlu. Vitamin diduga aman,
sekalipun dapat menimbulkan alergi, bukan karena zat aktif vitaminnya,
tapi karena zat tambahan dalam pembuatan obat seperti zat pewarna yang
ada di dalamnya,” sebut dokter berkacamata minus tersebut.

Pasien yang mengalami reaksi yang tidak diinginkan karena penggunaan
obat, harus segera ke dokter untuk mendapatkan pertolongan. Untuk
menghentikan alergi obat, hanya ada satu cara yaitu dengan menghentikan
pemakaian obat itu, dan mengatasi keadaan yang timbul akibat alergi.
Saat ini obat yang beredar di masyarakat jumlahnya jutaan.Tiap tahun
ratusan obat baru diperkenalkan kepada masyarakat. Sebelum obat
diizinkan beredar, harus melalui pengujian ketat Badan Pengawasan Obat
dan Makanan (BPOM).Tentu obat yang diberikan izin beredar yang
bermanfaat dan aman.

Namun, tidak ada obat yang bermanfaat dan seratus persen aman. Lebih
lanjut ditambahkan Dr Abdillah Achmad, reaksi alergi terhadap obat
muncul tanpa diduga. Seseorang yang tadinya tidak apa-apa minum obat
tertentu, suatu ketika bisa saja merasa gatal sekujur tubuhnya setelah
minum obat tersebut.”Jangka waktu munculnya alergi bisa cepat,bisa
sangat lambat, semuanya tergantung reaksi tubuh,”tutur dia. Demikian
pula berat ringannya reaksi alergi.

Seseorang mungkin langsung syok tak sadarkan diri sesaat setelah minum
obat yang membuatnya alergi. Sementara yang lain hanya gatal, beberapa
saat kemudian hilang gatalnya. Bagi kalangan awam, reaksi alergi
dianggap keracunan.

Ini berbeda. Reaksi alergi adalah reaksi berlebihan tubuh terhadap bahan
tertentu (dalam hal ini obat), sedangkan keracunan (intoksikasi) adalah
reaksi yang muncul karena pemakaian obat yang berlebihan hingga melebihi
batas toksis berdasarkan batasan farmakologi. Di era modern seperti
sekarang, rekam medik sangat mudah. Bisa menggunakan peranti apapun,
pengolah kata, spreadsheet, database atau peranti lain seperti PIM
(Personal Information Manager, dengan sedikit modifikasi) atau peranti
khusus seperti Medibank. Bila dokter tidak memberikan catatan riwayat
alergi obat, penderita berhak memintanya.

Sementara sejumlah pihak berpendapat bahwa kasus alergi disamakan dengan
malapraktik, terlebih jika mengakibatkan efek berat semisal Steven
Johnson Syndrome atau akibat fatal misalnya kematian. Terlepas dari
kendala menyangkut alergi obat, sudah selayaknya para dokter melengkapi
dirinya (praktik pribadi ataupun bekerja di institusi layanan medis)
dengan peranti rekam medik.

Setidaknya menggunakan lembar status penderita agar alergi obat bisa
dihindari. Salah seorang penderita alergi obat, Dewi Andika Pratama,
mengaku sangat kaget ketika dirinya mengalami alergi karena obat.
Padahal sebelumnya Dewi mengaku tidak ada masalah dengan obat apa pun
yang dikonsumsinya.

”Saya alergi obat, baru-baru ini saja. Biasanya kulit saya langsung
gatal dan bengkak-bengkak jika mengonsumsi obat penghilang nyeri. Itu
membuat saya datang ke dokter dan berkonsultasi,” kata Dewi ditemui di
RSCM beberapa waktu lalu.(bernadette lilia nova)


http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/256685/

Mencegah Alergi
Wednesday, 22 July 2009
ALERGI bisa muncul kapan saja. Selain obat, makanan dan banyak hal lain
bisa menyebabkan alergi. Misalnya debu. Berikut beberapa hal yang dapat
dilakukan untuk mencegah terjadinya alergi: 1. Jagalah kebersihan
lingkungan.

Menjaga lingkungan baik di dalam maupun di luar rumah sangat penting.
Hal ini termasuk tidak menumpuk banyak barang di dalam rumah ataupun
kamar tidur yang dapat menjadi sarang bertumpuknya debu sebagai
rangsangan timbulnya reaksi alergi.

2. Perhatikan kebersihan diri. Untuk mandi,usahakan mandi sore sebelum
pukul 17.00 dengan air hangat. Sabun dan sampo yang digunakan sebaiknya
adalah sabun dan sampo untuk bayi.Dilarang menggunakan cat rambut karena
berpotensi lebih besar untuk mendatangkan alergi.

3. Hindari pewangi ruangan ataupun parfum,obat-obat antinyamuk. Jika di
rumah Anda terdapat banyak nyamuk, gunakanlah raket antinyamuk.Obat
antinyamuk biasanya sangat berdampak negatif bagi penderita alergi.

4. Gunakan kasur atau bantal dari bahan busa,bukan kapuk.

5. Gunakan seprai dari bahan katun dan cucilah minimal seminggu sekali
dengan air hangat agar lebih bersih. 6. Hindari menggunakan pakaian dari
bahan wol,gunakanlah pakaian dari bahan katun.

7. Pendingin udara (AC) dapat digunakan, tetapi tidak boleh terlalu
dingin dan tidak boleh lebih dari PK.24.00.

8. Awasi setiap makanan atau minuman maupun obat-obatan yang menimbulkan
reaksi alergi. Hindarilah bahan makanan, minuman,maupun obat-obatan
tersebut.

9. Konsultasi. Konsultasikan dengan spesialis. Alergi yang muncul
membutuhkan perawatan yang berbeda- beda pada masing-masing penderita
alergi. (bernadette

Mengatasi Alergi Obat

IBARATmakan buah simalakama,alergi obat memang sangat merepotkan.Jika
tidak diminum, penyakit tidak sembuh dan semakin merajalela, jika
diminum akan menimbulkan alergi.

Penelitian terhadap alergi obat sudah sering kali dilakukan. Beberapa
penelitian mengungkapkan reaksi yang tidak diinginkan pada penggunaan
obat terjadi sekitar dua persen dari sejumlah pasien yang mengonsumsi
obat. Reaksi alergi obat ini biasanya ringan.

Tapi ada juga yang sampai mengancam nyawa.Alergi obat memiliki banyak
perbedaan pada masing-masing orang. Misalnya pada penderita udem laring
(sembab), syok anfilaktik, serta sindrom Stecvvens- Johnson. Udem laring
atau penderita sesak napas,jika mengalami alergi obat akan merasakan
seperti orang tercekik.

Pada penderita syok anfilaktik terjadi penurunan tekanan darah dan pada
penderita sindrom Stevens-Johnson akan merasakan kulit dan selaput
lendir berubah bentuk. Kematian karena alergi, tidak hanya terjadi di
negara berkembang, juga di negara maju yang fasilitas kesehatannya
supermaju. Bahkan, di negara-negara Eropa masih terjadi kematian karena
alergi obat.

Oleh karena itu, di Eropa dibentuk jaringan pemantau alergi obat yang
merekam semua kejadian dan memberikan informasi alergi obat yang sering
terjadi. ”Alergi obat biasanya terjadi karena tubuh seseorang sangat
sensitif sehingga bereaksi secara berlebihan terhadap obat yang digunakan.

Tubuh berusaha menolak obat tersebut,namun reaksi penolakannya amat
berlebihan sehingga merugikan tubuh sendiri.Reaksi itu bisa berupa
gatal, sesak napas, penurunan tekanan darah, reaksi kulit disertai
kelainan pada selaput lendir saluran cerna, sindrom Stevens-Johnson pada
saluran napas dan kemaluan,”kata dokter spesialis kulit Rumah Sakit
Cipto Mangunkusumo (RSCM),Dr Abdillah Achmad.

Abdillah menyebutkan, risiko alergi obat meningkat pada orang yang
memiliki bakat alergi atau dalam istilah kedokteran disebut dengan
atopi. Untuk menghindari terjadinya alergi obat, perlu kerja sama antara
pasien dan dokter.Pasien harus mengemukakan pengalamannya menggunakan
obat selama ini, apakah obat tertentu membuat tubuh alergi atau
dicurigai menimbulkan alergi.

”Akan sangat bagus jika setiap orang memiliki catatan tertulis mengenai
penggunaan obat dan apa yang dialami tubuhnya. Itu akan sangat
memudahkan pemberian obat jika suatu saat dibutuhkan,”katanya. Obat yang
dicurigai menyebabkan alergi harus dihindari dan jika diperlukan,dipilih
obat yang lebih aman. Meski dapat juga terjadi walaupun tidak sering,
seorang yang semula tidak alergi terhadap suatu obat kemudian hari bisa
pula menjadi alergi obat.

”Hindari mengonsumsi obat jika tidak perlu. Vitamin diduga aman,
sekalipun dapat menimbulkan alergi, bukan karena zat aktif vitaminnya,
tapi karena zat tambahan dalam pembuatan obat seperti zat pewarna yang
ada di dalamnya,” sebut dokter berkacamata minus tersebut.

Pasien yang mengalami reaksi yang tidak diinginkan karena penggunaan
obat, harus segera ke dokter untuk mendapatkan pertolongan. Untuk
menghentikan alergi obat, hanya ada satu cara yaitu dengan menghentikan
pemakaian obat itu, dan mengatasi keadaan yang timbul akibat alergi.
Saat ini obat yang beredar di masyarakat jumlahnya jutaan.Tiap tahun
ratusan obat baru diperkenalkan kepada masyarakat. Sebelum obat
diizinkan beredar, harus melalui pengujian ketat Badan Pengawasan Obat
dan Makanan (BPOM).Tentu obat yang diberikan izin beredar yang
bermanfaat dan aman.

Namun, tidak ada obat yang bermanfaat dan seratus persen aman. Lebih
lanjut ditambahkan Dr Abdillah Achmad, reaksi alergi terhadap obat
muncul tanpa diduga. Seseorang yang tadinya tidak apa-apa minum obat
tertentu, suatu ketika bisa saja merasa gatal sekujur tubuhnya setelah
minum obat tersebut.”Jangka waktu munculnya alergi bisa cepat,bisa
sangat lambat, semuanya tergantung reaksi tubuh,”tutur dia. Demikian
pula berat ringannya reaksi alergi.

Seseorang mungkin langsung syok tak sadarkan diri sesaat setelah minum
obat yang membuatnya alergi. Sementara yang lain hanya gatal, beberapa
saat kemudian hilang gatalnya. Bagi kalangan awam, reaksi alergi
dianggap keracunan.

Ini berbeda. Reaksi alergi adalah reaksi berlebihan tubuh terhadap bahan
tertentu (dalam hal ini obat), sedangkan keracunan (intoksikasi) adalah
reaksi yang muncul karena pemakaian obat yang berlebihan hingga melebihi
batas toksis berdasarkan batasan farmakologi. Di era modern seperti
sekarang, rekam medik sangat mudah. Bisa menggunakan peranti apapun,
pengolah kata, spreadsheet, database atau peranti lain seperti PIM
(Personal Information Manager, dengan sedikit modifikasi) atau peranti
khusus seperti Medibank. Bila dokter tidak memberikan catatan riwayat
alergi obat, penderita berhak memintanya.

Sementara sejumlah pihak berpendapat bahwa kasus alergi disamakan dengan
malapraktik, terlebih jika mengakibatkan efek berat semisal Steven
Johnson Syndrome atau akibat fatal misalnya kematian. Terlepas dari
kendala menyangkut alergi obat, sudah selayaknya para dokter melengkapi
dirinya (praktik pribadi ataupun bekerja di institusi layanan medis)
dengan peranti rekam medik.

Setidaknya menggunakan lembar status penderita agar alergi obat bisa
dihindari. Salah seorang penderita alergi obat, Dewi Andika Pratama,
mengaku sangat kaget ketika dirinya mengalami alergi karena obat.
Padahal sebelumnya Dewi mengaku tidak ada masalah dengan obat apa pun
yang dikonsumsinya.

”Saya alergi obat, baru-baru ini saja. Biasanya kulit saya langsung
gatal dan bengkak-bengkak jika mengonsumsi obat penghilang nyeri. Itu
membuat saya datang ke dokter dan berkonsultasi,” kata Dewi ditemui di
RSCM beberapa waktu lalu.(bernadette lilia nova)

ReviewReviewReviewReviewReviewJul 14, '09 1:58 AM
for everyone
Category:Other
Tanpa terasa Pangeran kecilku sudah besar, Aghna.. sebentar lagi akan menjadi abang!!

Seperti rencana yang sebelumnya aku dan suami buat, kami ingin kelak Aghna akan mendapat sebutan ‘abang’ dari adiknya. Meskipun adik kecil itu masih berusia 10 minggu dalam kandunganku, aku telah mengenalkannya kepada Aghna sejak dini, dengan harapan saat adiknya lahir Aghna sudah bisa menerima kehadiran adik barunya dan menyayanginya.

Ya, namun sebutan abang itu tidak mendapat sambutan yg baik dari pangeran kecilku, saat usianya baru menginjak 2 tahun 4 bulan, Aghna ternyata sudah mempunyai pilihan sendiri..

Mama : “ihhh.. anak mama sudah besar ya!! Sebentar lagi biwa akan jadi abang lho, abang biwa kan mau punya adik.. sini sayang, adiknya ada dalam perut mama, ayoo..!! “

Aghna :”buka abang mah!! Kaka ajah..”

Mama :” Oups.. (sambil terheran2 aku) mau dipanggilnya kaka gtu??”

Aghna : “iya.. kakak biwa..”

Mama :”Klo mas biwa gimana??” berusaha nego.. dan meyakinkan diri atas keinginan Aghna

Aghna : “ngak.. ngak.. ngak.. kaka biwa!!!”

Hehehheeee… mama akan memanggil Aghna dengan kaka biwa sekarang.

Cheers,

Mom’s Aghna


Blog EntryMay 13, '09 5:18 AM
for everyone
Sabtu, 6 Desember 2008 | 19:06 WIB
JAKARTA, SABTU - Penggunaan obat yang baik harus memenuhi lima tepat yaitu, tepat sesuai klinis atau diagnosis, tepat dosis, tepat jangkau waktu, tepat informasi, dan tepat harga. Jika tidak memenuhi beberapa unsur itu, pasien sebagai konsumen akan dirugikan karena harus mengonsumsi obat secara tidak rasional dan mengeluarkan biaya pengobatan yang lebih mahal.

Demikian benang merah seminar bertema "Penggunaan Obat yang Rasional di Masyarakat" dalam rangkaian acara Weekend at Kemang Medical Care (KMC), Sabtu (6/12), di Kemang Medical Care, Jalan Ampera Raya, Jakarta.

Dokter spesialis anak Purnamawati S Pujiarto menekankan pentingnya orangtua atau pasien memakai haknya untuk menanyakan penyakit serta pengobatannya kepada dokter. Hubungan dokter dan pasien harus interaktif layaknya hubungan antara konsumen dan konsultan. Konsultasi medis adalah perundingan antara penerima dan pemberi jasa layanan kesehatan untuk mencari penyebab penyakit serta penanganannya, ujarnya menegaskan.

Dengan demikian, prinsip keselamatan pasien yang menempatkan pasien sebagai subyek layanan kesehatan dapat tercapai, kata Purnamawati yang juga merupakan Direktur Medik Kemang Medical Care ini. Atas dasar itu, pasien dianjurkan untuk selalu menanyakan tiga hal kepada dokternya yaitu apa masalah yang saya hadapi dan penyebabnya, apa yang harus dilakukan dan mengapa, serta kapan saya harus menjadi lebih cemas.

Diakui, saat ini sering kali dijumpai praktik penggunaan obat yang tidak rasional di kalangan masyarakat, termasuk di dalamnya polifarmasi atau penggunaan obat secara berlebihan jenisnya. Sebagai contoh, pada sediaan puyer, penggunaan antibiotika yang tidak pada tempatnya, pemakaian obat non-generik, penyuntikan serta pemberian suplemen yang tidak perlu.

Promosi dan pemasaran produk sangat agresif yang pada akhirnya menciptakan konsumen tidak rasional, kata Purnamawati menambahkan. Hal ini mencerminkan keinginan pasien untuk selalu memperoleh obat bagi setiap keluhan. Padahal, bukan keluhan yang harus diatasi, tetapi penyakitnya yang hanya bisa didapatkan dari penegakan diagnosis yang tepat.

Selain itu, banyak konsumen menginginkan obat yang bekerja secara instan atau mengejar obat yang harganya mahal lantaran mengira bahwa semakin mahal suatu obat akan semakin pasti juga khasiatnya. "Penggunaan antibiotik secara berlebihan dan tidak tepat merupakan masalah klasik yang masih terus berlangsung. Jika hal ini terus terjadi, malah akan membuat bakteri jadi kebal atau resisten," ujarnya.

Sebagai institusi kesehatan dengan fokus pada kesehatan ibu dan anak, Kemang Medical Care secara aktif menggalakkan program penggunaan obat yang rasional. "Hal ini secara nyata kami terapkan dengan dukungan penuh dari jajaran dokter yang bergabung bersama kami," kata Direktur Pengembangan Bisnis dan Pemasaran Kemang Medical Care Chairani Jusuf Kalla menjelaskan.

http://www.kompas. com/read/ xml/2008/ 12/06/1906109/ lima.tepat. dalam.penggunaan .obat.yang. rasional.

Blog EntryMay 7, '09 3:02 AM
for everyone
SEPULANG sekolah, Dimas, 5, menderita batuk-batuk. Ibunya, Rini, menilai apa yang terjadi pada anaknya hanyalah batuk biasa. Rini merasa yakin dengan obat batuk yang dibeli di toko obat, batuk yang diderita Dimas bisa disembuhkan.
Hari berganti hari dan seminggu berlalu. Tetapi ternyata batuk Dimas belum juga sembuh. Rini mengira anaknya tidak cocok dengan obat yang diberikan. Obat batuk diganti, tetapi batuk yang dialami anaknya belum juga hilang. Bahkan batuk Dimas yang berulang-ulang sudah genap dua minggu.

Dokter spesialis anak FX Marseno menjelaskan batuk yang berlangsung kurang dari 14 hari akan sembuh sendiri. Tidak memerlukan pengobatan apa-apa yang spesifik. "Tetapi batuk kronis yang berulang lebih dari 14 hari harus dicari penyebabnya dan harus disembuhkan dengan cara yang tepat," katanya pada seminar kesehatan awam bagi orang tua yang bertajuk Mengapa Batuk Anak Saya tidak Sembuh-Sembuh? di Jakarta, beberapa hari lalu.

Pada ceramah yang diadakan Siloam Hospital Kebon Jeruk itu, Marseno mengatakan untuk menyembuhkan batuk pada anak tidak cukup hanya diberi obat-obatan. Namun, penanganannya perlu memperhatikan hal-hal lain.

"Hal lain yang perlu diperhatikan adalah perbaikan lingkungan hidup, peningkatan daya tahan tubuh, pengendalian alergi bila ada, dan yang paling penting kerja sama antara orang tua pasien dan dokternya," katanya.

Menurut Marseno, obat-obatan hanya merupakan sebagian dari modal penanganan. Jadi, obat semata tak cukup menyelesaikan masalah batuk yang berulang dan tidak sembuhsembuh. Kenapa batuk pada anak tidak sembuh-sembuh? "Hal itu dapat disebabkan banyak faktor," ujarnya. Pertama, faktor yang berasal dari dokter yang mengobati. Kedua, faktor orang tua yang melaksanakan program pengobatan yang diberikan dokternya.

Faktor lain yang perlu mendapat perhatian adalah pengaturan lingkungan dan peningkatan daya tahan tubuh anak agar tidak mudah tertular.

"Karena, daya tahan anak di bawah lima tahun masih rendah dan rentan terinfeksi," jelasnya.

Apalagi anak tersebut memiliki kelainan genetis atau bakat alergi. Pada anak yang alergi, batuknya bisa lebih lama dan berlarut-larut. Batuk yang berlarut-larut biasanya berhubungan dengan infeksi virus, asma, dan rhinosinusitis.

Kenapa berulang-ulang? Marseno menjelaskan pertama, banyak virus dengan tipe berbeda secara bergantian menginfeksi anak.

Baru sembuh dari infeksi satu virus, sudah diserang virus tipe lain. "Anak pun seolah-olah tidak pernah istirahat dari sakit," katanya.

Kedua, anak tidak memiliki kekebalan permanen. Setelah mengalami infeksi satu virus, anak tidak terlindungi dan tetap rentan terinfeksi virus lain.

Selain itu, infeksi virus dapat merusak mukosa saluran napas. Kendati infeksi virusnya telah hilang, saluran napasnya telah mengalami kelainan seperti hipereaktif dan menghasilkan banyak lendir.

Infeksi virus dapat memicu serangan asma atau penyakit alergi lainnya.

"Infeksi virus pada anak dapat diikuti infeksi bakteri sehingga dapat menimbulkan komplikasi pada bagian saluran napas lain," katanya.

Bagaimana mengatasi batuk pada anak yang berulang-ulang dan kronis? Marseno mengatakan untuk memutus mata rantai lingkaran setan penyebab batuk terdapat empat cara. Satu, tingkatkan daya tahan tubuh anak yang masih rendah.

Dua, perbaiki dan kendalikan lingkungan hidup yang kurang baik. Tiga, minimalkan kerusakan mukosa agar tidak parah. Empat, kendalikan alergi yang ada pada anak. (Drd/S-9)

http://anax1a. pressmart. net/mediaindones ia/MI/MI/ 2009/05/06/ ArticleHtmls/ 06_05_2009_ 021_003.shtml? Mode=0

Blog EntryMay 7, '09 3:00 AM
for everyone
Rabu, 6 Mei 2009 | 03:25 WIB
Oleh TRI SATYA PUTRI NAIPOSPOS

Para ahli dunia mengatakan, banyak faktor yang memengaruhi dan mengawal epidemiologi dan evolusi virus influenza A-H1N1 sampai pada bentuknya sekarang.

Lebih lanjut dikatakan, apabila strain baru yang berbahaya meloncat kembali ke manusia, sudah pasti akan timbul konsekuensi mengerikan.

Wabah influenza A (H1N1) di Meksiko dan Amerika Serikat yang menular dari manusia ke manusia membuat dunia khawatir akan potensinya menyebar ke seluruh dunia. Pastinya penyebab wabah ini tidak sama dengan virus influenza klasik yang biasa menyerang manusia (seasonal influenza).

Sejak dulu para ahli mengetahui bahwa virus influenza mempunyai kemampuan saling mempertukarkan komponen genetik satu sama lain. Kelihatannya yang terjadi dalam wabah kali ini sangat unik karena penyebab wabah adalah virus influenza tipe A H1N1 strain baru yang dihasilkan dari percampuran berbagai versi virus influenza yang biasanya menyerang berbagai spesies (manusia, unggas, dan babi) tanpa memiliki riwayat kontak dengan babi.

Evolusi virus influenza sangat ditentukan oleh peran babi yang bertindak sebagai reservoir utama dari virus ini dan babi juga memainkan peranan penting dalam ekologi virus influenza manusia. Virus influenza H1N1 dan H3N2 sudah menjadi endemik pada populasi babi di seluruh dunia dan dianggap sebagai penyebab penyakit pernapasan yang paling berbahaya pada babi.

Epidemiologi

Awal sejarah virus influenza A dimulai pada saat berlangsungnya pandemi influenza Spanyol 1918. Hasil studi genetika mengindikasikan bahwa virus penyebab pandemi yaitu virus influenza tipe A H1N1 sangat mungkin menular dari manusia ke babi. Meskipun ada ahli lain mengatakan bahwa virus penyebab pandemi 1918 adalah murni virus influenza unggas yang menular ke manusia.

Setelah itu virus influenza H1N1 mulai secara alamiah bersirkulasi pada populasi babi di Amerika Utara, Eropa, Asia, dan Amerika Selatan. Virus ini stabil setidaknya selama 60 tahun tanpa menunjukkan perubahan antigenik maupun genetik. Virus ini disebut H1N1 klasik.

Virus influenza manusia mampu menular ke babi semakin dapat dibuktikan dengan diisolasinya virus H3N2 dari babi yang mirip dengan virus influenza manusia (human-like virus) di Taiwan pada tahun 1970. Beberapa tahun kemudian, virus H3N2 ini juga muncul secara reguler pada populasi babi di Asia, Eropa, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Afrika.

Kemudian virus H1N1 yang mirip dengan virus influenza unggas (avian-like virus) ditemukan pada populasi babi di Eropa pada tahun 1979. Virus ini berbeda secara antigenik dan genetik dari virus H1N1 klasik. Semua segmen gen yang membentuk prototipe virus ini bersumber dari unggas.

Virus H3N2 yang mengandung campuran segmen gen yang sama dengan virus influenza manusia dan virus klasik babi diisolasi dari populasi babi di AS pada tahun 1998. Penemuan ini mengindikasikan bahwa telah terjadi proses penataan ulang (reassortment) dari gen- gen virus influenza A yang selama ini bersirkulasi pada populasi babi di AS.

Evolusi virus

Tanda bahwa virus influenza A di seluruh dunia mulai berevolusi secara cepat dan memicu timbulnya berbagai varian baru setiap tahun mulai terlihat dalam 10 tahun terakhir. Proses evolusi mengindikasikan bahwa babi berperan sebagai induk semang perantara atau tabung pencampur (mixing vessel) bagi penataan ulang gen-gen antara virus manusia dan unggas.

Dari hasil penelusuran virus H3N2 sepanjang 1998-1999 di AS, para ahli menemukan baik virus double reassortant yang mengandung campuran gen-gen virus manusia dan babi begitu juga virus triple reassortant yang mengandung campuran gen-gen virus influenza manusia, babi, dan unggas.

Introduksi virus H1N1 dari unggas ke babi terjadi di wilayah timur selatan China dan sejak tahun 1993 virus ini biasa bersirkulasi pada populasi babi di Asia Tenggara dan bercampur dengan virus H1N1 klasik. Tahun 2008 ditemukan virus H3N2 double reassortant yang mengandung gen-gen virus manusia dan unggas, serta triple reassortant- membawa virus gen manusia, babi, dan unggas.

Pembentukan virus triple reassortant yang terjadi melalui proses genetic drift mempunyai implikasi baik bagi manusia maupun hewan. Virus triple assortant lain diisolasi dari babi di AS pada 2006. Virus ini mengandung gen-gen virus manusia yang sama dengan isolat virus H2N2 manusia penyebab pandemi influenza Asia 1957.

Penularan ke manusia

Setelah pandemi influenza 1918 sampai saat ini, penularan virus influenza A ke manusia dikatakan terbatas. Infeksi virus H3N2 dan H1N1 pada manusia dideteksi sporadis sejak 1950. Tercatat 50 kasus zoonosis influenza A terjadi di AS (32), Ceko (6), Belanda (4), Rusia (3), Swiss (3), Kanada (1) dan Hongkong (1).

Kejadian sekarang mengingatkan para ahli dunia pada peristiwa 1976 di AS. Sebanyak 200 tentara di pusat pelatihan militer Fort Dix di New Jersey jatuh sakit dan 4 orang menderita radang paru-paru, seorang meninggal dunia. Virus penyebab diidentifikasi virus influenza A-H1N1 turunan langsung dari virus pandemi flu 1918.

Virus H3N2 triple assortant berhasil diisolasi dari seorang bayi berumur 7 bulan di Kanada pada tahun 2007. Mengingat tidak ada riwayat kontak dengan babi, dipercaya virus ini menular dari manusia ke manusia.

Zoonosis baru

Para peneliti mengatakan, terbentuknya virus influenza A secara dramatis berbeda dari sebelumnya dapat menjadi ancaman zoonosis baru bagi manusia. Meskipun masih banyak misteri dalam proses evolusi virus influenza yang belum terungkap, para ahli memprediksi kecenderungan peningkatan penularan antarmanusia berpotensi memunculkan pandemi berikutnya.

Ada sejumlah faktor yang mempercepat potensi virus influenza ini menjadi zoonosis baru. Pertama, babi sering kali kontak baik dengan manusia dan unggas, terutama di China, AS dan Brasil. Kedua, strain virus yang sama bisa menginfeksi dan menyebar baik di populasi manusia dan babi, seperti H1N1 1918 atau H3N2 1968. Ketiga, manusia bisa terinfeksi dengan virus asal unggas, tetapi virus influenza A dari babi diketahui bisa menyebar antarmanusia, seperti di Fort Dix.

Keempat, penataan ulang gen-gen virus influenza sering kali terjadi pada babi. Kelima, babi memiliki reseptor sel permukaan baik untuk manusia dan unggas. Keenam, dilaporkan bahwa virus triple reassortant asal babi telah menyebabkan dua anak sakit di Eropa.

TRI SATYA PUTRI NAIPOSPOS Pengamat Zoonosis, Bekerja di OIE Regional Coordination Unit for Southeast Asia di Bangkok

http://cetak. kompas.com/ read/xml/ 2009/05/06/ 03251456/ evolusi.virus. influenza. a-h1n1


Blog EntryMay 7, '09 2:44 AM
for everyone
Wednesday, 06 May 2009
ANAK-ANAK berubah menjadi nakal dan susah diatur saat mendekati umur dua tahun, dan menunjukkan pengendalian emosi yang lebih baik pada usia 3, 5 tahun.

Masa usia dua tahun dikenal dengan istilah "terrible twos" karena umumnya anak-anak yang mendekati dua tahun mulai banyak berulah, seperti sering uring-uringan dan melawan orang tua. Tidak perlu khawatir karena perlawanan di usia dua tahun bukan tanda seorang anak menjadi nakal.Namun, lebih kepada bagian yang wajar dari perkembangan diri anak tersebut. Dengan melawan, mereka menyatakan bahwa anak tersebut percaya diri dan memiliki kendali dari kegiatan-kegiatan yang terjadi di sekitar mereka.

Namun, tidak berarti anak yang kooperatif dan mudah setuju menjadi tidak sehat.Studi menemukan bahwa para ibu yang bersikap sensitif dan positif sering kali memiliki anak yang mudah menuruti permintaan mereka. Para periset menyatakan keprihatinannya kepada anak yang sering bersikap acuh tak acuh terhadap ibunya.Tidak seperti anakanak yang sering kali melawan orang tua, anak yang apatis kemungkinan besar memiliki ibu dengan gejala depresi.Ada kemungkinan anak-anak yang memiliki ibu dengan gejala depresi berat belajar untuk menjadi pasif dan tidak belajar untuk menjadi percaya diri.

Dengan kondisi ibu yang mengalami depresi, maka anak akan menjadi tidak mudah ditebak karena anak tidak berkembang dengan perasaan mampu memiliki kendali. Dalam jurnal Child Development, dikatakan bahwa suatu interaksi yang didapat dengan merekam 119 orang ibu dan anak-anak mereka yang berusia satu hingga dua tahun. Sementara anak-anak bermain, ibu berinteraksi seperti biasa di dalam kehidupan seharihari. Setelah beberapa waktu,para ibu diminta untuk menyuruh anakanak mereka menyimpan mainan mereka.

Ketika para periset menganalisis rekaman, mereka menemukan bahwa banyak di antara para ibu yang bersikap positif selama waktu bermain (seperti memberikan pujian dan membiarkan anak memimpin permainan),anak mereka menurut untuk membereskan mainannya."Memberik an pujian membuat anak lebih menurut akan perintah yang diberikan orang tua. Sedangkan kemarahan akan membuat anak melawan," kata Ketua Periset,Edward Sebastian dalam jurnalnya.

Walaupun sikap melawan seorang anak merupakan bagian dari perkembangan normalnya, bukan berarti orang tua dapat membiarkannya begitu saja. Seorang anak harus dapat mengendalikan emosi, dengan melihat contoh sikap sabar dari orang tuanya. "Itu berarti orang tua harus lebih sering memberikan pujian kepada anak. Karena kenakalan anak-anak sebenarnya wajar seiring munculnya rasa ingin tahu mereka,"kata dia. (bernadette)

http://www.seputar- indonesia. com/edisicetak/ content/view/ 236143/

ReviewReviewReviewReviewReviewApr 17, '09 1:08 AM
for everyone
Category:Restaurants
Cuisine: Asian
Location:Humz...
P : "ma.. asemnya udah enak.. pas dan berasa bgt, tapi.... garemnya kurang deh!!"

M : "hehhehehehee..." cengar cegir aja Mom's menanggapi komentar papa mengenai masakan hari ini..

Hari ini bangun masih jg kesiangan..
Ceritanya sie, semalem setting alm.. supaya mom's bangun pagi2.. tp, secara yg namanya suara hanyalah bunyi alarm, Mom's bangun matikan alrm n balik lagi ketempat tidur nyusul Aghna n Papa yg masih lelap tertidur..

Akhirnya keburu2 buat sarapan Aghna n masak tuk bekal papa jg hari ini..

yg akhirnya Mom's buat hari ini:

- Sayur asem Jakarta *kurang_garem.com*
- Teri balado campur leuncha
- Lalap sambal mentah
- Tempe tepung *agak_kegosongan_dikit.com* :)

Buat yg mo kasih tips dapur ataupun recipe dan segala macem tentang dapur.. Senang klo isa share ke Mom's

ReviewReviewReviewReviewReviewApr 16, '09 12:28 AM
for everyone
Category:Restaurants
Cuisine: Asian
Location:Humz...
Hai.. hai..

Pagi ini mom's bangun agak kesingan, coz semalem mati lampu dan membuat Aghna rewel dan terbangun.. So, mom's baru bisa tidur lelap jam 3 pagi dini hari,, alhasil d kantor mom's terkantuk-kantuk^,^

Inilah menu hari ini yg berhasil dimasak :

* Acar Sayur
* Bakmi sayuran
* Ikan Mas dan Ikan Lele goreng kuning

Alhamdulillah.. Yummyy..

=Klo ada yg mo berbagi recipe boleh share ke mom's=

ReviewReviewReviewReviewReviewApr 15, '09 1:22 AM
for everyone
Category:Other
Dah lama bgt ga aktive tuk posting..

Paling cuma log in bentar liat dikit, trusss log out lagi..

Secara ga sempet bgt :D

Pas mo nge_delet_in beberapa massage,,, ternyata dpt editan foto lagi dari Sami^o^ Lagi2 dia msh bgt perhatian..

Thanks alot Sami.. for u'r creativation..


Photo AlbumBiwa @Tanah LotJan 28, '09 12:51 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Duw. duw.. duw..

Tanah Lot rame bangetz, banyak orang kesana tuk lihat sunset..

Aghna jadi bete krena pnuh bgt org2*,*

ReviewReviewReviewReviewReviewJan 27, '09 9:39 PM
for everyone
Category:Other
Ini dia bebek kesayangan Aghna..

Warnanya kuning dan ada musiknya bila ditarik.

Saat Aqiqahan Aghna, ada tetangga yang baik hati menghadiahkan bebek ini,

Di setiap waktu tidur..
bebek ini selalu menjadi teman setia Aghna_ku,,
mendampingi Aghna sepanjang malam,
menjadi korban dari muntahan Aghna klo nangis habis minum susu,,
tidak pernah menyingkir, walaupun Aghna tidur mengompol..

Saat tiba waktunya bebek ini sudah begitu bau dan harus dicuci,
mama selalu beradu argumen dengan Aghna,,
mama harus selalu bisa meyakinkan Aghna, bahwa bebek harus mandi agar menjadi bersih dan wangi..
mama harus bisa meyakinkan orang Laundry agar selesai tepat pada waktunya dengan amat sangat cepat..

Hampir di setiap perjalanan Aghna ke manapun, bebek ini selalu ikut mendampingi aghna...

Bebek ini sangat berarti tuk Aghna_ku,
Mengikuti usianya yg aus,
bebek ini sudah tidak berbunyi,,

Mama ingin minta tolong ke smua..
dimana mama bisa membeli bebek seperti ini lagi??
Adakah teman di multiply yg menjualnya..?
Karena Aghna tidak bisa tidur tanpa bebek ini..
Tanpa suaranya..

Cheers,

Mom's Aghna




Blog EntryJan 20, '09 1:10 AM
for everyone
By Republika Newsroom
Rabu, 14 Januari 2009 pukul 15:29:00

HINDARI: Ibu hamil sebaiknya menghentikan kebiasaan merokok dan menghindari paparan asap rokok, untuk mencegah dampak buruk terhadap kesehatan janin.

WASHINGTON-- Satu lagi alasan ibu hamil untuk menghentikan kebiasaan merokok. Para peneliti di Inggris membuktikan hal itu dapat mengganggu fungsi hormon tiroid pada ibu dan janin, Selasa (14/1).

Asap rokok telah terbukti menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah, meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak atau sudden infant death syndrome, serta mengakibatkan bibir sumbing, kelainan jantung dan gangguan lainnya.

Bijay Vaidya dan tim peneliti dari Royal Devon And Exeter Hospital menemukan, merokok juga dapat berdampak pada tiroid ibu dan bayi.

"Kami mempelajari pengaruh dari asap rokok dapat mempengaruhi fungsi tiroid pada dua kelompok wanita dengan usia kehamilan yang berbeda. Pertama, kelompok kehamilan trisemester pertama dan kelompok usia kehamilan trisemseter akhir," ujar Vaidya.

Pada kedua kelompok, peneliti menemukan, merokok selama hamil terkait erat dengan perubahan tingkat hormon tiroid ibu.

Fungsi tiroid yang baik merupakan kunci untuk mempertahankan kehamilan, sebagian wanita mengalami ketidakseimbangan tiroid terutama saaat hamil.

Hal itu mempengaruhi metabolisme dan meningkatkan risiko keguguran, kelahiran prematur, bayi berat badan rendah dan gangguan perkembangan otak.

Penelitian yang dipublikasikan pada Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, Vaidya dan tim peneliti mengatakan, pihaknya mengukur tingkat hormon tiroid pada tali pusat bayi dan menemukan kebiasaan merokok berkaitan dengan perubahan fungsi tiroid juga terjadi pada bayi.

Namun jika dibandingkan antara wanita yang berhenti merokok selama hamil dan yang tidak merokok, perubahan tingkat tiroid itu bisa teratasi dengan cepat. (reuters/ri)

Blog EntryJan 20, '09 1:07 AM
for everyone
Kasus infeksi Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus, 50 persen berakhir pada kematian.
Entah berapa kali Bobi, 28 tahun, harus terjaga dari tidurnya karena serangan batuk yang membuat tenggorokannya gatal bukan main. Sudah sepekan lebih ia ditemani penyakit yang kerap mampir ketika terjadi perubahan cuaca. Ia sudah meneguk obat batuk generik, tetapi derita itu tak kunjung berakhir. Biasanya, bila berlarut-larut seperti itu, Bobi mengkonsumsi antibiotik yang bisa dibelinya tanpa resep dokter di apotek. Dengan cara itu, kerongkongannya dengan cepat menjadi plong dan batuknya sirna. Bila sudah membaik seperti itu, ia pun berhenti menelan antibiotik.

Kasus di atas, menurut Ketua Indonesian Antimicrobial Resistance Watch (IARW), Profesor Robert Utji, sudah sejak lama dijalani masyarakat Indonesia. "Tanpa resep dokter, kemungkinan sembuh memang ada, tetapi tidak tuntas," katanya saat jumpa media Simposium ke-5 Indonesian Antimicrobials Resistance Watch (IARW), di Departemen Mikrobiologi Universitas Indonesia, pekan silam.

Pada penyakit batuk, antibiotik sebetulnya berperan bukan sebagai obat untuk batuk ataupun gejalanya. Antibiotik bekerja untuk meredakan infeksi yang menyebabkan atau disebabkan batuk. "Masalahnya, apakah dosisnya kurang atau lebih, mereka kurang tahu," ujar Utji. Patut dicamkan pula, antibiotik hanya mujarab meredakan infeksi akibat bakteri. Bukan virus, jamur, atau nonbakteri lain.

Lebih lanjut ia mengingatkan, kendati sudah merasa sehat, pemakaian antibiotik jangan dihentikan di tengah jalan. Aksi seperti itu bisa menyebabkan tidak semua kuman musnah dan membuat peluang bakteri resistan terhadap antibiotik tersebut. Di lain pihak, konsumsi berlebihan juga bakal menyebabkan kuman yang tidak terbunuh, bermutasi, dan menjadi kebal. "Kuman ini disebut super bug. Contohnya, stafilokokus aureus," ujar ahli mikrobiologi Universitas Indonesia Profesor Usman Chatib Warsa, dalam kesempatan yang sama.

Terdapat pula kecenderungan kuman tidak cuma kebal terhadap satu jenis antibiotik. Kuman ini dikategorikan sebagai multidrug-resistant organisms. Jika sudah ke tahap itu, kuman kerap lolos dari penetrasi sistem imunitas karena telah teralienasi dari tubuh sehingga sulit dikenali. Artinya, saat tubuh terinfeksi, baru dapat diobati dengan generasi antibiotik yang lebih kuat. "Kini pemakaian antibiotik generasi dua dan tiga telah marak walau pasien sakitnya ringan," ucap Usman.

Dahulu, penyakit infeksi mudah teratasi cuma dengan minum penisilin. Tetapi, dengan kehadiran ragam antibiotik generasi baru, seperti cephalosporin, dapat membunuh semua jenis bakteri di dalam tubuh, tetapi membuat kuman semakin kebal pula. "Jangan memakai antibiotik untuk penyakit batuk, flu, diare, bahkan demam berdarah," Usman menegaskan. Masalahnya, penemuan antibiotik baru tidaklah secepat meluasnya kejadian resistensinya.

Belum lagi, efek berantai ini berlanjut saat para peternak memakai antibiotik sebagai campuran pakan ternak mereka. Feses sapi atau ayam, yang mengandung kuman tertentu, akan meluas ke mana-mana. Bahkan, peternak ikan memakai antibiotik buat membunuh kuman dalam kolam. Di lain sisi, euforia antibiotik yang melibatkan pasien, rumah sakit, apotek, perusahaan farmasi, juga warung pinggir jalan, terus merebak. Tidak jarang resep antibiotik diminta si pasien sendiri.

Karena itu, dalam siaran persnya, Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menyebutkan bahwa penyakit infeksi merupakan salah satu penyebab kematian utama di Indonesia. Dijelaskan Usman, banyak pasien meninggal diakibatkan kuman rumah sakit yang telah menyebar ke khalayak. "Pasien sudah kebal dengan antibiotik yang ada."

Profesor Utji mengutarakan, ada kasus anak meninggal disebabkan masalah resistensi kuman. Di salah satu rumah sakit swasta Jakarta pada 1990-an, terdapat pasien anak yang menderita infeksi darah. Setelah diperiksa darahnya, ditemukan kuman gram negatif. Lalu, diuji dengan antibiotik, hasilnya sebagian besar tidak bisa membunuh kuman yang bersarang itu.

Untuk menolong nyawa si anak, cuma ada tiga macam antibiotik, yaitu kinolon, aminoglikosida, dan beta-laktam. Namun, pertimbangannya begitu berat. Obat itu tidak boleh dipakai di bawah usia 18 tahun. Sebab, bisa menyerang tulang rawan dan ginjal. Belum lagi harganya yang selangit. "Asuransi kalau sudah begitu tidak mau bayar," ujar Utji.

Contoh semacam ini bukan tidak muskil merebak luas. Di Negeri Abang Sam, pada 1999 hingga 2004, kematian akibat infeksi mencapai 280 ribu jiwa. "Angka ini lebih tinggi dari angka kematian kasus flu burung dan HIV/AIDS," Usman mengungkapkan. Saking bahayanya, Australia menerapkan kebijakan, orang dengan multi-resistant tidak boleh masuk bangsal rumah sakit.

Di Indonesia sendiri, mantan Rektor UI ini mencatat, ada ratusan ribu kasus hingga saat ini. Perbandingannya, jika 120-an orang dengan flu burung, 80 persennya berakhir dengan kematian. Maka, dalam kasus infeksi oleh Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA), 50 persen berakhir pada kematian.

Ke depan, jika kondisi ini berlarut, bakal tercipta zaman saat antibiotik tidak berfungsi lagi. Penyakit ringan seperti koreng atau bisul menjadi kronis karena tidak dapat diobati. Yang pasti, ongkos berobat bakal menjulang tinggi. Inilah saatnya generasi obat antibiotik terus memperbarui diri. Sesungguhnya obat antibiotik tetap diperlukan, tetapi di bawah pengawasan dokter. Masalah besarnya ada pada penertiban penjualan obat antibiotik liar yang harus dilakukan Departemen Kesehatan dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan. HERU TRIYONO

5 CARA TEPAT

1.. Minum antibiotik di bawah pengawasan dokter.
2.. Minum resep antibiotik sampai habis, sesuai yang diresepkan.
3.. Jangan minum resep antibiotik orang lain.
4.. Jangan minta antibiotik jika dokter mendiagnosis Anda terserang penyakit yang disebabkan virus.
5.. Tanya kepada dokter alasan pemberian antibiotik bila diberi resep obat jenis ini.
http://www.korantem po.com/korantemp o/koran/2009/ 01/19/Gaya_ Hidup/krn. 20090119. 154160.id. html


Pages:123456